
"Seharusnya kau tidak perlu bekerja sekeras itu... Aku mampu memenuhi kebutuhan mu honey, dengan cara apa, agar kau mau berhenti bekerja dan melayani ku saja". Ucap Indra, sembari membenarkan anak rambut Alya yang menutupi wajahnya.
Indra pun memeluk Alya semakin erat hingga keduanya terlelap bersama....
...****************...
Keesokan harinya...
Alya terbangun saat waktu masih pagi-pagi sekali... Dia merasakan sesuatu di atas dadanya.
Alya kemudian memutar bola matanya dan melihat ternyata itu adalah tangan Indra.
"Sial.. apa dia gila.. dia aaarrrggghhh". Ingin rasanya Alya berteriak memaki namun sebisa mungkin dia menahan diri.
Diam-diam Alya mengangkat tangan Indra ingin menyingkirkan dari tubuhnya namun yang ada Indra malah mendekap dadanya dengan sedikit kasar .
"Aduh..." Gumam Alya kemudian segera menutup mulut.
"Apa-apaan ini... ". Alya marah namun kemarahannya tidak bisa di ungkapkan.
Alya mencoba lagi untuk yang kedua kalinya namun lagi-lagi Indra melakukan hal yang sama bahkan Indra dengan sengaja mendekatkan dirinya pada Alya dan membawa kepalanya masuk ke dalam leher Alya
"Oh my... Apa dia menyangka aku ini guling". Batin Alya, dia semakin gelisah namun Indra menikmatinya...
Alya tidak tahu saja bahwa sebelum dia bangun, Indra terlebih dahulu sudah terbangun namun dia sengaja menutup mata menunggu reaksi Alya.
Alya yang berada di posisi itu terpaksa menjadi pasrah, dia hanya akan menunggu sejam lagi untuk Indra bangun karena pukul 6 pagi seperti biasa Indra pasti sudah terbangun.
Sejam berlalu... Alya sudah sangat menanti-nanti waktu itu..
"Kapan serigala ini akan bangun, ck.. menyebalkan sekali". Batin Alya sembari melihat jam di ponselnya.
Indra yang merasa tidak ada pergerakan tambahan lagi dari Alya perlahan membuka matanya...
"Huaaaa..." Dia terbangun sembari berpura-pura.
"Hey kau sengaja menggoda ku!!". Indra bangkit dan duduk menatap Alya padahal dia sendiri yang memeluk.
"Apa!.. tidak tuan, anda yang melakukannya". Jawab Alya raut wajahnya sudah kesal padahal masih pagi.
"Apa kau bermimpi.. aku tidak mungkin melakukan hal itu!". Jawab Indra bernada tidak terima atas tuduhan Alya.
"Tapi itu kenyataannya tuan". Jawab Alya dia juga bangkit dan duduk menatap Indra
"Alasan! Bilang saja kalau kau menyukainya". sembari tersenyum miring 😏
"Siapa juga yang menyukainya, yang ada tuan yang melecehkan saya!". Maki Alya lalu turun dari ranjang, malas sekali berdebat dengan Indra pagi-pagi begini.
"Hey aku belum selesai bicara!". Jawab Indra mengejar Alya.
__ADS_1
Alya menarik nafasnya kemudian membuangnya dengan kasar "Baiklah tuan saya yang menggoda anda... Maafkan saya ".
"Puas sekarang ". Batin Alya kesal.
Indra mendadak diam dan tidak dapat berkutik lagi...
"Permisi tuan saya akan menyiapkan air hangat untuk anda". Alya melewati Indra yang seketika tidak lagi berdebat.
"Sial... Dia menghindari perdebatan dengan ku dengan cara mengalah". Kesal Indra, padahal dia sangat menyukai perdebatan-perdebatan kecil yang akan membuat Alya mengutuknya dalam hati.
Setelah 10 menit berlalu Indra masuk ke dalam kamar mandi dengan raut wajah kaku dan cuek seperti biasanya.
"Silahkan tuan". Alya mempersilahkan.
"Hmm..." Jawab Indra cuek.
Alya melangkah ingin keluar namun segera Indra menahannya.
"Mau kemana... Kau lupa dengan ucapan ku kemarin?". Ucap Indra, tugas Alya adalah untuk menggosok badan Indra.
