
Celine terkejut luar biasa, apa-apaan itu, Indra baru saja menikah dan perlakuan nya terhadap Celine sudah berubah 180 derajat...
Tunggu dulu, apakah itu semua karena Alya tepat berada di samping Indra... Tapi rasanya tidak mungkin bukan, mereka menikah bukan karena Indra mencintai Alya.. lalu mengapa perubahan sikap itu membuat hati Celine sakit, seperti dia tidak menerima Indra memperlakukan nya seperti itu.
Indra melirik sebentar pada Alya yang sedang memandang para tamu, kemudian pergi begitu saja tanpa sepatah kata, dia masuk ke ruang pengantin yang sudah kosong, banyak yang membungkukan badan padanya namun Indra terlihat hanya cuek saja.
Celine berakhir pada Alya kemudian menatapnya tajam, sepertinya perlakukan Indra membuatnya merasa jika pengaruh itu ia dapat dari Alya
"Apa yang kau lakukan padanya? Tidak biasanya dia seperti itu pada ku?". Tanya Celine dengan pandangan mengintimidasi.
Jujur saja Alya takut dan gelisah tapi dia mengingat pesan Indra tadi, untuk tunduk hanya pada aturannya bukan pada orang lain...
"Nona Celine bisa menanyakan hal itu pada suami saya, karena saya pun tidak tau apa-apa". Alya menampakkan senyuman manisnya..
"Sebelum kamu kenal pada Indra, aku adalah wanita yang sudah mengenalnya sejak kecil apa kau tau.. dan jika kau mempengaruhi persahabatan kami dan membuat Indra menjauhi ku, kau akan lihat seberapa nekat aku akan merebutnya kembali dari mu!!". Ancam Celine.
Tangan Alya semakin gemetar tapi dia tidak ingin menundukkan kepala, dia sadar dia sudah menjadi istri Indra sekarang, terlebih Alya tau Celine sudah memiliki tunangan, apakah benar dia akan merebut Indra lagi..
It's oke, Alya bahkan juga tidak perduli dengan itu, Alya hanya tau surat kontrak berlaku satu tahun dan ketika semuanya selesai Alya akan hidup bebas dan membangun karier di luar sana jadi dengan ancaman seperti itu Alya sama sekali tidak akan terpengaruh.
"Lakukan apa yang ingin anda lakukan nona, karena tugas saya bukan untuk mencampuri itu semua, saya hanya cukup diam untuk melihat bagaimana reaksi suami saya nantinya, paling tidak untuk sekarang saya menempati posisi sebagai istri tuan Indra".
Wow apakah itu tampak hebat, sekarang Alya menggunakan jurus ampuhnya sebagai pertahanan, Alya sesekali juga harus melawan bukan, dia tidak ingin terus-menerus di rendahkan.
Meskipun sejujurnya Alya tidak ingin dirinya menjadi angkuh karena pernikahan itu..
"Baiklah nyali mu cukup bagus, dan tanpa sadar kau telah mengibarkan bendera perang dengan ku, lihat saja nanti akan ku buat kau menangisi diri mu sendiri karena Indra akan memilih ku kembali". Sembari tersenyum licik Celine mengatakannya.
Alya sebenarnya bingung apa maunya Celine, wanita ini dia sendiri lah yang mau pernikahan ini, dia juga yang mau agar Indra tidak melibatkan perasaan dengannya agar persahabatan mereka tidak hancur lalu mengapa sikapnya berubah arah sekarang.
"Lakukan sesuai keinginan anda nona Celine". Dengan tenang Alya mengatakannya.
"Kau tidak takut?". Jawab Celine tersenyum miring.
__ADS_1
"Untuk apa? ". Alya balik bertanya...
"Kau!!!". Celine menjadi marah karena aduh mulut dengan Alya sepertinya dia kalah.
"Maaf nona, anda yang sudah memulai duluan". Ucap Alya.
