Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Pernikahan


__ADS_3

" Ya sudah, kalau begitu tunggu apa lagi nona". Ucap junsen ..


Alya bangkit berdiri "saya permisi pak" . Dan akhirnya lagi-lagi Alya harus pergi meninggalkan pekerjaan yang masih begitu banyak.


Alya menghabiskan sekitar 5jt di salon hanya untuk perawatan rambut dan pewarnaan...


Alya memandangi dirinya di cermin... Kesal rasanya melihat dirinya yang berbeda, memang terlihat cantik sih tapi Alya tidak suka rambut pirang, belum lagi baunya yang menyengat, membuat Alya ingin muntah.


"Ting..." Belum selesai mengomel di depan cermin, notifikasi masuk ke ponsel Alya.


"Raja Firaun".


"Kirimkan hasilnya". Isi notif itu, maksudnya adalah hasil dari rambut Alya yang baru.


Alya mengirimkan foto rebutan di depan cermin...


Indra terlihat puas sekali dengan hasil itu... Sekarang sudah mirip princess...


"Besok-besok mungkin tuan muda akan menyuruh ku melakukan operasi plastik, ck.. menyebalkan dan apakah aku harus mengatakan iya... Aku rasa aku akan gila dalam waktu dekat.." batin Alya.


...****************...


Satu Minggu pun berlalu dengan banyaknya drama-drama tuan muda yang tentu saja sangat menyebalkan, terlebih kemarin Indra memperingati Alya bahwasannya setelah menikah tidak akan ada yang berubah dari kontrak sebelumnya...


Alya akan tetap menjadi asisten pribadi yang berkedok sebagai istri, dan pernikahan juga akan di gelar secara tertutup...


Karyawan kantor tidak boleh ada yang tau mengenai pernikahan tersebut, terlebih media tidak boleh meliput atau mencium bau-bau dari pernikahan tersebut, dan junsen selama satu Minggu penuh telah bekerja keras untuk hal itu.


Alya akan tetap pada pekerjaannya yaitu pegawai dan ahli gizi tuan muda, sementara itu Alya juga berstatus sebagai istri nantinya jadi dia di haruskan untuk tinggal bersama Indra di mansionnya.


...****************...


Hari pernikahan pun tiba yang di gelar di malam hari...

__ADS_1


Tamu-tamu yang datang adalah penjabat dan orang-orang kaya yang sudah Indra beritahu jika pernikahan itu adalah rahasia, tidak boleh bocor keluar apa lagi jika tercium media, tamu yang di undang juga di beri surat perjanjian untuk tidak menyebar luaskan bahkan mengambil gambar pada saat acara berlangsung.


Mereka semua di breafing oleh junsen untuk merahasiakan hal tersebut dengan alasan tuan muda tidak suka mengubar-umbar hubungan, terlebih dirinya adalah seorang miliader jadi alasan cukup jelas adalah demi melindungi sang istri dari orang-orang jahat yang irih atau yang bisa saja mencelakainya...


Yah itu adalah alasan yang orang lain terima padahal tidak begitu kenyataannya, pernikahan itu tidak pernah di dasarkan oleh cinta, hanya sebuah sarana untuk membalas rasa sakit hati dan rasa gengsi tuan Indra pada sahabatnya sehingga merencanakan hal seperti itu.


Alya terlihat cantik dengan gaun yang ia kenakan, cantik sekali di padukan dengan rambut pirangnya...


Dia benar seperti seorang princess sekarang, penampilannya berubah 180 derajat ketika berada di pelaminan.


"Kenapa kau menunduk?, tundukan kepala mu hanya saat berhadapan dengan ku bukan dengan orang lain seperti mereka!!". Ucap Indra di pelaminan.


"Baik tuan". Jawab Alya.


Alya membalas salaman orang-orang yang datang memberikan ucapan selamat kepadanya dengan senyuman dan ucapan terimakasih.


Di hadapannya sudah ada keluarganya dan ada juga Bu vanessa yang sedikit menjauh dari mereka, dia tidak pernah suka dengan pernikahan putranya bersama gadis miskin.


