Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
kekesalan di pagi hari


__ADS_3

Alya juga melihat di samping Indra ada gadis kecil yang cantik, badan kurus dengan bulu mata lentik serta kulit putih bersih...


Masih kecil aja secantik itu gimana sekarang pasti dia sangat cantik.. Alya mengingat dulu Lea pernah berkata Indra menyukai gadis kecil di masa lalunya namun gadis itu menolak Indra dengan alasan tidak ingin merusak persahabatan mereka...


"Oh jadi ini gadis itu... Hmm benar-benar sangat cantik sih". Alya ngangguk-ngangguk.


Setelah itu Alya kembali merapikan seluruh kamar yang berantakan...


Dan akhirnya setelah sekian puluh menit berlalu kamar kembali tertata dengan rapih.


Alya tersenyum puas dengan hasil kerjanya kemudian ia keluar dari dalam kamar, terlihat Indra sudah bersiap-siap untuk pergi.


"Tuan apakah tidak sarapan dulu?". Tanya Alya..


"Aku keluar hanya sebentar... Hmm tunggu aku disini!". Jawab Indra.


Alya mengertukan keningnya, pagi-pagi begini Indra akan kemana, bukankah hari ini juga tidak ada jadwal ke kantor ?.. pikir Alya...


Alya tersadar dari lamunannya " untuk apa juga aku tau, ck.. nggak penting!". Batin Alya.


Ia menuju ke dapur, membuat satu sandwich lagi untuk dirinya, sebelum datang ke apartemen Alya tidak sempat sarapan dan pagi ini tenaganya sedikit terbuang karena ulah Indra.


Alya menikmati sandwich buatannya, sejenak ia teringat pada keluarganya di rumah... Bagaimana kondisi mereka sekarang, bahkan Ayah tidak pernah menelfon atau sekedar bertanya kabarnya..


Alya juga khawatir apabila Ayahnya benar-benar di pecat, dari mana mereka bisa mendapat uang, sementara Owin juga tidak memiliki banyak uang, terlebih saat ini Owin fokus menabung untuk biaya pernikahannya kelak..


Jika saja kartu kredit itu bisa mentransfer uang mungkin Alya akan mentransfer sebagian kepada mereka, sayangnya kartu kredit itu hanya untuk berbelanja saja ..


Alya mengambil ponselnya, dia rindu mengetahui kondisi keluarganya...


Namun saat Alya ingin menekan tombol panggil kepala Ayahnya, ia kembali mengurungkan niat.. teringat saat itu Alya tidak ingin ayah dan ibunya tau dimana dia tinggal..


"Sebaiknya aku tanyakan kepada kak Owin saja". Gumam nya.


"Ceklek.." Alya meletakkan kembali ponselnya saat melihat Indra masuk membawa beberapa paper bag.

__ADS_1


"Coba kau kenakan beberapa dress ini, aku tidak ada waktu mengajak mu berbelanja di sana (Amerika)". Ucap Indra.


Sebenarnya Indra tidak ingin menggandeng seorang wanita kemanapun, Indra tidak ingin paparazi membuat gosip miring tentang dirinya..


Bahkan sekarang apartemen sudah di perketat atas permintaan Indra, dia tidak ingin seorang asing ataupun orang di luar apartemen yang boleh masuk ke sana..


Di tambah lagi Indra adalah penghuni VVIP, sehingga dia memiliki akses lift pribadi di apartemennya, dan sangat jarang orang yang tau kamar Indra di apartemen itu..


"Dress, untuk apa?.." tanya Alya bingung.


"Bisakah kau tidak usah banyak cingcong lagi... Pakai saja aku ingin menilai". Jawab Indra, kemudian duduk sembari mengambil sandwich yang ia tinggalkan tadi.


"Baik tuan". Alya ragu-ragu mengambil paper bag tersebut.


Baju itu pasti mahal, semuanya adalah brand ternama, dan Indra diam-diam memesan semua itu dua hari yang lalu kepada desainer agar orang lain tidak ada yang tau, pokoknya tentang Indra tidak boleh ada yang tercium sedikit pun, itu pun jika ada pastilah hanya masalah karier dan bisnis tidak tentang kehidupan pribadinya.


