Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
tidur bersama


__ADS_3

Sebenarnya Indra tidak berniat untuk pulang ke mansion, tapi sekarang sudah beda ada Alya di sana dan jika dia tidak ada Indra khawatir Alya akan tertekan karena Bu Vannesa dan Katrin ada di sana.


Beberapa saat pun berlalu, mobil Indra kini telah tiba di mansion, ia di sambut oleh para pelayan yang berjejer di depan pintu masuk..


" Selamat malam menjelang pagi tuan". Ucap Pak Yen menundukkan kepala di ikuti yang lain.


"Hmm... Apa dia sudah tidur?". Indra menanyakan Alya.


"Sudah tuan, nona muda sudah tidur di kamar". Jawab pak Yen.


"Bagus kalau begitu ". Jawab Indra lalu kembali melangkah menuju kamar


"Ceklek..." Pintu kamar di buka, cahaya remang-remang menghiasi kamar...


Indra melihat ke arah tempat tidur namun ternyata Alya tidak tidur di sana, dia malah tidur di sofa .


Indra merasa heran "kenapa dia tidur di sofa? Apa dia takut?". Indra bertanya-tanya kemudian melangkah mendekati Alya.


Tanpa basa-basi Indra langsung mengangkat dan memindahkan tubuh Alya ke ranjang, tidak sopan rasanya membiarkan istrinya tidur di sofa.


Alya yang tertidur pulas tidak menyadari akan hal itu bahwa dirinya telah di pindahkan ke ranjang.


Indra kemudian berbaring lalu tidur di samping Alya, dia juga capek dan sangat mengantuk..


...----------------...


Pagi hari akhirnya tiba..


Alya membuka matanya kemudian menguap sembari menggeliat, tidurnya nyenyak sekali...


Saat menggeliat tanpa Alya sadari ternyata tangannya menyentuh tubuh seseorang yang di yakini itu ada di pemilik kamar...


Alya melirik dengan cepat kemudian menutup mulut...


"Apa dia yang memindahkan ku ke sini". Alya bertanya-tanya..


Dia kemudian membuka selimutnya sedikit memeriksa pakaiannya... Yah Alya parno dia takut kalau-kalau semalam Indra telah merabah atau membuka bajunya...


Alya bernapas lega ketika melihat ternyata masih utuh dan aman..

__ADS_1


"Kenapa si raja Firaun ini memindahkan ku kemari, oh.. jangan bilang dia mau modus lagi.." apakah Alya lupa jika mereka sudah menjadi suami istri sekarang.


Buru-buru Alya menyibak selimutnya kemudian bangkit untuk turun dari ranjang... namun tiba-tiba saja dalam keadaan tidur pulas Indra meraihnya dan memeluknya seperti guling.


"What..." Alya bergumam terkejut dengan reaksi itu.


"Tuan..tuan..." Alya mencoba membangunkan Indra yang seperti anak kecil memeluk guling sangat erat.


"Matilah aku". Batin Alya, dia bergerak sebisa mungkin untuk melepaskan pelukan Indra dari tubuhnya, namun sia-sia saja dekapan Indra terlalu kuat bahkan untuk mengangkat kakinya yang sedang menindih kaki Alya pun sangat susah.


"Tuan bangun". Alya mulai tidak enak di posisi itu, dia juga kesulitan bernafas, dan yang bisa ia lakukan hanya bergerak untuk membuat Indra terbangun.


"Tuan...". Lagi Alya sedikit meninggikan volume suaranya agar Indra terbangun.


"Hmmm...." Dengan malas dia menjawab, mungkin Indra berfikir dia sedang bermimpi.


"Tuan bangun saya tidak bisa bernafas". Alya sudah sangat gelisah dan untungnya dengan cara itu Indra bisa bangun...


Deg...


Indra pun terkejut sama hal dengan Alya ketika tatapan mata mereka bertemu.


Indra segera menjauhkan diri "Apa yang kau lakukan! Apa kau menggoda ku!". Ucapnya kesal


"Kau berani mengomeli ku hah!". Indra bangun lalu duduk memelototi Alya.


