
"Benar tuan". Alya mengangguk
"Semakin kau pintar memuaskan aku sebagai majikan mu maka Jangan khawatir dengan kehidupan mu, Rekening mu akan gemuk dan membengkak dalam waktu singkat dan ku pastikan semuanya akan terkendali"... terdiam sejenak
" hmm... bahkan dalam waktu dekat kau bisa memiliki rumah mewah atau apapun yang kau inginkan jika kau menurut, bukan hanya itu sebagai apresiasi jika kau setuju kartu kredit no limit ini akan menjadi milik mu". Tidak main-main Indra memberikan kartu kreditnya kepada Alya
Alya mengerutkan kening namun ingjn bertanya lagi " berapa lama kontrak kerja sama ini akan berlangsung tuan?". Tanyanya hati-hati.
"Satu tahun ". Jawab Indra.
"Setuju". Tanpa banyak berfikir lagi Alya menyetujui kontrak tersebut,
ini bukan kontrak sembarang kontrak, dalam waktu satu tahun Alya menjadi seorang wanita yang kaya raya, bahkan orang bisa menghabiskan waktu hingga puluhan tahun bekerja untuk menjadi sukses, namun jika ia menyetujui kontrak ini maka waktu di perangkat dan hanya satu tahun saja.
Berikutnya Alya langsung menandatangani kontrak perjanjian tersebut dengan semangat tak lupa kartu kredit yang sekarang sudah menjadi miliknya.
"Akan aku gunakan kartu kredit ini untuk memeras mu raja Firaun kedua". Batin Alya
Indra semakin tersenyum penuh kemenangan
"Junsen jelaskan padanya poin pentingnya". Ucap Indra mengenai pertanyaan Alya tentang poin ke dua tadi.
Junsen menatap Alya kemudian menjelaskan
"aturan kedua ialah, nona Alya dilarang atau tidak boleh sama sekali berhubungan dengan pria manapun selama kontrak kerja sama ini berlaku dan jika terbukti apabila nona melanggar aturan ini maka, seluruh gaji yang sudah nona terima akan di tarik kembali juga sebagai pelanggaran nona akan di penjara selama dua tahun dan sebagai tambahan poin ketiga ialah bahwa nona juga harus membayar denda sebesar 500 jt rupiah ".
Alya terkejut tapi bukankah peraturan itu wajar sama hal dengan upah yang akan Alya peroleh untuk setahun ke depan, lagi pula saat ini Alya tidak sedang dekat dengan laki-laki mana pun... Masalah perjodohan Alya juga sudah menolaknya jadi sepertinya ini bukan masalah besar... Hmm hmm untuk sekarang ya, besok dan seterusnya.. siapa yang tau.
"Baik saya mengerti tuan". Jawab Alya.
"Kau tidak ingin bersalaman dengan ku sebagai ucapan terimakasih?". Tanya Indra.
"Ah hmm.. Terimakasih tuan". Jijik rasanya Alya berterimakasih, ini kontrak kerja sama yang menggiurkan sekaligus kontrak kerja sama mematikan bagi Alya.
"Kau akan terlambat ke kantor.." junsen menginginkan.
"Oh ya ampun". Alya melirik jam di pergelangan tangannya, waktu mempet tinggal sebentar lagi...
"Saya permisi tuan". Alya buru-buru berlari meninggalkan apartemen setelah mendapatkan anggukan dari tuan muda.
Sementara di dalam ruangan apartemen seringai licik dari keduanya terpancar...
__ADS_1
"Ikan gemuk perlu makanan yang sehat bukan sebelum akhirnya di pancing dan masuk ke dalam perangkap ". Ucap Indra.
"Benar tuan.. ". Junsen menambahkan
Terlihat keduanya sangat puas melihat perjanjian kontrak yang sudah di tandatangani di atas meja.
Masalah kartu kredit yang no limit itu, hahaha Itu sangat kecil bagi Indra bahkan jika ia mau dia bisa membuang uangnya ke got sekalipun tanpa rasa bersalah.
...----------------...
beralih ke kantor..
Alya mengacak-acak rambutnya... Entahlah dia sedang kebingungan, ada rasa senang dan juga rasa khawatir tentunya...
