
Setelah selesai Alya pun membersihkan tangannya dan berjalan masuk ke dalam mansion.
Terlihat Indra sudah duduk di meja makan..
Alya memutar pandangan nya mencari-cari Celine... "Apa dia sudah pulang?". Batin Alya.
Kemudian ia berjalan ke arah Indra yang sedang menatap tajam ke arah ke arahnya.
"Dari mana saja?". Tanya Indra cukup Dingin.
"Dari belakang suami ku". Alya ikut duduk
"Ngapain? Mengapa tidak menghabiskan makanan?".
"melihat halaman saja... hmm It..itu aku sudah kenyang suami ku". Alya tersenyum dia tidak ingin mengatakan jika sebenarnya ia cemburu tadi .
"Oyah.. apa ada yang ingin kau katakan?". Tanya Indra posisinya sedang makan namun Alya hanya duduk menemani
Alya mengertukan keningnya tanda dia sedang bingung dengan pertanyaan Indra "sepertinya tidak ada suami ku".
"Benarkah tidak ada?". Tanya Indra lagi.
Alya mengangguk.
"Cih.. apa kau tidak cemburu melihat ku bersama wanita lain, lalu mengapa ekspresi mu tadi seolah kesal.. ". Batin Indra menjadi kesal
Indra sebenarnya sengaja membawa Celine ke dalam ruang kerjanya untuk berbicara berdua dan menutup pintu itu agar Alya mengamuk dan memperlihatkan bahwa dia sedang cemburu... Sungguh Indra menantikan hal itu...
"Aku sudah selesai!". Ucap Indra setelah meneguk air lalu bangkit berdiri.
Alya merasa heran dengan sikap Indra yang tidak jelas namun dia tetap harus patuh mengikuti Indra masuk ke dalam kamar.
"padahal makanya belum habis". batin Alya.
Indra melangkah ke arah sofa, lalu menjatuhkan dirinya di sana .. Alya menyusul ikut duduk di sampingnya..
Alya melihat Indra mendesah berat sembari bersandar dengan kepala mendongak, dan seperti biasa matanya tertutup.
"Apa yang kau lihat?". Indra menyentil kening Alya, padahal matanya masih tertutup...
"Apa dia punya tiga mata?". Alya bergumam ngeri.
"Maaf suami ku, aku hanya suka melihat wajah tampan mu?". Dusta Alya, padahal dia sedang mencari tahu sesuatu apa yang telah terjadi sehingga mengubah raut wajah suaminya yang awalnya ceria menjadi masam
"Benarkah?". Gumam Indra.
"Benar suami ku". Jawab Alya.
Hening ..
"Hmm apakah nona Celine sudah kembali?". Tanya Alya membuka topik.
__ADS_1
Indra melakukan pergerakan, kemudian matanya terbuka lalu mendekatkan wajahnya ke arah Alya...
Sontak Alya terkejut kemudian memundurkan kepala nya..
"Katakan jika kau cemburu!!!". Batin Indra seolah itu terpancar dari ekspresi wajahnya
"Tentu dia sudah kembali, kami lumayan lama mengobrol tadi, oh dia sangat lucu akhir-akhir ini... " Indra tersenyum mau memanas-manasi Alya.
"Ah benarkah, itu bagus ". Jawab Alya mengangguk sembari tersenyum.
"Hanya itu? Apa kau tidak penasaran apa saja yang kami perbincangkan tadi! Apa kau tidak ingin tau sama sekali!". Batin Indra.
"Singkirkan senyuman itu!!". Jawab Indra kesal .
Sontak membuat Alya langsung menurunkan senyumannya "apakah perkataan ku salah lagi?". Batin Alya kebingungan.
"Suami ku apa yang membuat mu kesal?". Alya memberanikan diri mendekat sembari menyentuh lengan Indra.
"Entahlah aku hanya berfikir ingin menyiksa mu sore ini!". Menjawab dengan tatapan mengintimidasi.
Alya segera melepaskan tangannya sembari menelan ludah.
"Apa.. memang apa salah ku, mengapa harus menyiksa ku!". Batin Alya merasa ngeri.
"Lepaskan baju mu!". Ucap Indra tegas.
Alya menggeleng "Tolong jangan siksa saya tuan... Ampuni saya jika saya salah" Alya memohon dengan wajah memelas.
