
Setelah mengantri cukup lama akhirnya para calon karyawan di panggil untuk masuk ke ruang Aula perusahaan, disana mereka akan mengikuti tes tertulis.
Beberapa karyawan sudah mengarahkan cara mengisi psikotes, juga soal-soal yang harus mereka kerjakan dan waktu yang mereka gunakan hanya 90 menit dengan soal yang lumayan banyak...
yah Beginilah tantangan yang harus di lalui jika ingin memasuki perusahaan besar, tidak ada yang mudah dan instan.
Alya mulai membuka lembaran demi lembar, terlihat raut wajahnya cemas dan kebingungan, soalnya sangat rumit dan sulit di mengerti..
Semalam ia sudah belajar dari google namun tidak ada satu soal pun yang sama dengan yang ia pelajari..
"Duh.. Soalnya bahkan lebih sulit dari pada ujian skripsi". Gerutunya dalam hati.
Ia mengangkat kepala melihat sekeliling, orang-orang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing, tidak ada yang sempat melongo kesana kemari, mereka semua fokus pada kertas tes di hadapan mereka.
"Ssstttt... Ssssttt..." Alya melihat ke sumber suara.
"Kenapa?". Tidak bersuara hanya Mengunakan bahasa bibir.
"Apa kau kebingungan?". Tanya perempuan di sebelah Alya (berbisik).
"Alya mengangguk".
"Tenang aku bisa membantu mu". Jawabnya dengan senyuman.
"Benarkah?". Alya terlihat senang.
"Tentu saja!". Jawab perempuan itu dengan senyuman.
"Tunggu aku akan mengerjakan dalam 60 menit ke depan, kau bisa mengerjakan psikotesnya saja sisanya akan ku berikan pada mu". Jawab perempuan itu dengan yakin.
"Emm.. terimakasih teman ". Jawab Alya tanpa ragu.
30 menit berlalu Alya baru selesai mengerjakan psikotesnya, dia melirik ke samping, perempuan yang menawarkan akan memberi jawaban padanya sedang berpikir keras..
"Pasti dia sangat pintar". Batin Alya
Dari yang Alya lihat wanita itu pasti kutu buku, dengan kaca Mata mines bundar serta penampilan sederhananya menunjukkan wanita itu pasti cerdas ..
Tapi mengapa dia mau membantu Alya, bukankah seharusnya tidak, mereka sedang dalam tahap bersaing bukan.
"Apa jangan-jangan dia hanya ingin menipu ku agar aku tidak lolos?". Alya bertanya-tanya dalam hati.
Tidak ingin hal itu terjadi Alya memilih untuk mengerjakan soal yang dianggapnya mudah..
"Ting!!! ". Waktu berbunyi.
Seorang karyawan yang mengawas memberikan instruksi bahwa 60 menit sudah berlalu sekarang sisa 30 menit.
Seharusnya dalam menit itu lebih dari setengah soal sudah terjawab namun yang terjadi pada Alya dia bahkan baru menjawab lima pertanyaan.
__ADS_1
Masih ada sekitar 115 soal lagi..
"Sssttt... Sssttt.. ". Alya memberikan kode pada wanita yang di sebelahnya.
"Tenang saja aku tidak ingkar kok". Jawab wanita tersebut, kemudian dengan cepat ia menyerahkan lembar jawabannya kepada Alya.
"Thanks". Alya mengambil kertas jawaban itu yang sudah selesai.
"Wow amazing... Dia benar-benar malaikat penolong". Batin Alya melirik sekilas kemudian di respon senyum oleh wanita berkacamata itu.
Alya dengan cepat menyalin semua jawab itu hingga selesai..
Waktu berlalu mereka di minta untuk menunggu sekitar 2jam untuk mendapatkan hasilnya, jika ada yang memenuhi syarat besok akan langsung di tes kesehatan juga interview.
Tak lupa Alya berterimakasih lagi kepada wanita itu sekalian ingin berkenalan.
"Hey aku Alya nama mu siapa?, Oyah terimakasih ya kalau nggak ada kamu mungkin aku tidak akan menyesalkan soal tadi". Alya datang mengulurkan tangan
"Aku Misel, senang bisa membantu mu". Misel tersenyum
Dari nada bicaranya Alya tau Misel pasti orang baik.
