Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
penjelasan ke luar negeri


__ADS_3

"Terimakasih tuan". Jawab Alya.


Selanjutnya Alya menikmati hidangan pembuka tersebut... Dan...


"Ya Tuhan.. jadi seenak ini makanan orang kaya". Batin kemiskinan Alya meronta-ronta...


Tampak dia sangat menikmati makanan pembuka tersebut, hingga habis tentunya.


Tidak begitu lama makanan yang Alya pesan sudah siap,


"Permisi nyonya....maaf telah menunggu lama". Ucap pelayan


"Tidak masalah mbak..." Jawab Alya dengan senyuman.


"Silahkan nyonya ".


"Terimakasih mbak". Jawab Alya dengan ramah.


Pelayan pun pergi dan Alya mulai menikmati hidangan tersebut...


Satu.. dua.. tiga kali sumpit, nampak Alya sangat sangat puas dengan hidangan tersebut, rasanya entah mengapa lebih dari pas di lidah dan membuatnya selalu ingin lagi dan lagi memakannya...


Alya selesai dengan hidangan tersebut, dia puas dan sekarang waktunya untuk membayar...


Pelayan datang membawakan bill...


Alya tidak melihat berapa harga makanan tersebut, dia tidak perduli lagi, yang dia tau dia sangat puas, ia lalu menyerahkan kartu kredit nya kepada pelayanan.


Segera pelayan tersebut menggesek dan transaksi pun berlangsung "Terimakasih banyak nyonya, maaf.." pelayan berterimakasih lalu menyerahkan kartu Alya kembali berserta struk pembayaran.


"Sama-sama mbak". Alya mengambil dengan senyuman.


Alya tercengang, dia membuka matanya lebar-lebar harganya 35jt bahkan hanya 3 menu makana dan satu minum...


"What apa ini tidak salah.. Harganya bisa beli motor keluaran terbaru... Atau bahkan bisa beli iPhone ". Batin Alya.


Alya kemudian beranjak dari mejanya lalu pulang...


"Gila tuh makanan... ". Sepanjang jalan Alya terus menerus memikirkan harga makanan tersebut, bahkan pikirannya pun melayang membayangkan berapa pengeluaran orang-orang kaya di luar sana jika hanya untuk sebuah makanan mereka setiap hari mengeluarkan bajet puluhan juta.


"Makan di warung dengan bajet 15 ribu juga bisa kenyang kok, tapi orang kaya..". Alya terus berfikir betapa hidup gengsi Sangat membebani". Batin Alya.


Akhirnya Alya tiba di apartemen, dan langsung merebahkan dirinya... Rasa lelah membuatnya merasa ngantuk hingga tanpa sadar tertidur pulas...


"Drruuttttt.... Drutttt.... Ponsel Alya mulai bergetar di atas meja.

__ADS_1


"Druuuttttt.. Druuutttt..." perlahan Alya membuka matanya meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.


"Yah hallo". Dengan suara berat Alya menjawab


"Kau sudah siap?". Tanya Indra .


"Jam berapa ini..." Gumam Alya kemudian melihat jam di ponselnya, Oh my God, dia harus segera siap-siap ke bandara untuk cek in...


"Yah.. saya sudah siap tuan". Alya buru-buru bangkit dari tempat tidurnya.


"Oke kita ketemu di bandara 25 menit lagi".


Tut Tut.. telfon di matikan sebelum Alya berhasil menjawab.


"Sial tidur ku benar-benar nyenyak hingga lupa kalau hari ini harus ke bandara". Batin Alya, dia mulai berlari kesana kemari mengambil peralatan mandi.


Arya buru-buru dia juga sudah tidak sempat mencuci rambutnya, memakai riasan seadanya dan berlari lagi kesana kemari...


"Semoga tidak ada yang terlupa". Gumamnya sembari memakai sepatunya di luar apartemen lalu berlari secepat mungkin membawa kopernya.


"Taxi.. Taxi..." Beruntung ada taxi yang lewat.


"Pak kebandaraan ya, kalau bisa ngebut, saya sudah terlambat..." Ucap Alya terburu-buru.


Supir taxi tersebut lumayan bar-bar, caranya mengemudi seperti akan mengantarkan orang ke peristirahatan terakhir..


