Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
drama-drama


__ADS_3

"Cih... Kampungan sekali". Indra malah melepaskan syal itu.


"Tuan ja..."


"Sssttt... Aku sudah lapar, ayo sarapan". Indra menarik tangan Alya untuk keluar dari kamar sementara tangan Alya yang satu sibuk menutupi bekas merah di lehernya.


"Sial, apa kata orang-orang jika aku keluar dalam keadaan seperti ini!". Alya kesal sekali.


Mereka berdua keluar beriringan dari dalam kamar, pak Yen tersenyum menyambut mereka yang bergandengan tangan.


"Selamat pagi tuan, selamat pagi nona.. silahkan". Seperti biasa pak Yen menarik kursi dan mempersilahkan mereka duduk.


"Selamat pagi pak Yen.." jawab Alya dengan senyuman hangat, sementara Indra hanya mengangguk.


Bu vanessa dan Katrin saling memandang nampak tidak suka melihat kemesraan Alya dan Indra yang tidak ingin melepaskan tangan mereka bahkan saat duduk di meja makan.


"Cih.. sangat tidak berguna". Batin Bu vanessa menatap sinis ke arah Alya.


"Pasti sesuatu telah terjadi Semalam, bekas merah di leher dan wajah kakak ipar yang malu-malu.. apa lagi kalau bukan malam pertama ". Katrin bergumam saat melihat penampilan Alya.


"Good morning mom". Sapa Indra pada ibunya...


Hey tunggu dulu.. ini pertama kalinya Indra menyapa duluan meskipun itu pada ibunya sendiri, biasanya dia diam dan dingin sekali..


Semua pandangan tertuju pada Indra, mereka semua heran plus kebingungan, entah apa yang merasuki pria itu pagi ini... Wajahnya terlihat sangat ceria dan terus saja tersenyum.


"Selamat pagi boy, bagaimana tidur mu semalam?". Bu Vanessa menjawab antusias dia terlihat senang.


"Sangat nyenyak mom... Istri ku membuatku tidur dengan nyaman". Jawab Indra sembari tersenyum ke arah Alya.


Alya hanya menundukkan kepalanya sembari terkekeh dalam hati (malu)..


"Itu bagus". Hanya itu yang bisa Bu vanessa katakan.. dia sepertinya kehilangan kata-kata saat melihat leher Alya yang di penuhi stempel kepemilikan anaknya.


Indra membalas dengan senyuman kemudian berkata agar mereka segera sarapan bersama.


"Gadis ini.. dia benar-benar menakjubkan, entah apa kelebihannya sehingga Indra mau menikah dengan Nya, dari segi manapun sepertinya dia biasa biasa saja" Bu Vanessa mulai bertanya-tanya dalam hati.


Mereka mulai asik memakan sandwich...


"Honey..." Indra melihat ada sedikit roti yang tertinggal di bibir Alya kemudian dia mengambil roti tersebut dan memasukannya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Alya terkejut dengan perlakuan Indra padanya yang terbilang romantis.


"Cih.." Katrin membuang muka sepertinya dia jijik dengan perlakuan manis seperti itu.


Setelah drama-drama manis yang menjijikan di pandang pagi ini, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi bekerja dan kali ini Indra ingin bersama Alya.


"Suami ku bagaimana jika orang kantor melihat kita?". Tanya Alya, posisi mereka sudah ada di dalam mobil.


"Lalu mengapa? Tidak salah bukan". Indra menjawab dengan enteng.


"Bukankah harus di rahasiakan?". Tanya Alya hati-hati.


"Aku bisa mengatakan jika kau ahli gizi ku yang harus siap sedia di samping ku setiap hari atau bahkan 24 jam non stop ". Masih menjawab dengan enteng


Alya mengertukan keningnya mendengar akan hal itu tapi dia tidak ingin lagi bertanya.. malas jika tingkah gila Indra kumat, apa lagi ada junsen disana.


"Baiklah tuan". Jawab Alya patuh.


Indra kemudian menyandarkan badannya ke kursi mobil dengan kedua tangannya berada di belakang kepala..


Masih pagi tapi karena aktivitas semalam membuatnya kelelahan, Indra menutup mata wajahnya terlihat tenang sekali.. berbeda dengan Alya ..


