Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Alya kesal pada Pak Burhan?


__ADS_3

"Bagaimana tidur mu semalam apakah nyenyak?". Tanya Indra


Junsen melirik dari samping... Apa benar itu tuan Indra yang bertanya? Tumben pikirnya.


"Iya tuan". Jawab Alya, dia terus menundukkan kepala, malas menatap Indra.


"Tidak perlu buru-buru!". Indra memperhatikan Alya makan dengan buru-buru


"Maaf tuan". Jawab Alya lalu mulai dengan santai menyantap makanan.


Suasana menjadi hening, hanya terdengar piring dan ketukan sendok disana, hingga sarapan pun selesai.


Selanjutnya posisi mereka sudah siap-siap ke bandara, setelah menjemput Bu Vannesa di rumahnya.


Di dalam mobil...


Alya duduk di depan bersama Junsen yang sedang mengemudi, sementara Indra duduk di belakang bersama ibunya.


Beberapa kali Bu Vannesa terlihat kesal dan tidak nyaman dengan kehadiran Alya bersama mereka di dalam mobil, namun dia berusaha untuk tetap diam lantaran segan pada Indra.


Hanya tercipta keheningan di dalam mobil, entahlah semuanya sibuk dengan pemikirannya masing-masing...


Hingga mereka tiba di bandara, Alya terlihat layu membawa kopernya, pikirnya terus melayang - layang membayangkan dirinya akan menjadi istri bosnya beberapa hari lagi.


"Nona biar saya saja yang membawanya". Ucap Junsen pada Alya.


"Anda juga kerepotan bukan?... Saya masih bisa sendiri pak". Jawab Alya.


Sementara Indra dia juga banyak pikiran sebenarnya namun dia memilih untuk tidak menghiraukan hal itu.


"Kau serius ingin menikahi gadis biasa itu?". Tanya Bu vanessa memastikan lagi.


Posisi mereka sudah berada di ruang tunggu..


"Tentu saja mom, memang apa lagi". Jawab Indra, dia melangkah untuk memanggil Alya masuk dan menunggu di ruang tamu VVIP.


Awalnya Alya menolak namun karena Indra menatap dingin membuatnya tidak bisa menolak lagi.


Alya masuk dan seketika itu juga raut wajah Bu vanessa berubah, dia seperti membenci Alya setengah mati.


Begitu pun saat mereka sudah berada di dalam pesawat, Bu Vannesa sama sekali tidak ingin dekat-dekat dengan Alya.


Junsen menatap mereka dalam hati ia berbicara "bagaimana nasib gadis malang itu selanjutnya, dia hanya korban dari ke egoisan tuan muda, bagaimana pernikahan akan terwujud ketika tidak ada cinta di dalamnya"..


Ia menggelengkan kepala, dia sendiri juga pusing dengan sikap tuan muda yang tidak bisa memikirkan perasaan orang lain dan hanya bertindak sesuka hati, dan parahnya junsen juga akan terlibat dalam setiap hal yang tuan muda lakukan untuk membereskan masalahnya.


...****************...

__ADS_1


Waktu pun berlalu...


singkatnya mereka sudah tiba Di Indonesia...


Selesai beristirahat sebentar di apartemennya, Alya bergerak ke dapur untuk membuat coklat susu hangat..


Dia kembali melamun dan hanyut dalam pikirannya, entah kapan semuanya menjadi baik-baik saja...


Alya tersadar ketika suara ponsel di sebelahnya berdering...


Kak Owin calling...


Alya buru-buru mengangkat sambungan telepon " iya halo kak Owin". Ucap Alya.


"Halo Alya?... Bagaimana kabar mu, kemarin kakak ke apartemen kau tidak ada dan ponsel mu juga susah di hubungi kau baik-baik saja kan?". Jawab Owin, nada bicaranya terdengar khawatir


"Aku baik-baik saja kak kemarin ada urusan pekerjaan di luar jadi aku nggak di apartemen, Oyah ada apa kakak ke apartemen, tumben?". Tanya Alya bersuara seolah dia tidak memiliki masalah...


Dia selalu pintar menyembunyikan masalah dari kakaknya.


"Ada masalah baru di rumah Al... Ayah dan bunda..." Terdengar Owin bernada sedih.


"Ada apa kak?". Tanya Alya mulai khawatir.