Dia lalu memandangi di depan meja ada kartu kredit no limit, tapi kartu itu tidak bisa di gunakan untuk menarik uang karena khusus di peruntukan untuk berbelanja.
Alya bingung dengan cara apa dia menghabiskan uang di dalam kartu itu.. Alya bukan wanita matre namun dia juga harus memanfaatkan situasi, lagi pula uang itu adalah miliknya sekarang jadi tidak akan ada masalah jika Alya membeli sesuatu bukan?..
Alya mengambil ponselnya melihat-lihat sesuatu di online shop, setelah cek out kurang lebih dua juta barang-barang Alya lalu terpikir untuk membeli motor...
"Hahaha ide cemerlang, tidak salah bukan jika aku membeli motor, aku butuh kendaraan untuk bolak-balik setiap hari". Ucap Alya, ia kemudian menghubungi dealer motor metik dan memesannya .
"Eh..iya Misel, sorry sorry, ada apa?". Tanya Alya sembari meletakkan ponselnya.
Misel memutar bola matanya kesal "Sedari tadi kau senyum-senyum sendiri ada apa?". Tanya Misel.
"Oh in...".
"Alya sekertaris tuan Indra memanggil mu". Ucap salah seorang karyawan yang datang memanggil Alya.
Dan ya.. Alya baru ingat semalam ada laporan yang belum selesai ia revisi ulang masih ada 2 laporan lagi.
"Duh.. laporannya belum selesai lagi". Alya panik.
"Makanya jangan main hp Mulu!". Ketus Misel, sikap Misel juga sudah agak lain, memang sih dia masih aktif berbicara dengan Alya tapi sikapnya entah mengapa seperti berbeda saja.
Alya hanya melempar senyuman kemudian pergi menemui sekertaris tuan muda.
Alya berjalan ke ruang sekretaris dengan perasaan was was, semalam dia juga lupa mengirimkan 2 laporan hasil revisi yang sudah ia kerjakan...
Tok..tok..tok...
__ADS_1
Alya dengan hati-hati mengetuk.
"Masuk!". Jawaban dingin terdengar dari dalam.
"Ceklek..."
Alya masuk dan melangkah hati-hati, ia melihat Bu Kartika dengan kaca mata minus nya menatap dengan raut wajah kesal.
"Duduk!". Ucap nya ketus
"Hmm.. " Alya menarik kursi lalu duduk dengan hati-hati.
"Apa saja yang kau buat semalam hah! Lembur?.. apa merevisi laporan harus selama itu!!". Papar Bu Kartika.
"Maaf Bu semalam ad..." Alya ingin menceritakan kejadian semalam namun ia teringat ancaman tuan muda untuk tidak membocorkan hal itu kepada siapapun.
"Ada apa!!".
"Semalam saya ada urusan mendesak Bu, jadi saya hanya mengerjakan dua laporan ini". Alya menyodorkan laporan tersebut.
"Kamu pikir saya perduli dengan urusan mu itu hah! Pekerjaan tetaplah pekerjaan jangan mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi, lagi pula kau menyepakati kontrak untuk bekerja di bawah tekanan bukan, lalu mengapa kau berani membangkang!". Bu Kartika bahkan terus mengoceh tidak jelas.
"Ma..maaf Bu, lain kali saya akan lebih bekerja keras lagi.."
"Maaf... Maaf! Saya tidak mau tau, pokoknya kamu yang harus tanggung jawab urusan ini!!".
Alya membelalakkan mata, tanggung jawab? Bagaimana ia harus melakukannya,
Melihat wajah Alya yang kebingungan Bu Kartika menambahkan..
"Temui pak junsen minta solusi darinya kemudian bicarakan hal ini pada tuan Indra kau mengerti !!".
"Hah.. hmm anu ta..tapi Bu".
"Hah heh hah heh... Makanya kerja yang becus!!". Ketus Bu Kartika.
"Baik Bu". Alya pasrah melihat kemarahan Bu Kartika.
Alya bangkit dari duduk nya, mengambil laporan yang ia bawah tadi lalu menuju ke ruang pak junsen..
Bersambung. . .
__ADS_1