Alya tak kuasa, sekarang isi perutnya seperti akan keluar... Rasanya sangat mual... Alya menutup matanya ketika supir taxi membela jalanan dengan begitu hebatnya tanpa tersenggol oleh pengendara lain ..


Perjalanan yang biasanya di tempuh selama 30 menit kini hanya 15 menit saja, bisa kalian bayangkan seberapa laju kecepatan mobil tersebut.


"Non kita sudah sampai..." Ucap supir taxi, namun tidak ada jawaban dari Alya.


"Non...? " Supir taksi melirik di spion kemudian membalikkan badan menatap Alya yang lunglai di belakang seperti baru saja tersadar... Dia sementara mengatur nafas .


"Pak mantan pembalap ya?". Gumam Alya, ia menahan untuk tidak muntah.


"He-he-he bukan kok non". Supir taksi malah terkekeh, dia menganggap hal itu sebagai pujian.


"Berapa pak?". Tanya Alya, sembari membuka dompetnya.


"50k non". Jawab pak supir.


Alya memberikan uang pas sembari mengucapkan "Terimakasih pak".


"Sama-sama non"....

__ADS_1


Setelah menurunkan kopernya Alya kembali buru-buru berlari ke dalam bandara untuk melakukan cek in, tubuhnya masih lunglai namun hebatnya dia masih bisa berlari..


mungkin karena ketakutan membuatnya lupa jika dia hampir saja mabok di jalan ..


Alya tiba di dalam bandara kemudian setelah cek in petugas bandara segera mengarahkan Alya untuk masuk dan menunggu di ruang tunggu bandara sebelum pesawat take off.


Indra menunggu di ruang privat tempat tamu yang memiliki jet pribadi menunggu, yah mereka akan berangkat menggunakan jet pribadi, sementara Alya dia menunggu di tempat keramaian dimana orang biasanya juga menunggu.


Setelah menunggu akhirnya mereka di panggil untuk keberangkatan, Tentu saja Indra sudah lebih dahulu berada di dalam jet sebelum Alya, itu pun karena Alya tidak tahu dia harus meminta petugas bandara mengantarnya ke atas jet.


Mereka berangkat....


"Wah jadi begini ya rasanya naik pesawat jet.. duh seumur hidup ini adalah pengalaman yang berharga untuk ku". Batin Alya.


"Permisi nona". Ucap Junsen yang datang sembari duduk berhadapan dengan Alya.


"Iya pak". Alya mempersilahkan.


"Saya ingin memberitahukan maksud kepergian kita ke Amerika". Ucap Junsen, hal yang sedari kemarin Alya tanyakan baru akan di jawab setelah mereka di pesawat.


"sungguh aneh".


"Apa itu pak". Jawab Alya.


"Selama 3 hari di Amerika, nona di minta untuk menjadi kekasih pura-pura tuan muda, itu berarti nona harus bersikap selayaknya pacar tuan muda, jangan memanggil tuan dan bersikap romantis lah selayaknya orang pacaran, panggilan tuan juga harus di ganti dengan panggilan sayang". Junsen menuturkan semuanya secara detail.


Terlihat wajah Alya terkejut, dia juga merasa aneh, dan matanya seolah bertanya meminta penjelasan yang lebih detail lagi.


"Begini, tuan muda akan menghadiri pesta pertunangan sahabatnya, namanya nona Celine, ini fotonya". Junsen memperlihatkan foto Celine.


"Lalu?". Alya bertanya lagi.


"Tuan muda tidak ingin datang sendiri tanpa menggandeng seseorang, jadi nona di minta untuk berpura-pura menjadi kekasih tuan muda, sampai disini jelas?". Ucap Junsen.


"Ta..tapi kenapa harus saya?".


"Saya juga tidak tahu nona, tuan mungkin memilih anda karena waktu yang singkat dan mepet.."


"Baik.. hanya berpura-pura bukan?". Jawab Alya.


"Hanya berpura-pura, tapi nona harus tetap menjaga sikap dan yang pasti nona harus tetap tunduk pada tuan muda". Jawab junsen.


"Oke saya mengerti.." Alya terlihat tenang dan santai-santai saja, lagian kan hanya pacar pura-pura dan itu di luar negeri siapa yang akan tau.


next....

__ADS_1


__ADS_2