Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Bertemu lalu pingsan...


__ADS_3

"Prokk....prokk..." Tepuk tangan dari semua orang sebagai penutup..


"Alya fighting untuk besok". Ucap Misel kemudian bangkit berdiri untuk keluar dari gedung Aula.


"Kamu juga ya Misel, fighting". Alya tersenyum.


"Boleh aku minta nomor ponsel mu?". Tanya Misel.


"Tentu saja". Segera Alya memberikan nomor ponselnya.


"Thanks, sampai berjumpa lagi besok Alya see you". Misel melambaikan tangan kemudian segera menahan taxi untuk pergi.


Sementara Alya dia memilih memesan ojek online untuk kembali ke apartemen karena dia harus irit pengeluaran.


Tiba di apartemen...


Alya merebahkan diri di kasurnya " hari ini sangat indah". Alya tersenyum lebar mendapati ternyata di dunia ini masih ada orang yang baik seperti Misel.


Siang itu setelah beristirahat sebentar Alya memasak mie untuk menghilangkan rasa lapar sembari membereskan barang-barangnya dan menyusunnya dengan rapi..


Waktu terbuang cukup banyak hanya untuk menata dan merapikan apartemen...


Sore harinya Alya masih sempat keluar untuk membeli beberapa peralatan yang ia akan gunakan untuk membuat apartemen terlihat indah termasuk penerangan.


Malam hari tiba...


Alya sangat kelelahan, namun dia juga merasa lapar, tidak mungkin jika dalam sehari Alya terus mengonsumsi mie saja.


Alya teringat tidak jauh dari lorong apartemennya ada warung makan nasi Padang, Alya memutuskan untuk makan disana...


Selesai dengan urusan perut Alya merasa senang dan akan kembali ke apartemen, dia lupa ini sudah hampir tengah malam dan cukupdaerah sepi...


"Semoga tidak terjadi..." Belum selesai mengatakan sesuatu Alya di kejutkan dengan 3 orang pria yang sedang asik memukuli seseorang di pojok ruko yang sudah tutup.


"Tolong.... Tolong...!!" Sungguh bodoh Alya malah berteriak minta tolong dan itu sontak membuat para pria itu mengalihkan pandanganya ke Alya.


"Urus dia.." ucap salah seorang pria itu.


"Ya Tuhan... ".Alya ketakutan dia memilih untuk berlari sembari terus berteriak minta tolong


Sayangnya kecepatan lari Alya tidak bisa di bandingkan oleh kecepatan dua pria bajingan itu, mereka dengan cepat menangkap Alya lalu memeluknya dengan erat.


"Hahaha mau kemana kamu gadis kecil nakal".


"Lepas.. lepaskan aku tolong... Tol.." Alya terdiam saat pria itu menutup mulutnya

__ADS_1


"Hahaha kau pikir ada yang akan menolong mu malam-malam begini, lagipula siapa suru kau ikut campur urusan Kami hah! dasar Gadis kecil bodoh!!". Maki pria itu di telinga Alya.


"Ha-ha-ha ada bagusnya juga dia ada, sudah lama bukan kita tidak mendapatkan mangsa gratis... Hmm tubuhnya lumayan juga, cukuplah untuk kita bersenang-senang malam ini". pria yang satu menambahkan Sambil tertawa puas.


"Benar sekali, ayo bawah dia".


"Ehmmm... Ehmmm.. tolong". Alya menggigit jari pria tersebut dengan kencang hingga berdarah kemudian lari bahkan ke tengah jalan saat Alya melihat ada mobil yang akan melintas.


"Bremmmmm....!!!!" Bunyi mobil yang dengan cepat mengerem mendadak bahkan ban di belakang pun sedikit terangkat.


Hampir saja Alya di tabrak.


"Tolong.. tolong saya tuan..". Alya dengan muka panik plus ketakutan berusaha meminta pertolongan


Disisi lain kedua preman itu menggerutu kesal, mereka memilih pergi dari pada harus terlibat urusan yang rumit nantinya di kantor polisi jika harus mengejar Alya.


"Hey!!!... Apa kau mau mati hah!!". teriak supir mobil tersebut.