Katrin juga ada disana, tentu dia tidak berniat ikut jika saja junsen tidak memperingati nya untuk ikut serta menyaksikan pernikahan kakaknya...


Dan untung saja mereka setuju, yah walaupun Bu Nensy sangat ingin memamerkan hal itu tapi karena takut pada Indra dia memilih untuk mengikuti alur saja ..


Banyak orang memberikan ucapan selamat pada mereka berdua...


"Tegakkan bahu mu, bukan kah sudah ku katakan kau hanya boleh tunduk dan membungkuk pada ku!". Indra berbisik di telinga Alya, sesaat setelah berulang kali dia melihat istrinya membungkukkan badan di hadapan orang.


"I..iya tuan". Jawab Alya juga berbisik.


Alya menahan getaran di tangan serta kakinya, tangannya mengeluarkan keringat luar biasa padahal suhu AC di dalam gedung sangat dingin...


Alya mengangkat kepalanya mamandangi para tamu, terlihat mereka semua sangat menikmati pesta, di pojok sana Alya menangkap sosok Owin yang melihat ibah padanya.


Sejujurnya Owin tahu jika pernikahan ini tidak berdasarkan cinta, dan Owin juga merasa bersalah pada dirinya sendiri karena sebagai kakak dia telah gagal melindungi adiknya...

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, Alya meminta izin pada Indra untuk pergi sebentar ke toilet, dan untungnya Indra mengisikan.


Di setiap sudut ternyata penjagaan sangat ketat, banyak pria dan wanita berseragam jas hitam lengkap dengan earphone yang sudah tersambung di telinga mereka, sangat rapih kelihatannya, juga dengan tubuh tegap.


"Pernikahan ini sudah seperti pernikahan para bangsawan saja". Batin Alya.


Salah satu penjaga wanita mengikuti Alya. Tentunya itu membuat Alya risih .


"Saya hanya akan ke toilet sebentar". Ucap Alya dingin


"Saya akan menjaga di luar nona". Jawab penjaga tersebut sembari membungkuk.


"Baik". Jawab Alya


Alya menatap dirinya dalam-dalam di cermin, Sekarang ini dia memang sudah menjadi istri sah Indra Herlambang, namun apakah dia akan mendapatkan kebebasan setelah ini, melihat penjagaan super ketat saja itu sudah seperti mencekik Alya dan itu membuatnya tidak nyaman.


Alya mencuci tangan sebentar kemudian keluar dari toilet menuju Altar.. suasana masih meriah, musik dan lagu-lagu populer ternama silih berganti di nyanyikan oleh artis papan atas.


Alya melirik ke samping suaminya, dia sedang berbicara dengan Celine.. oh iya Alya baru sadar akan kehadiran Celine disana...


Celine bergerak dan mengulurkan tangan untuknya..


"Selamat, kau benar sudah menjadi istri Indra sekarang, laki-laki hebat yang memiliki banyak peminat". Celine terkekeh, tapi raut wajahnya berbeda sedikit.


"Terimakasih nona Celine". Alya tersenyum manis, seolah dia sangat bersyukur atas pernikahannya dengan Indra seperti yang Celine ucapkan.


"Indra kau terlihat tampan malam ini, tak ku sangka selain aku, kau juga sangat serius dengan Alya". Ucapan Celine seperti mengandung makna tersendiri di dalam nya,


padahal dulu dia tidak ingin memiliki hubungan dengan Indra tapi entah mengapa dia terlihat jeles saja dengan pernikahan Indra...


Tapi bukan kah dia sendiri yang menantang Indra... Sungguh aneh bukan..


Celine mengangkat tangan nya, kemudian menyentuh kerah baju juga dasi Indra seolah tengah memperbaikinya, padahal jika di lihat dari arah mana pun dasi itu masih sangat rapi

__ADS_1


"Singkirkan tangan mu". Ucap Indra lumayan menekan.


next


__ADS_2