Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Indra cemburu


__ADS_3

"Permisi nona Alya, anda di tunggu tuan muda di ruangan nya, hmm jangan sampai tuan sendiri yang datang menemui anda". Ucap Junsen yang datang memanggil Alya, sembari memperingati.


"Aku lelah, aku tidak perduli.." gumam Alya kesal.


"Nona masih ingat dengan Kon..."


"Iya iya saya ingat pak". Alya menyela ucapan junsen, dia takut jika junsen membeberkan soal perjanjian kontrak,


segera Alya bangkit berdiri dan pergi menuju ke ruangan Indra.


"Tok..tok..tok.."


"Hmm". Jawab Indra dingin,


Alya segera membuka pintu "ceklek..."


"apakah Tuan memanggil saya?". Ucap Alya dengan senyuman seolah tidak terjadi apa-apa padahal dia sangat kesal.


Indra menatap dengan tajam " kau memblokir nomor ponsel ku?". Tanya nya sinis.


"Hmm.. maaf tuan saya mungkin salah tekan". Alya bermuka bersalah.


"Cih.. kau pikir aku percaya begitu?, Kau benar-benar mau di pecat.." Indra bangkit sembari bersandar di mejanya.


Kedua tangannya berada di saku celana...


"Maafkan saya tuan". Alya tertunduk dengan muka memelas


"Kemari". Panggil Indra.


"Tuan.." Alya menatap dengan mata berkaca-kaca, dia berfikir Indra akan menyakitinya.


"Ada apa?". Indra mengertukan keningnya, apa ancaman pecat terlalu berlebihan sehingga Alya terlihat sedih


Alya menggelengkan kepalanya... Namun dia tetap diam di tempat.


Deg...


Alya terkejut dengan perlakuan Indra yang langsung datang memeluknya dengan mesra "aku hanya bercanda honey, jangan bersedih seperti itu". Ucap Indra pelan..


Alya yang awalnya sedih malah terkejut dan heran, kenapa Indra tiba-tiba memberikan perlakuan manis, biasanya tidak seperti itu.


"Hmm tuan". Alya melepaskan pelukannya..


"Yah..?" Indra menatap Alya dengan berwajah lembut.


"Ada apa dengan anda..?" Tanya Alya bingung.


Indra sendiri pun bingung dengan posisinya sekarang, kenapa tanpa sadar dia malah memeluk Alya yang sedang sedih, apakah benar Indra sudah jatuh cinta padanya.


"Tidak ada, lupakan". Buru-buru Indra menjauh dari Alya dengan menahan malu.


"Hmm baik tuan". Alya tertunduk masih bertanya-tanya mengapa tingkah Indra sangat aneh tidak seperti biasanya.


"Kau boleh keluar sekarang". Ucap Indra posisinya sedang duduk menatap komputer.

__ADS_1


"Baik tuan, saya akan ambilkan makan siang untuk anda". Jawab Alya.


"Tidak.. tidak usah, kau boleh kembali bekerja ". Tolak Indra,


dari yang Alya lihat sepertinya ekspresi Indra mulai salah tingkah...


"Baik tuan, saya permisi". Alya segera keluar...


"Manusia aneh". Batin Alya sembari menuju ke meja kerjanya.


Sementara di dalam ruangan Indra...


Dia seperti tertekan sendiri dengan ulah Nya "kapan aku perduli dengan Nya, mengapa hatiku seperti sakit melihatnya bersedih". Batin Indra menyentuh dadanya.


"Apa benar aku mulai menyukainya... " Indra bertanya lagi pada dirinya.


Dia mengambil ponselnya kemudian melihat foto Alya saat mereka di Amerika, foto yang Indra ambil secara diam-diam saat Alya berdiri di balkon menatap senja.


Indra tersenyum kecil melihat foto itu, entah kapan dia mulai menyukai semua tentang Alya.


"Hmm... Aku harus mencari tau tentang dirinya" . batin Indra


Indra dengan cepat membuka Instagram pribadinya mencari-cari nama Alya disana...


"Siapa.. siapa sih namanya". Indra lupa nama lengkap Alya..


Duh dasar nama saja dia tidak ingat bagaimana mungkin dia layak di panggil seorang suami.