"Pak Burhan dan anaknya datang lagi ke rumah menemui ayah, mereka memaksa untuk menjodohkan mu pada anaknya.. siapa.. siapa lagi namanya ". Owin bertanya-tanya.


"Yah itu.. si bencong satu itu, dia datang dan mengancam ayah, mereka akan menyita rumah kita ". Suara Owin semakin berat.


"What.. kenapa bisa begitu kak?".


"Pak Burhan memfitnah ayah telah melakukan korupsi di kantornya, kakak sendiri tidak mengerti, kemarin banyak surat-surat yang pak Burhan bawa ke ayah katanya itu adalah bukti jika ayah banyak melakukan kecurangan di perubahannya ". Jelas Owin.


"Apa kata ayah? Benar ayah yang melakukan itu?". Alya sangat penasaran.


"Alya apa kau tidak mengenal Ayah? ... Ayah tentu tidak berani melakukan hal sekeji itu, dia hanya di fitnah demi untuk perjodohan konyol ". Terdengar Owin kesal mengatakannya.


"Brengsek! Mereka benar-benar keterlaluan ". Alya menjadi geram pada Keluarga pak Burhan.


Sungguh jijik jika dulu Alya menerima lamaran tersebut, mereka ternyata keluarga jahat..


"Alya apa kau bisa datang sebentar ke rumah... Anak buah pak Burhan mulai menyita barang-barang rumah dan mereka mengancam jika kau tidak datang mereka akan merobohkan rumah kita".


"Aku akan kesana sekarang kak". Jawab Alya.


"Oke Kakak jemput...".


"Tidak perlu kak, aku sendiri akan kesana sekarang ". Alya segera memutuskan sambungan telepon...

__ADS_1


Hatinya terbakar emosi, kesal rasanya mendengar ayahnya di fitnah, belum lagi rumah yang menyimpan banyak kenangan akan di robohkan...


"Hey enak saja kalian!". Alya terus menggerutu di atas motor.


Sementara itu tanpa sengaja Indra yang berniat datang mengunjungi Alya, dengan maksud untuk mengajaknya jalan-jalan sebagai penghibur agar Alya tidak stress lagi, malah merasa heran .


Di jalan yang berlawanan arah Indra melihat Alya begitu cepat dalam mengendarai motornya...


"Apa itu adalah gadis parasit... Kemana dia akan pergi". Indra bertanya-tanya.


"Hmm apa kau melihat, gadis parasit baru saja lewat di sana?". Tanya Indra pada Junsen.


"Tidak ada tuan". Jawab junsen, dia sama sekali tidak melihat ke luar jendela tadi, karena pandangannya terus fokus ke jalanan.


"Tapi aku yakin itu gadis parasit". Indra bertanya-tanya.


"Apakah tempat tinggalnya masih jauh?". Indra bertanya lagi


"Tidak terlalu jauh lagi tuan, sebentar lagi kita akan tiba". Jawab Junsen.


"Oke!".


Beberapa saat kemudian junsen sudah tiba di apartemen Alya, dia mengetuk - ngetuk kamarnya namun tidak ada sahutan dari dalam. Sementara Indra dia masih di dalam mobil, khawatir apabila ada paparazi mengikuti mereka.


"Nona permisi, apa anda melihat wanita yang tinggal di kamar ini?". Tanya Junsen pada tetangga kamar Alya.


"Sepertinya baru saja dia keluar tuan".


"Nona tau kemana wanita itu pergi". Lagi junsen bertanya.


Wanita itu menggeleng"tidak tuan".


"Baik terimakasih". Jawab junsen lalu segera pergi.


Ia kemudian masuk ke dalam mobil...


"Bagiamana?". Indra bertanya.


"Nona baru saja keluar tuan". Jawab junsen sembari menyalakan mobil.


"Benar pasti yang tadi aku lihat, hmm apa kau bisa melacak dimana dia sekarang?". Tanya Indra


"Tunggu sebentar tuan saya akan mencoba mencari tahu Dimana titik keberadaan nona". Untung saja junsen pernah belajar IT jadi dia bisa melacak keberadaan Alya dengan menggunakan nomor ponsel yang masih aktif.


Indra melihat - lihat sekeliling tempat tinggal Alya...


next....

__ADS_1


__ADS_2