Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Ketegasan


__ADS_3

Kata-kata itu sukses menyayat hati Alya, sungguh Alya sudah mempersiapkan mental jauh-jauh hari dengan kata-kata itu tapi entah mengapa masih saja sakit rasanya.


Alya mengambil dan menghirup udara banyak-banyak, air matanya tidak boleh tumpah di hadapan ibu mertua sombongnya itu, lagi pula bukan Alya yang menginginkan Indra tapi Indra lah yang menjebaknya.


"Harus kuat... Tidak boleh nangis..". Batin Alya menahan air matanya sebisa mungkin dengan berpura-pura tersenyum.


"Saya tau nyonya sudah sangat lama ingin mengatakan kalimat itu... Saya juga tau tidak ada yang menyukai saya di mansion ini tapi saya tidak benar-benar malang karena saya memiliki suami yang menyanyangi saya".


Sungguh sekuat tenang Alya mengatakan hal itu meskipun dia sendiri sadar, jika pernikahan itu tidak di landaskan oleh cinta...


Tapi jika Alya tidak melawan dia akan semakin tertekan di mansion ini.


"Ha-ha-ha omong kosong macam apa itu, kau pikir Indra serius dengan mu hah!". Bu vanessa menatap semakin mengintimidasi.


"Serius atau tidaknya fakta bahwa saya sudah menikah dengan Nya, itu adalah bukti nyata keseriusan suami saya". Jawab Alya.


Sejujurnya kalimat tersebut hanya karangan Alya, sungguh malu rasanya jika dia mengatakan hal itu di hadapan Indra.


"Wah.. kau sungguh besar kepala ya.. kau tidak tahu saja jika Indra dan Celine sering tidur bersama.. ". Bu Vanessa memanas-manasi.


"Saya tidak perduli nyonya, karena itu masa lalu suami saya, dan sekarang saya lah masa depannya.. jika ingin suami saya dan nona Celine kembali bersama maka berjuang lah lebih keras lagi".


Apa sekarang Alya sudah bisa di katakan pemberani.. ha-ha-ha sangat bohong jika Alya tidak merasa jijik dengan ucapannya? Dia sendiri ingin menampar bibirnya yang telah lancang melawan orang tua.


"Apa! Oh jadi kau menantang ku sekarang? begitu?". Bu vanessa menjadi jengkel dengan jawaban Alya.


"Bukan begitu nyonya hanya saja..." Alya masih ingin menjelaskan jika hal ini adalah rumah tangga Nya, seharusnya Bu vanessa tidak perlu repot-repot mengurusi hal itu karena yang akan menjalani hubungan adalah anaknya.


"Hmmm...hmmm ." Pak Yen datang memotong pembicaraan mereka.


Di tangannya ada telpon genggam, melihat akan hal itu Bu vanessa segera undur diri.


"jaga ponsel mu baik-baik Yen". peringatan Bu vanessa sebelum benar-benar pergi


Dia tau bisa saja pak Yen telah merekam semua aktifitas pembicaraan mereka tadi.


pak Yen tidak menanggapi ucapan Bu Vanessa

__ADS_1


"Nona muda baik-baik saja?". Tanya pak Yen.


Alya tersenyum "saya baik-baik saja pak, Terimakasih telah menghawatirkan saya". Alya pun bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamarnya untuk beristirahat.


...****************...


Sementara itu di sebuah minibar Indra sedang mengadakan pertemuan dengan petinggi -petinggi perusahaan lainnya...


Hari memang masih siang tidak seperti biasanya saat menghadiri pertemuan yang di adakan pada malam hari...


Indra kali ini menginginkan pertemuan di siang hari dengan alasan memiliki kerjaan di malam hari padahal niatan hatinya untuk pulang lebih awal adalah untuk mencumbui istri kecilnya


Indra duduk bersama dua orang wanita di sampingnya begitu juga dengan petinggi -petinggi perusahaan yang lain masing-masing orang memiliki dua gadis di sebelah mereka yang berpakaian seksi ketak dan mini..