Indra kemudian mencari-cari dokumen (kontrak perjanjian kerjasama ) dirinya dan Alya, hanya untuk mencari tahu nama lengkap Alya.


"Oh jadi ini namanya.. cih begini saja aku tidak ingat". Indra meletakkan kembali map tersebut dan menyimpan nya dalam laci,


Dia lalu mulai mencari-cari foto Alya di Instagram..


"Ketemu". Ucap Indra dengan bahagia... Sangat bahagia hingga rasanya dia ingin teriak...


Hah, itu bahkan hanya sebuah sosial media tapi kenapa Indra sangat senang dan antusias melihatnya...


Indra mengklik profil Alya di Instagram ternyata Alya membuat story' tadi..


Story' tersebut berisi foto Alya dengan caption "hari yang melelahkan".


"Apa yang membuatnya lelah hari ini? Apakah persentasi tadi, itu bahkan hal kecil". Gumam Indra, entah mengapa ada kecemburuan melihat Alya aktif di sosmed


Indra mulai melihat - lihat profil serta unggah Alya...


"Lucu... Manis... Cantik..." Setiap kali Indra membuka foto itu dia menjadi senyum-senyum sendiri .


Indra menekan kolom komentar... Di sana terdapat beberapa komentar dari banyak cowok-cowok yang memuji ke cantikan Alya


"You look so beautiful"


"Nice "


"Hey kau sangat cantik.." di belakangnya ada love merah.

__ADS_1


"Manis sekali ".


"Very nice, apa kau sudah memiliki pasangan?". Ada juga yang menuliskan komentar seperti ini


"Aku ingin berkencan dengan mu".


Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang sukses membakar hati Indra, dia kesal ada yang mengirimkan komentar yang seolah ingin mengambil Alya darinya...


"Hey dia istri ku!!". Maki Indra di balik layar..


Indra bahkan sudah mengetik hal itu di kolom komentar namun sedetik kemudian Indra menghapusnya lagi...


"Apa aku cemburu buta sekarang...? Cih tidak mungkin". Indra membuang ponselnya ke atas meja lantaran kesal


Sore itu Indra tidak pernah fokus pada pekerjaannya, dia sangat uring-uringan di dalam ruangan nya, kesal rasanya memiliki istri yang memiliki banyak penggemar di Instagram...


"Apa dia sengaja tebar pesona di sosial media agar banyak yang mendekatinya begitu?".


"Cih dasar genit..."


Indra terus saja memaki foto Alya


"Apa Jangan - jangan dia juga memiliki chat pribadi dengan berandalan di messenger Instagram Nya". Batin Indra dia semakin tidak tenang dengan segala dugaan nya.


Setiap postingan Alya Indra selalu membacanya dengan teliti sampai di paling terakhir postingan tersebut ternyata ada yang mengomentari seperti ini..


"Semangat sayang". postingan beberapa tahun lalu


Panas... Sungguh panas hati Indra sekarang, dia menjadi kepikiran siapa laki-laki itu...


Buru-buru Indra menekan profilnya dan mencari tahu siapa pria yang mengatakan "sayang semangat" pada postingan Alya tiga tahun yang lalu...


"Apa dia mantannya " gumam Indra.


Indra membuka dan melihat beranda cowok tersebut, tidak ada postingan fotonya di dalam hanya ada gambar langit dan senja...


"Cih.. apa dia penikmat senja.. sok aesthetic". Indra memaki dengan kesal.


Tapi komentar itu selalu menghantuinya "berani sekali dia mengatakan sayang pada istri orang lain". Gerutunya.


Hey Indra sedang lupa jika itu hanya lah masa lalu Alya.


Indra meraih air di mejanya lalu segera meneguknya dengan kasar "berapa lama mereka menjalani hubungan... Berapa kali mereka berkencan... Sial ini membuat ku gila". Indra kesal sendiri pada dirinya.


Indra meraih ponselnya lagi...


Karena kesal Indra langsung mengirimkan notifikasi pada Alya..


"Kau dimana, ke ruangan ku sekarang". Isi notifikasi tersebut.


"Tidak terkirim? Apa dia masih memblokir nomor ku!". Indra lama-lama semakin geram ternyata Alya belum membuka blokiranya.


bersambung...


dawn😔

__ADS_1


__ADS_2