"Tunggu apa lagi!". Kesal Indra karena Alya nampak ragu masuk ke dalam kamar .


"Tuan tidak memasang cctv khusus di dalam kamar bukan?". Alya memastikan.


"Maaf tuan saya hanya memastikan ". Alya pun segera melangkah setelah merasa lega.


Alya tidak akan membiarkan seici saja dari tubuh nya terlihat.. oh no memikirkannya saja membuat Alya ilfil.


Alya mulai membuka paper bag tersebut dan oh my God.. sesuai dugaan baju mahal tentulah kekurangan bahan, belahan dada memang tertutup tapi tidak ada sama sekali kain di belakang (bolong) karena dress tersebut berbentuk duyung dengan potongan kain hanya sebatas pinggang.


Alya melotot "gila kali ya di suru pakai dress begini.. ck.. anda pikir saya wanita malam apa!". Kesalnya.


Alya membuka lagi paper bag yang lain, baju ini memang tertutup area belakangnya, tapi area depan... Oh tidak, belahan dada berbentuk V bahkan belahannya sampai ke perut Alya...


"Baju mahal macam apa ini ". Nampak ekspresi wajah Alya kesal dan jijik


Dia tidak ingin mengenakan pakaian tersebut... Lagi Alya membuka paper bag selanjutnya..


Kali ini baju itu cukup sopan area belakang dan dada tertutup, tapi yang bermasalah adalah belahan potongan dari kaki sampai paha... Jelas itu sangat terbuka dan yang lebih parahnya lagi dress itu sangat ketat, sehingga akan membentuk lekukan tubuh Alya...

__ADS_1


Dan yang lebih menghebohkan nya lagi belahan dress itu sedikit Senti lagi ke atas itu sudah pasti mempertontokan bagian nya.


"Oh tidak.. tidak.. entah apa yang raja Firaun itu rencanakan, mengapa dia ingin aku menggunakan dress seperti ini... Dia tidak akan menjual ku ke orang Amerika bukan??". Alya sedikit ngeri membayangkan Nya.


"Hey mengapa lama sekali hah!!". Teriak Indra mulai kesal menunggu.


Alya keluar dari dalam kamar sembari mencengkram baju itu "apakah tidak ada baju yang lebih baik dari ini tuan, aku tidak sudih memakai baju berdosa ini!!". Protesnya.


"Kau ingin hukuman lagi hah! Pakai yang menurut mu cocok!!". Kesal Indra.


"Tidak ada yang cocok tuan". Jawab Alya.


"Kau belum mencobanya, lantas bagaimana kau tau cocok atau tidak?". Indra menatap sinis


"Pokoknya tidak mau!". Alya memanyunkan bibirnya tanda bahwa dia kesal


"Masih ingat kontrak?". Ancam Indra.


Alya menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian meneriaki diri dalam hati untuk tetap sabar...


Ia kemudian berbalik ke dalam kamar lagi lalu membuka paper bag terakhir yang isinya dress karena yang lainnya berisi tas, sepatu dan aksesoris lainnya...


Baju terakhir ini bagaikan memakai handuk setengah badan, seksi dan ketat, tapi sepertinya ini masih mending Karena keseksiannya masih di batas normal..


Alya terpaksa memakai dress itu saja, ia tidak punya banyak waktu lagi untuk menggerutu...


Alya juga mengambil sepatu dan tas yang senada, tak lupa juga dengan perhiasan mahal lainnya.


Alya akhirnya keluar dari dalam kamar, wajahnya kesal seperti kurang vitamin, bahkan dia enggan untuk melihat Indra.


"Good itu sudah bagus". Ucap Indra...


Untung saja badan Alya bagus jadi saat memakai dress tersebut kelihatannya juga bagus dan cocok untuk kulitnya yang putih mulus dan bersih.


Alya memutar bola matanya...

__ADS_1


next..


__ADS_2