Pikirannya sibuk dengan noda merah di lehernya, bagaimana dia akan menjelaskan hal itu pada rekannya nanti dan lagi hari ini dia harus turun lapangan, apa tanggapan orang-orang jika melihat lehernya yang sudah seperti habis di siksa..


"Jika tidak siap bekerja hari ini sebaiknya pulang saja, kau bisa beristirahat di mansion". Ucap Indra namun matanya masih terpejam.


Alya menoleh sembari menyergit "apa dia punya telepati? Apa dia juga bisa membaca pikiran ku". Alya merinding membayangkan apa yang baru saja batinnya katakan.


"Tidak apa-apa suami ku aku baik-baik saja". Jawab Alya..


"Tidak kau terlihat tidak sehat, istirahat saja hari ini". Jawab Indra.


"Tapi tuan.. hari ini ada kunjungan ke.."


"Sssttt... Tidak ada bantahan aku yang akan mengurusnya ". Indra bangun dan menatap Alya dengan senyuman..


"Junsen ?".


"Iya tuan muda". Jawab junsen sembari melihat di spion.


"Antar nona muda pulang". Ucapnya.

__ADS_1


"Baik tuan".


Setelah tiba di Kantor Indra keluar dari dalam mobil sementara Alya kembali ke mansion di antar oleh junsen..


"Padahal aku baik-baik saja". Batin Alya tapi syukurlah dia tidak harus berbohong pada temannya karena ada Indra yang akan mengurusnya.


Tiba di mansion Alya segera masuk ke dalam sementara itu Junsen kembali ke kantor..


Bu Vannesa yang kebetulan duduk di ruang tengah sembari menonton berita merasa heran karena Alya kembali lagi..


"Ada apa dengannya?". Gumam Bu vanessa.


Bu Vanessa kemudian meletakkan remote TV dan berjalan menyampari Alya.


"Kau kembali? Ada yang ketinggalan?". Tanya Bu Vannesa cukup sinis.


"Saya sedang tidak enak badan nyonya, sehingga suami saya menyarankan untuk istirahat hari ini". Jawab Alya sopan sembari menundukkan kepalanya.


"Oyah.. hmm Saya ingin bicara berdua dengan mu". Jawab Bu vanessa kemudian pergi ke arah kolam berenang karena disana terdapat ruang tunggu yang bagus untuk mengobrol.


"Baik". Alya menurut dan mengikuti Bu Vanessa dari belakang.


"Duduk.." Bu vanessa memerintah sementara dia berdiri.


"Baik". Alya duduk di sofa, Sudah ada ketakutan dalam dirinya mengahadapi Bu vanessa tapi bagaimana pun dia harus menghadapinya.


Bu vanessa menatap Alya sembari melipat tangan di dadanya, dia sedang menyelidik dengan mata tajamnya.


"Bagaimana hubungan mu dan Indra?". Tanya Nya singkat.


"Sudah ku duga, bekas merah ini pasti akan jadi bencana.. mengapa juga si serigala itu melakukan drama-drama romantis di hadapan ibu mertua tadi pagi.. sial bagaimana aku harus menjawab ". Batin Alya gemetar.


"Hubungan kami baik nyonya.. saya cukup bisa melayani suami saya dengan baik".


What jawaban macam apa itu... Saking takutnya Alya tidak bisa berfikir dan asalnya saja berbicara.


Yang terbesit di kepala Alya melayani adalah dari Indra bangun tidur menyiapkan air hangat, seluruh keperluan dirinya, memandikannya seperti seorang bayi, melayani makan siangnya di kantor dan semuanya sampai Indra terlelap, itu yang di maksud Alya namun sepertinya Bu vanessa mengartikan salah akan hal itu.


Bu vanessa tersenyum sinis...


"Apa jika seperti itu kau sudah bermimpi menjadi satu-satunya yang Indra inginkan? Kau mengira bisa menggantikan posisi Celine di hatinya.. seharusnya kau sadar diri tidak ada yang menerima mu di mansion ini.. jadi sebaiknya jangan terlalu menaruh harap apa lagi bermimpi untuk menjadi menantu ku!".

__ADS_1


bersambung


__ADS_2