"Oyah kalau boleh tau kenapa kamu mau membantu ku?". Tanya Alya.
"Karena aku tidak ingin lolos sendiri ". Jawabnya santai sambil terkekeh.
"Kamu seyakin itu bakal lolos?". Tanya Alya ragu.
"Ehmm... ". sebenarnya Alya sedikit ragu tapi dia memilih untuk percaya saja
"Lapar nggak?". Misel segera memotong ucapan Alya yang terlihat ragu dan was-was.
Alya mengangguk.
"Sama aku juga, kantin yuk".
"Kantin? Kamu lihat kantin di sini dimana?". Tanya Alya, perusahaan sangat luas dan Alya belum pernah berkeliling di sini tentu saja dia tidak melihat kantin.
Misel terkekeh "oh iya aku pikir ini di kampus, tapi aku lapar banget, gimana dong". Jawab Misel yang juga tidak tau Kantin dimana.
"Sebenarnya aku bawah bekal tadi, kamu mau?". Alya menawarkan.
"Serius ? Tadi aku lupa sarapan ". Misel terlihat senang
"Iya, tunggu sebentar ya". Alya segera mengambil dan memberikan bekal yang berupa dua potong roti kepada Misel.
"Aku ambil yang ini ya?".
"Eh ambil dua-duanya aja, aku masih kenyang kok". Jawab Alya.
__ADS_1
"Satu aja udah cukup". sambil tersenyum
"Serius?, tadi kamu bilang belum sarapan?". tanya Alya
"Iya serius ini aja udah cukup".
Mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu pengumuman, dan keduanya tidak butuh waktu yang lama untuk bisa langsung akrab .
"Alya kalau Kita lolos janji ya jadi teman aku?". ucap Misel.
"Iya pasti".
"Makasih ya, aku sedari dulu nggak punya teman soalnya". Jawab Misel dengan nada sedih.
"Kenapa?". Tanya Alya.
"Aku culun, nggak bisa bergaul juga malu-maluin".
"Hah! Nggak culun kok aku lihat ". Alya meneliti dari ujung kaki Misel hingga kepala, emang sih agak culun dikit tapi nggak culun-culun amat lah, Misel mungkin hanya tidak tau berdandan.
"Serius kamu lihatnya gitu? Dari dulu aku di jauhi orang karena penampilan ku, aku mati gaya Alya".
"Kalau cuma gaya sih aku juga mati kali, tapi kalau kita ke terima benaran disini kita bisa juga bergaya ". Alya mencoba menghibur.
"Nggak kamu nggak mati gaya, sumpah kamu cantik natural ". Puji Misel.
"Hahaha jangan bilang begitu " Alya tersenyum malu-malu
"Ting...."
Notifikasi email berbunyi, disana ada pengumuman calon karyawan yang di nyatakan lulus tes tertulis..
Hanya ada 10 nama yang tertera dan mereka berdua ternyata di nyatakan benar lolos...
"Wow amazing.. kita benar-benar lolos ". Teriak Alya penuh antusias melihat ke arah Misel.
"Sudah ku katakan bukan.. kita akan lolos, anak cumlaude". Misel membanggakan diri.
Dia memang anak berbakat yang selalu berprestasi di dunia pendidikan dulu, tak heran jika dia dengan mudah mengatakan akan lolos di perusahaan Indra Jaya Company, dan beruntungnya Alya juga ikut kecipratan.
"Kau memang menakjubkan". Ucap Alya kagum.
"Ah kamu bisa aja". Misel malu dirinya di puji seperti itu.
"Attention please!!".
Karyawan memberikan arahan
"Bagi calon karyawan yang dinyatakan lolos tahap seleksi tertulis agar besok hadir pada pukul 09:00 wita untuk mengikuti tahap interview dan jika lolos akan langsung tes kesehatan serta tanda tangan kontrak, bagi yang belum memenuhi persyaratan untuk lolos, semangat mungkin rejeki kalian belum ada disini tapi di lain tempat, tetap semangat dan optimis Terimakasih!".
__ADS_1
Bersambung.....