"Bukan begitu tuan tapi anda yang duluan menuduh saya tanpa bukti". Alya juga menatap Indra.


"Wah kau semakin berani yah! Turunkan pandangan mu, lihat kelantai!". Indra tidak ingin di pandangi dengan kesal dia menunjuk ke lantai dengan kesal..


bukankah tadi Indra sendiri yang memindahkan Alya ke atas kasur, dan yang mendekapnya adalah Indra, apa Indra hanya pura-pura?.


Buru-buru Alya menurunkan pandangannya mengikuti arah Indra menunjuk..


"Maaf tuan". Akhirnya Alya jugalah yang akan minta maaf.


"Cepat siapakah air hangat untuk ku". Perintah Indra


"Baik tuan". Alya kemudian pergi ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air yang hangat untuk Indra sesuai perintah.

__ADS_1


Alya masih kelihatan mengantuk, terbukti beberapa kali dia masih menguap meskipun sudah cuci muka .


Setelah air hangat itu sudah siap Alya keluar lagi dari kamar mandi ingin memberitahukan Indra jika airnya sudah siap.


Namun... Ternyata Indra kembali tertidur dengan pulasnya...


"Tuan.. tuan bangun, airnya sudah siap nanti keburu dingin". Alya mendekati dan membangunkan Indra.


"Hmm..." Indra sangat mengantuk, ini kali pertamanya dia mengantuk separah itu di pagi hari, biasanya meskipun lembur Indra tetap masih bisa bangun pagi namun sekarang dia terlihat malas sekali.


"Jangan salahkan saya setelah ini tuan, karena saya juga harus berangkat ke kantor". Ucap Alya, karena Indra belum bangun juga dia akhirnya menggunakan air itu untuk mandi terlebih dahulu dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Alya masuk ke dalam kamar mandi kemudian menguncinya rapat-rapat takut apabila Indra tiba-tiba masuk, apa lagi pintu kamar mandi terbuat dari kaca yang bisa di buramkan dan juga tembus pandangan ke arah ruang ganti...


Sangat beresiko jika Alya tidak menutup pintu itu..


Alya menikmati mandinya lalu keluar dan bersiap-siap, dia sendiri bingung baju yang mana yang akan ia kenakan ke kantor..


Rasanya pakaian kantor yang ada di lemari semuanya sangat mencolok jika baju itu bermerek "apa tidak ada yang biasa-biasa saja". Gumam Alya lalu mencari-cari lagi...


Namun hasilnya nihil tidak ada baju yang biasa di obral di pasar yang ia dapati, semuanya baju branded dan memiliki merek.


"Apa kata karyawan kantor kalau aku menggunakan baju mahal seperti ini, bisa-bisa mereka malah curiga". Alya kebingungan lalu duduk sembari melihat ke arah baju yang masih tergantung di lemari.


Lama Alya duduk di sana kemudian memilih secara acak baju yang akan ia kenakan, dia berharap Indra mau mengisikan nya membawa baju-bajunya dari apartemen dan barang-barang Alya yang lainnya.


Setelah semuanya siap Alya kembali membuka pintu dan ternyata Indra sudah berdiri dengan muka kesal disana...


"Minggir..." Indra menyentil kening Alya, lumayan keras..


"Aduh..." Alya meringis sembari mengusap keningnya.


Indra berjalan menuju kamar mandi masih dengan gaya layu, yah bayangkan saja orang yang baru bangun dan mengumpulkan nyawanya, begitulah gaya berjalan Indra.


"Parasit!!". Teriak Indra.


"Iya tuan ada apa". Alya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, masih mengusap-usap keningnya.


"Dimana air hangatnya?". Tanya Indra dingin sembari duduk lalu menguap di atas closed yang masih tertutup.

__ADS_1


Alya menggaruk kepalanya "maaf tuan, tadi anda masih tertidur jadi saya pakai...". Ucap Alya canggung, dan benar saja Indra sudah memelototi nya.


bersambung


__ADS_2