"Tidak tuan, saya akan menggosok badan anda". Jawab Alya padahal niatnya memang akan keluar dari kamar mandi
"Bagus". Indra tersenyum licik.
Dia tidak malu lagi terang-terangan bertelanjang di hadapan Alya... Sementara Alya yang kesal karena hal itu mencoba terlihat baik-baik saja karena Alya tau jika Indra melihat kekesalannya maka Indra pasti akan semakin agresif untuk membuatnya lebih kesal lagi.
"Setelah anda selesai tuan, saya akan membersihkan diri". Jawab Alya dia sudah merona merah.
"Mengapa tidak sekarang saja?".
Alya berhenti sejenak kemudian melanjutkan "nanti saja tuan". Jawab Alya pelan.
"Oke.." jawab Indra.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan karena Alya tidak ingin berbuat hal yang bisa memancing Indra untuk mengerjainya hingga mereka pun berangkat ke kantor.
...****************...
Tiba di kantor Indra segera masuk ke dalam ruangannya ...
Dia kemudian menutup pintu lalu beranjak ke meja kerjanya...
Deg...
Indra tercengang melihat kehadiran Celine yang sudah duduk di kursinya, awalnya Indra tidak melihat jika ada seseorang di kursinya karena posisi kursi sedang berbalik.
"Good morning ndra..." Sapa Celine dengan senyuman hangatnya.
"Morning... Sedang apa kau disini?". Tanya Indra dengan raut wajah datar.
__ADS_1
"Aku merindukan sahabat ku... Hmm bagaimana kabar mu, dan pernikahan mu?". Tanya Celine antusias
Indra beranjak ke sofa kemudian Celine juga ikut.
"Aku baik.. pernikahan ku juga baik, kenapa?". Jawab Indra
"Oyah? Aku turut senang mendengar hal itu ". Jawab Celine namun dari raut wajahnya jelas memperlihatkan kesedihan.
"Kau tidak kembali lagi ke Amerika?.. bagaimana dengan bisnis kosmetik mu di Prancis?". Tanya Indra padahal dia sendiri sudah tau jika bisnis kosmetik Celine yang pernah ia bangga-banggakan telah bangkrut.
Rupanya Indra juga sudah tau tentang Celine yang meminta segera di nikahi oleh pria konglomerat di Amerika karena hal itu
Celine tertunduk "aku ingin memulai bisnis kosmetik ku di Indonesia... Kemungkinan besar aku tidak akan lagi kembali ke Amerika". Celine sedih mengatakannya.
Melihat akan hal itu hati Indra sedikit ibah, bohong jika Indra sudah sukses melupakan Celine.
"Bagaimana dengan tunangan mu?". Tanya Indra
Celine menggeleng "kami sudah putus". Ucapnya pelan.
Indra terkejut "putus? Kenapa bisa begitu?". Indra menatap Celine yang ingin menangis.
"Dia diam-diam selingkuh dengan seorang model, aku baru mengetahuinya dua hari yang lalu". Jelas Celine.
"Brengsek!!". Maki Indra kesal, seolah tidak terima jika sahabat nya di perlakukan seperti itu.
"Ndra.." Celine bernada sedih lagi.
"Katakan".
"Hmm pinjami aku uang ndra.. ". Celine sangat malu mengatakannya, dia tidak pernah seperti itu sebelumnya, apa dia sudah jatuh miskin sekarang, tidak ada lagi ruangan yang akan membiayai hidupnya.
"Berapa?". Tanya Indra.
"Sungguh? Kau ingin meminjami ku?". Celine terlihat antusias.
Indra mengangguk "katakan saja berapa yang kau mau". Jawab Indra
"Aku butuh 100jt... Hmm aku janji akan segera mengembalikan nya padamu". Jawab Celine...
"Kalau boleh tau uang sebanyak itu untuk apa?". Tanya Indra, sebenarnya bagi Indra uang 100jt itu tidak ada apa-apanya, hanya saja dia penasaran Celine akan menggunakan apa uang sebanyak itu.
" Untuk membangun bisnis ku Ndra.."
"Baiklah, kau tidak harus mengembalikannya". Jawab Indra kemudian bangkit dari tempat duduk nya untuk mengambil cek di laci.
Indra segera menulis 100jt di cek tersebut dan menyerahkannya kepada Celine.
bersambung
__ADS_1