"Cepat!!". Ketus Indra.
"Tuan...." Alya semakin memasang muka memelas.
Indra menyentil lagi kening Alya dengan pelan "Memang apa hah! Kau pikir aku akan melukai mu hah! Dasar tidak masuk akal".
"Lalu untuk apa?". Gumam Alya pelan
"Aku ingin memijat mu". Jawab Indra lalu berjalan ke arah ranjang.
"Saya.. saya tidak suka pijatan tuan.. hmm maksud saya suami ku". Segera Alya menolak, dia sudah bisa menebak kemana alur selanjutnya jika terjadi pijat-pijatan di kamar
"Tidak usah banyak protes, cepat kesini, aku tau tenaga mu habis semalam, jadi aku ingin memijat mu untuk persiapan nanti malam". Jawab Indra di sertai seringai nakal.
Mata Alya melotot "persiapan nanti malam katanya...! Hey aku tidak ingin lagi!!". Kesal Alya dalam hati.
"Kau sedang mengutuki ku dalam hati bukan?". Tanya Indra mengintimidasi.
Alya menjadi gugup "apa dia memasang sesuatu di tubuh ku, bagaimana mungkin dia tau apa yang aku pikirkan ". Batin Alya.
"Tidak suami ku... ". Alya menggeleng.
"Lalu tunggu apa lagi kau di sana hah! Kau ingin aku..." Indra bangkit berdiri dengan tatapan mesum ingin mendekati Alya namun segera Alya bangkit dan memotong ucapan Indra
__ADS_1
"Ah suami ku perut ku sedang sakit sepertinya aku harus buang air dulu". Alya berpura-pura memegangi perutnya
Indra tersenyum miring "kau pikir bisa menipu ku hmm". Indra maju dan membawa tubuh Alya ke atas ranjang.
"Sial.. bagaimana ini". Alya ingin memberontak menolak namun dia juga takut
"Hmm.. suami ku bagaimana jika aku saja yang memijat mu". Alya berusaha memberikan negoisasi, sungguh jengkel sekali rasanya jika harus bertelanjang lagi di depan suami gilanya ini.
"Tidak... Cepat lepaskan baju mu". Indra mulai memaksa .
"Tapi..."
Sreeetttt.....
Indra yang sudah tidak sabaran lagi malah merobek baju kaos Alya hingga terbagi dua...
Sontak Alya terkejut luar biasa...
"Tak ku sangka serigala licik ini benar-benar menyeramkan". Alya menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
"Tidak perlu di tutup-tutupi lagi aku sudah menikmati Nya". Ucap Indra dengan seringai liciknya.
Mata Alya melotot, dia sangat malu dengan dirinya.
"Berani memelototi ku hmm... Sana balikin badan mu aku akan memijat dari belakang".
"Ba..baik ..." Alya segera memutar tubuhnya kemudian mengambil bantal lalu memeluknya agar menutupi bagian dada.
Diam-diam Indra tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu di hadapannya..
"Padahal hampir setiap malam Indra menikmati dada itu...". Dasar mesum.
"Bagiamana kau suka?". Tanya Indra dia memijat dengan lembut sekali tapi karena Alya tidak terbiasa dengan hal itu dia menjadi geli.
"Sana pijat-pijat... pijat saja, Itu kan taktik anda dasar..." Ketus Alya dalam hati
"Lumayan".jawab Alya Malas
"Apa kurang bagus, bagaimana jika begini". Jawab Indra dia memijat dengan teliti.
"Lakukan saja semau mu, sampai kau puas tidak usah menanyai ku, lagi pula mau bagaimana pun aku tetap tidak suka di pijat". Batin Alya.
"Iya begitu saja suami ku ". Jawab Alya.
"Kau kurang senang... Apa aku juga harus memijat kaki mu, mungkin saja kaki mu yang sakit bukan badan mu".
Alya melotot mendengar ucapan Indra... Tidak-tidak, pasti ada modus terselubung di dalam setiap ucapan itu.
"Tidak suami ku, kaki ku sama sekali tidak apa-apa". Jawab Alya.
"Berbaringlah aku akan memijit kaki mu". Ucap Indra membuat Alya semakin merasa merinding.
__ADS_1
Bersambung