"Junsen ada apa, kau mau membuat kita celaka hmm!!". Tuan muda marah,


Sangat kebetulan mobil itu adalah milik tuan muda Indra pemilik PT Indra jaya Company.


"Maaf tuan ada wanita gila yang hampir saja tertabrak ". Jawabnya.


"Hah?". Indra mengertukan keningnya merasa heran.


"Cepat!!". Bukan saja marah Indra jadi kesal di buatnya


Junsen turun lalu memaki Alya yang sedang menangis ketakutan.


"Maafkan saya tuan, tadi saya di kejar penjahat hiksss..." Jelas Alya.


"Itu bukan urusan saya! Lagi pula tengah malam begini wanita masih keluyuran itu salah sendiri!!!".


"Tadi sa...saya..." Mendadak Alya seperti kehabisan oksigen, entah karena takut atau pengaruh kaget dirinya hampir tertabrak.


"Hmm...hmmm ada apa lagi hah! ". Junsen melihat ekspresi lain dari Alya, tangannya bergetar dan sulit bernapas.


"Tu..tuan.. brukkk...". Alya pingsan dan langsung jatuh ke aspal.


Tentu Indra melihat hal itu, segera ia turun dan bertanya pada junsen.


"Apa yang kau lakukan padanya?!!". Tanya Indra dengan raut wajah emosi.


"Tidak ada tuan.. dia tiba-tiba jatuh sendiri ".

__ADS_1


"Sial.... Musiba apa lagi ini hah!!". Indra semakin kesal, niat hati mau pulang ke apartemen untuk beristirahat malah kacau karena hal sepele yang menurutnya tidak penting.


"Hey tuan ada apa ini..." Dua orang anak muda yang sedang naik motor tidak sengaja melihat adegan itu, mereka berpikir ada kecelakaan.


"Oh ****... Angkat dia dan bawah ke dalam mobil, jangan sampai hal ini masuk ke dalam media". Indra tidak ingin wajahnya terlihat orang, bisa hancur reputasinya jika itu sampai tercium publik.


"Baik tuan". Segera Junsen membawa Alya ke dalam mobil.


"Hey tuan tunggu apa itu korban yang kalian tabrak ?!". Dua pemuda itu mencoba mencari tahu, mereka juga ingin menghalangi junsen.


"Kalian salah paham, dia rekan kami yang sedang mabuk, tingkahnya memang aneh jika dalam pengaruh alkohol ". Jawab junsen lalu bergegas masuk ke dalam mobil .


Pemuda itu tampak merasa aneh namun segera ia percaya melihat ada bunyi klakson dari belakang, tanda bahwa mereka menghalangi jalan.


...****************...


Di dalam mobil...


Indra terlihat begitu kesal, di samping nya ada gadis biasa yang sedang tidak sadarkan diri mengenakan pakaian tidur piyama..


"Cih.. bagaimana laki-laki tidak akan tergoda jika wanita jam segini masih keluyuran di luar


". Batin Indra membuang pandangannya ke luar jendela.


"Tuan kita akan segera sampai di apartemen". Ucap Junsen.


"Emm aku tidak ingin ke apartemen, banyak orang-orang yang akan curiga jika kita membawa seorang wanita kesana, sebaiknya ke mansion saja". Jawab Indra.


"Baik tuan". Junsen segera memutar mobil untuk ke arah mansion.


"Hubungi dokter Kevin untuk segera datang dan menunggu di mansion".


"Baik tuan".


Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di mansion.


Suasana mansion sangat sepi, itu karena tidak ada arahan dari junsen bahwa tuan muda akan pulang sehingga pelayan tidak ada yang tau.


"Bawah dia ke kamar, hmm ini rahasia kita berdua, pelayan tidak perlu tau soal ini". Ucap Indra dengan tegas.


"Saya mengerti tuan". Junsen segera membawa Alya ke dalam kamar Indra..


Tidak lama dokter Kevin pun tiba...


"Siapa yang sakit junsen, masa iya tuan Indra sakit, padahal tadi sore aku baru saja dari kantornya?". Tanya dokter Kevin, dia merupakan teman masa kecil Indra yang berprofesi sebagai dokter.

__ADS_1


next....


__ADS_2