
Sekitar 20 menit perjalanan menggunakan ojek online..
"Aku lama-lama juga akan bangkrut jika begini, harusnya aku membawa motor lama ku saja dari rumah". Ucapnya sembari berjalan menuju lift.
"Ting". Kini Alya sudah berada di depan apartemen Indra.
Dengan tarikan nafas yang berat Alya mengetuk pintu tuan muda.
"Masuk.." suara serak dari dalam
Alya perlahan membuka pintu, dan wow pemandangan macam apa ini...
Indra yang sedang bertelanjang dada dengan hanya mengenakan bokser seksi, tak lupa dada sispek nya yang kekar berotot dan juga perut kotak-kotak kekar, sungguh tidak bagus untuk di lewatkan.
Alya menelan ludah sembari melotot melihat sesuatu di hadapannya, bokser seksi itu juga oh.. sedikit nakal jika Alya sempat memperhatikan lebih lama isi di dalamnya.
"Mau berapa lama lagi kau berdiri di sana hmm?, buatkan aku kopi pahit!!". Indra menatap tajam .
"Emm.. baik tuan". Segera Alya beranjak menuju dapur.
"Ah sial.. tubuhnya sangat sempurna, apa dia sering berolahraga.. duh dia seperti aktor Thailand lagi.. siapa... Siapa sih lagi namanya ". Alya malah memikirkan aktor Thailand yang pernah ia tonton.
Tanpa sadar Alya menaruh gula ke dalam cangkir kopi Indra, ia lupa bahwa tuan muda meminta kopi pahit.
"Masih lama?". Tanya Indra, dia sedang berdiri di depan pintu dengan tangan melipat di dada .
Alya sontak berbalik "sudah selesai kok tuan". Alya buru-buru membawa kopi tersebut pada Indra.
"Begitu saja sangat lama".
"Maaf tuan". Alya tunduk segan.
Indra berbalik arah, niat hati untuk kembali ke arah jendela kamar mengamati orang-orang di bawah sana yang sudah mulai ramai,
namun...
"Parasit!!!!..." Teriaknya kesal.
Alya yang sedang membakar roti di microwave terkejut, apa yang di maksud parasit itu dia atau siapa.
"Hey apa yang ada di otak mu hah! Aku ingin kopi pahit bukan kopi manis!! Aku minta kopi tanpa gula you no!". Indra mengomel sembari membawa kopinya ke hadapan Alya.
__ADS_1
"Ma..maaf tuan saya lupa". Alya dengan tangan gemetar mengambil kopi tersebut.
"Belum berapa lama kau sudah lupa.. dasar pikun, stupid girl". Kesal Indra.
"Maaf tuan saya akan buatkan yang baru.. ".
"Cepat!!". Indra baru pagi-pagi sudah kesal dengan hal yang Alya lakukan, jika biasanya ia akan mencatat karyawan yang lalai namun kali ini Indra tidak, karena dia ingin mempermainkan wanita itu.
"Apa kopinya pakai garam tuan?". Alya bertanya-tanya
Indra memutar bola matanya "pakai teh!!! ". Kesalnya
"aku sudah bilang kopi pahit bukan kopi garam stupid girl!".. maksud Indra itu hanya kopi pahit saja bukan kopi pahit pakai garam, di kira orang tidak mampu apa kalau gula di dapur habis harus pake garam.
"Ah ya.. maaf tuan saya hanya ingin memastikan takut salah lagi". Buru-buru Alya membuat kopi pahit sesuai keinginan Indra.
"Masih pagi tapi kau sudah merusak mood ku". Gerutu Indra.
"Maaf tuan". Hanya maaf saja yang Alya bisa katakan, lagi pula kalau suka kopi pahit mengapa menyediakan gula di dapur, pikir Alya.
Alya kembali menyediakan kopi pahit lalu mengantarkannya ke meja tuan muda yang sedang membaca koran, wajahnya datar mungkin masih kesal.
"Silahkan tuan ". Ucap Alya ragu-ragu.
Alya pamit ke belakang, dia masih harus menyiapkan sarapan untuk tuan muda kemudian membersihkan kamar, cukup muda karena Alya tidak harus mengepel ruang karena disana ada pembersih ruang otomatis.
