Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
mengabaikan panggilan Indra


__ADS_3

"Benarkah..". Misel mengangguk-angguk dengan senyuman..


"Apa kau menyukainya? Bukankah dia playboy?". Tanya Alya sembari melirik Misel sesaat.


Misel memerah " mana mungkin aku suka padanya?". Jawab Misel nampak acuh.


Entahlah Misel seorang wanita yang plin plan, tujuan awalnya masuk ke dalam perusahaan adalah untuk mendapatkan hati Indra dan sekarang dia juga terpesona pada Ben...


Mungkinkah Misel melakukan hal itu karena dia kurang mendapatkan perhatian..?


"Benarkah? ". Alya tersenyum.


"Ting..." Notifikasi dari ponsel Alya...


Alya meraihnya dan langsung membukanya, ternyata itu notifikasi dari junsen" selamat siang nona, anda tidak perlu membawakan makan siang hari ini untuk tuan muda karena beliau sedang ada kegiatan di luar".


"Baguslah ". Batin Alya bersukacita... jadi dia tidak perlu repot-repot bertemu tuan Indra


"Baik pak, terimakasih untuk informasinya". Jawab Alya membalas pesan..


"Misel kantin yuk ". Ajak Alya.


"Makan siang tuan muda bagaimana". Tanya Misel, biasanya Alya akan makan siang jika Indra sudah selesai makan siang dan Alya hanya sendiri menghabiskan waktu istirahatnya di kantin setelah semua karyawan sudah selesai makan.


"Hari ini tuan muda tidak di kantor.." jawab Alya


"Benarkah... Akhir-akhir ini tuan muda semakin sibuk ya, beberapa hari yang lalu bertepatan dengan hari isin mu tuan muda juga tidak pernah masuk". Jawab Misel.


"Oyah?". Alya pura-pura tidak tau.


Mereka berdua segera mengantri untuk mengambil makanan di meja bersama karyawan yang lain..


Setelah selesai mereka membawa makanan ke meja berdekatan dengan jendela dan bertepatan dengan itu juga Ben Datang dan duduk di hadapan mereka.


"Hey guys.. bolehkan aku duduk di sini". Ucapnya dengan ramah.


"Tentu ". Jawab Alya.


Mendadak Misel menjadi salting, wajahnya memerah dan perasaanya seperti panas, apa dia benar menyukai Ben..


"Apa kau sakit?". Tanya Ben, meskipun Ben tidak benar-benar serius ingin menanyakan hal itu namun karena melihat wajah Misel yang merah merona membuatnya penasaran.


Mendengar pertanyaan itu hati Misel seperti akan meledak, ini kali pertama setelah sekian lama ia mendapatkan pertanyaan yang menurutnya di perhatikan.


Misel hanya menggelengkan kepalanya sembari tertunduk...


Alya melirik dan dia tau Misel menyimpan perasaan pada Ben.


"Oyah kenalkan dia teman ku Ben, tetangga rumah mu, namanya Misel, dia sedikit pemalu". Alya mengenalkan Misel pada Ben.


"Uhuuuukkkk... Uhuuuukkk..." Ben segera meraih air, dia tersendat karena dia tau, Misel pasti mengetahui seberapa playboy Nya Ben yang sering gonta-ganti pasangan.

__ADS_1


"Santai..." Ucap Alya.


"Kau benar-benar bertetangga dengan ku?". Tanya Ben panik


Misel hanya mengangguk...


"Maaf aku tidak tau ". Jawab Ben sembari meminum air lagi.


"Kenapa Ben? Raut wajah mu berubah?". Tanya Alya pura-pura.


"Tidak apa-apa, sambal undangan nya terlalu pedas ". Ben mengalihkan pembicaraan.


"Oyah?". Alya bertanya sembari menyelidik..


"Rumah mu sebelah mana?". Tanya Ben..


Misel ragu-ragu mengangkat kepala, sedetik dia menatap Ben lalu kembali tertunduk..


"Sebelah kiri rumah cat warna putih". Jawab Misel.


"What..." Ben terkejut...


Rumah yang di maksud Misel adalah rumah paling bagus dan paling besar di kompleks itu.. dan itu berarti Misel adalah anak orang kaya sekaligus anak tunggal.


"Kenapa Ben?". Alya bertanya.