"Apa sekarang kau jadi besar kepala hah! Kau lupa dari mana asal mu!!". Bentak Celine untung saja Aluna musik lumayan keras sehingga tidak ada yang mendengar perdebatan mereka.
Deg... Mental Alya bisa dawn jika itu permasalahan keluarga, Alya tidak ingin itu terlihat dia memilih untuk pergi meninggalkan Celine yang masih marah-marah.
Malam semakin larut, pak Roy dan Bu Nensy memeluk Alya sebelum mereka berpamitan untuk pulang...
Owin juga datang menghampiri Alya, dia tersenyum ke arahnya.
"Kau yakin baik-baik saja?". Tanya Owin
Alya mengangguk, menyembunyikan segala hal yang telah terjadi
"tentu... Suami ku orang kaya dan baik hati, apa yang akan aku khawatirkan ". Nada bicara Alya bergetar dan Owin tau itu.
Dan pada saat itu juga, dua orang penjaga mendekati mereka.
"Tidak apa-apa ... Dia kakak ku". Ucap Alya pada penjaga tersebut agar mereka menjauh.
"Baik nona". Mereka akhirnya mundur dan mengamati dari jauh.
Owin melihat akan hal itu dan dia bisa paham, seberapa ketatnya aturan yang akan adiknya jalani ke depannya.
"Terimakasih kak". Jawab Alya dengan senyuman.
Owin mengangguk "jaga diri mu baik-baik, kakak tidak bisa berlama-lama disini". Owin memeluk sejenak adiknya yang langsung di tatap dengan tajam oleh beberapa orang termasuk Junsen yang sedari tadi mengawasi mereka.
"Iya kak Owin, hati-hati di jalan ya". Alya melambaikan tangan melihat Kepergian Owin.
__ADS_1
Setelah kepergian Owin, junsen akhirnya mendekat..
"Permisi nona muda". Ucap nya .
"Apa-apaan itu pak, saya juga hanya karyawan biasa". Alya tidak ingin panggilan itu, terdengar asing sekali di telinga nya.
"Tidak nona, keadaan sudah berubah, dan tolong saya hanya memperingati agar nona lebih berhati hati ketika memulai obrolan dengan orang..."
Alya menyela.. "orang? Dia hanya kakak ku pak". Jawabnya.
"Tidak perduli entah itu kakak, ayah tau siapapun, jika Tuan melihat nya maka dia bisa mengartikan salah semua yang dia lihat, nona harus paham tentang itu". Jelas junsen.
"Hmm.. baik pak, saya akan mencoba mempelajari lebih banyak lagi mengenai tuan Indra ". Jawab Alya dengan nada malas karena kesal.
"Itu bagus". Jawab junsen.
Terlihat Indra dari jauh berjalan ke arah mereka...
"Junsen, panggil supir dan antar Nona muda kembali ke mansion". Perintahnya.
"Baik tuan". Segera Junsen melakukan perintah.
Junsen dan Indra pergi bersama dalam satu mobil ketika Alya sudah pulang di antar oleh supir yang lain. Yah mereka tidak pulang bersama. Mungkin Indra masih banyak pekerjaan, entahlah..
Mobil yang di tempati Alya mulai memasuki gerbang utama yang besar, Alya melihat sekeliling dengan takjub...
Alya tidak pernah melihat halaman seluas dan sebagus itu, patung-patung putih seperti prajurit sedang naik kuda di sekelilingnya, juga ada beberapa patung dengan model seperti malaikat.. indah sekali..
Ini memang kali kedua Alya memasuki mansion tersebut, tapi kali ini dalam keadaan sadar karena waktu itu Alya kehilangan kesadaran nya.
Alya melihat beberapa penjaga berdiri telah siaga menjemputnya, melihat para penjaga itu Alya merasa dirinya bagai tuan putri di film-film kerajaan yang biasa ia tonton.
"Menakjubkan". Batinnya.
__ADS_1
Mobil berhenti, dan supir meminta agar Alya tidak membuka pintu karena pelayan yang akan melakukan hal itu untuk nya..