Namun sebelumnya mereka sudah di peringatkan oleh junsen untuk tidak menyentuh tuan muda sedikit pun hanya jika tuan muda ingin minum mereka berkewajiban mengambilkan.


Karena tugas utama Mereka adalah untuk mengambilkan wine dan memberikan pelayanan terbaik bagi customer.


Junsen sendiri duduk mengamati dari meja lainnya bersama beberapa bodyguard yang telah di persiapkan apabila ada kekacauan.


Indra tidak banyak berbicara karena dialah pemegang saham tertinggi, dia hanya sedang mengamati orang-orang yang sedang asik menjilat dirinya padahal Indra sendiri tau hasil kinerja mereka yang tidak seberapa..


"Hmm..." Indra berdehem kemudian menatap sinis pada wanita yang dengan lancangnya menyentuh tangannya.


"Maaf tuan". Buru-buru wanita itu meminta maaf.


Satu wanita di sebelahnya mengambil minuman kemudian mengguncangnya pelan sembari mengepresikan sensasi seolah dia menikmatinya (dia sedang menggoda Indra dengan kemolekan tubuh Nya)".


"Silahkan tuan". Gadis itu memberikan minuman itu pada Indra sembari bernada seksi.


"Hmm.." Indra mengambilnya kemudian meneguknya hanya satu kali tegukan.


Wanita penggoda itu tersenyum kemudian mengambilkan segelas lagi namun dengan segera Indra mengangkat tangannya tanda untuk berhenti.


"Waktu kalian disini sudah cukup, keluar sekarang!!". Ucap Indra tegas.


"Ba..baik tuan". Mendengar ucapan itu mereka langsung bangkit berdiri karena takut...

__ADS_1


Namun gadis yang menyentuh tangan Indra barusan dengan sengaja menumpahkan minuman di tangannya saat hendak meletakkan nya di atas meja dan hal itu sukses mengenai celana Indra.


"Hey!!". Indra mulai kesal tatapannya menjadi tajam sekali.


"Maaf tuan..maafkan saya". Gadis itu sedikit takut tapi dia suka juga, dia berharap hari ini dapat tidur dengan Indra agar popularitas nya di bar naik .


Karena mereka semua memiliki misi untuk merayu dan menggoda para pejabat jika berhasil maka itu akan semakin menunjang karier mereka dan bisa memiliki gaji yang luar biasa dari majikan mereka sebagai nilai plus.


"Saya akan membersihkannya tuan". Wanita itu mengambil tissue ingin menyentuh paha Indra namun dengan segera Indra menggeser kakinya.


"Junsen!". Meskipun dengan suara kecil namun junsen bisa mendengar hal itu.


"Siap tuan". Junsen sudah tau apa yang akan di lakukan pada wanita penggoda itu.


"Silahkan ikut saya keluar nona". Ucap Junsen dengan muka menyeramkan.


"Tuan.." mereka bergumam dengan muka memelas.


"Pertemuan kali ini cukup sampai disini, aku muak mendengarkan ocehan kalian dari tadi!". Ucap Indra sembari bersandar di kursi.


Sepertinya pertemuan kali ini hanya membuang-buang waktu Indra, jika saja dia tidak masuk bekerja dan menghadiri pertemuan ini mungkin dia sudah bersenang-senang dengan Alya sekarang.


Memikirkannya membuat Indra teringat kejadian semalam, erangan Alya yang meminta ampun dan tangisan kecil wanita itu menahan peri..


"Ah kepala ku menjadi pusing". Indra memijat-mijat keningnya.


Semua orang keluar satu persatu dari ruangan tersebut dengan muka sedikit kecewa karena telah gagal menarik perhatian Indra, padahal proyek pembangunan hotel ini cukup besar anggarannya.


Ribut-ribut dari ruangan bar sebelah mulai terdengar oleh isakan tangis.


Indra hanya diam mendengarkan suara tersebut...


Yah suara itu berasal dari junsen yang sedang asik menertibkan dua gadis itu, tentu saja bermain kasar sedikit...


"Kau sungguh harimau liar junsen". Gumam Indra karena dia tau tamparan junsen tidak pernah main-main dan tidak juga pandang bulu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2