Selesai dengan semua itu, Alya melihat di ruang tamu sudah ada junsen yang sedang asik mengobrol dengan Indra, entah apa yang mereka diskusi nampaknya Indra menyukai hal tersebut.
"Hmm.. hmmm tuan permisi, semuanya sudah selesai, bolehkah saya pergi sekarang". Ucap Alya.
"Kemari lah ada yang perlu kau tandatangani disini". Jawab Indra.
"Tanda tangan?". Alya bertanya-tanya, dan dengan ragu melangkah mendekat, ia merampas jemari tangannya, khawatir kalau-kalau sesuatu akan terjadi padanya.
"Ini, kau boleh membacanya terlebih dahulu". Ucap Indra, lalu bersandar di kursi sembari melipat tangan di dadanya, tak lupa dengan seringai licik di wajahnya..
Alya mengambil selembar kertas yang sudah bermaterai tersebut lalu membacanya dalam hati.
Pihak pertama : Indra Herlambang
Pihak kedua : Alya Ananda Putri
__ADS_1
Peraturan pertama selama kontrak kerja sama ini berlangsung adalah...
Bahwa pihak pertama adalah tuan muda Indra selaku bos yang mempekerjakan pihak kedua sebagai ahli gizi/asisten pribadi tuan muda yang berperan sebagai pelayan di rumah/apartemen serta kantor, maka di bawah ini isi perjanjian yang sudah di tandatangani dan telah di bubuhi materai dan cap stempel berkekuatan hukum..
demikian perjanjian yang telah di sepakati di bawah ini...
Pertama : Perintah Pihak pertama adalah absolute/mutlak yang harus di patuhi atau dengan kata lain pihak kedua tidak berhak membantah dan harus menunduk kan diri kepada pihak pertama.
Alya seperti kehabisan oksigen, apa maksudnya ini, apa itu berarti Alya tidak bisa membantah dan tidak berhak mengeluarkan pendapat tidak setuju jika sesuatu bertentangan dengan pendapatnya..
"Apa dia fikir dia raja Firaun yang akan memerintah seenaknya, begitu!!". Gerutu Alya dalam hati namun dengan sangat terpaksa hanya mengeluarkan senyuman.
Berikut Alya kembali mencermati aturan kedua.
Selama kontrak ini berlaku Pihak kedua di larang atau tidak boleh sama sekali berpacaran atau berhubungan dengan pria mana pun kecuali keluarga!, Jika saat ini pihak kedua memiliki kekasih (pacar) maka pihak kedua harus memutuskan hubungan itu hari ini juga!.
Alya mengerutkan keningnya aturan sampah macam apa itu, hey Alya bukan anak sekolah asrama yang harus melakukan aturan gila itu..
"Tuan boleh saya bertanya?". Alya memberanikan diri, aturan kedua sangat konyol menurutnya
"Katakan.." jawab Indra.
"Em.. aturan kedua maksudnya apa tuan?".
"Baca dan tanda tangani terlebih dahulu, tidak usah banyak protes, nanti junsen akan menjelaskannya ". Indra menutup mata sambil berbicara.
"tapi tuan .." Alya masih ingin protes namun junsen melotot ke arahnya tanda agar dia melanjutkan bacaannya dan tidak usah banyak protes. .
"Baik tuan". Alya hanya mengangguk pasrah, suasana apartemen seperti mencekam, bahkan suasananya menjadi seperti horor.
Peraturan ke tiga..
"Jika pihak kedua berani membangkang, menolak aturan atau berusaha kabur dengan berbagai alasan maka pihak kedua harus membayar denda sebesar 500jt rupiah".
Membaca aturan ketiga Alya melotot tidak percaya dengan peraturan konyol yang harus ia lakukan...
"Tuan aturan ketiga... Juga sepertinya tidak masuk akal.." Alya bertanya dengan nada pelan.
Indra tersenyum penuh kemenangan, terpancar dari wajahnya yang melihat kepanikan di wajah Alya, padahal itu hanya akal-akal Indra untuk membuat efek jerah padanya.
"Alya... Begitukan nama panggilan mu? " Sambil menatap tajam.
__ADS_1
Next....