"Kenapa kau bekerja disini? Bukankah kau sudah cukup kaya?". Ben to the poin.


Alya meliriknya, dia baru tau ternyata Misel adalah orang kaya... Pantas saja dia sering gonta-ganti mobil tiap hari, tapi bukan kah Misel mengatakan itu bukan mobilnya.. apa yang di maksud itu mobil orang tuannya...


"Wow!.. jawaban mu sangat menakjubkan, lalu untuk apa kekayaan orang tua mu jika tidak di wariskan kepada mu, putri tunggalnya". Ucap Ben.


"Kau anak tunggal?". Alya bertanya.


Misel hanya mengangguk kan kepalanya, benar-benar keajaiban, pantas saja Misel memiliki kepintaran yang luar biasa tentang perusahaan ternyata dia juga anak pengusaha kaya.


"Druttt... Druttt... ". Panggilan telepon Alya..


"Raja Firaun ". Calling..


"Ada apa lagi? Sebaiknya aku abaikan saja lagi pula ini masih jam istirahat ". Batin Alya... menurutnya itu sangat menganggu


Setelah panggilan telepon mati Alya buru-buru menekan mode pesawat pada ponselnya agar tidak bisa di hubungi lagi...


Untuk sejenak saja Alya tidak ingin di ganggu, dia ingin menikmati waktu istirahatnya bersama Rekan-rekannya.


Mereka bertiga melanjutkan obrolan mereka, Misel juga sudah mulai sesekali mengangkat kepala untuk berani menjawab Ben.


Hingga waktu istirahat selesai mereka kembali ke meja mereka masing-masing...


Baru saja akan duduk kini Alya mendapat panggilan dari junsen melalui karyawan lainnya...

__ADS_1


"Alya di panggil tuh sama pak junsen". Ucap salah satu karyawan menemui Alya.


"Ada apa?". Tanya Alya bingung.


Pegawai mengangkat bahunya, yang berarti dia tidak tau...


Alya mengguk "baik saya segera kesana".


Alya buru-buru pergi sembari menekan ponselnya yang tadi dia mode pesawat.


Dalam hati Alya bisa menebak pasti ini karena Alya mengabaikan panggilan Indra tadi.


"Tok..tok..tok..."


"Masuk !". Jawab Indra.


"Ceklek..." Pintu di buka...


Alya masuk dengan raut wajah cemas " bapak memanggil saya?". ucapnya hati-hati


"Yah... Silakan duduk". Jawab junsen seperti biasa datar no ekspresi.


"Baik pak". Alya menarik kursi untuk duduk di hadapan meja junsen.


"Kau sengaja bukan mengabaikan panggilan tuan muda?". Junsen langsung pada intinya, jangan lupakan tatapan mengintimidasi nya.


"Maaf pak, itu karena saya berada di kantin tadi... Masih jam istirahat juga kan?". Jawab Alya.


"Bukankah kau tidak boleh mengabaikan tuan muda, kau sudah hapal poin-poin perjanjian kerja sama bukan". Lagi-lagi perjanjian kerja sama, telinga Alya sudah panas mendengar itu.


"Sudah pak". Menjawab dengan nada malas


"Kalau begitu kenapa masih melanggar... Kau bisa mendapat amukannya jika terus membangkang seperti itu ". Jawab Junsen.


"Maaf pak, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi". Jawab Alya tertunduk.


Junsen menghela nafas dengan berat.. " nona tau maksud saya memanggil nona ke sini?". Tanya junsen.


Alya mengangguk " memperingati saya pak". Gumamnya.


"Bukan hanya itu... Tuan muda berpesan agar nona segera ke salon". Jawab junsen.


"Tapi pak saya masih banyak pekerjaan, ke salon bisa nanti malam saja bukan". Bantah Alya.


"Perintah tuan muda adalah mutlak dan absolute, nona tidak memiliki hak untuk membantah atau menolak... Pekerjaan bisa nona tinggalkan, saya akan bertanggung jawab atas hal itu ". Jawab junsen.


"Baik pak". Alya tertunduk lesu, besok pasti karyawan lain akan melihatnya dengan sinis, karena Alya tau pekerjaannya akan di oper dan di berikan kepada karyawan lain untuk mengurusnya.


Alya juga sudah terlalu banyak izin padahal statusnya masih training...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2