Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
sore yang panjang


__ADS_3

Hmm". Alya mengikuti perintah sesuai instruksi...


Indra mulai memijat kakinya...


Awal-awal memang di bagian betis namun lama kelamaan pijatan itu naik hingga ke paha


"Sepertinya kamu benar-benar memanfaatkan kesempatan ini ya?". Tanya Indra dan semakin menaikkan tangan Nya.


"Apa maksudnya?". Gumam Alya.


"Lihat saja kau sengaja' bukan menggoda ku dengan posisi seperti ini tanpa pakaian, kau sangat cerdik rupanya ". Ucap Indra sembari tersenyum licik, padahal Alya masih mengenakan dalaman.


Tunggu dulu tapi bukannya Indra yang menyuruhnya tadi bertelanjang ya... Apa Indra sengaja mengatakan hal itu agar Alya merasa dia yang menggoda...


"Apa!". Jawab Alya setengah berteriak.


Membuat Indra terkejut "wah wah kau berani meneriaki ku!". Indra menampar pelan paha Alya hingga berbunyi "plakkk" ...


"Cih dasar genit... Mesum!". Teriaknya kesal dalam hati


"Ma..maafkan saya suami ku, ". Menjawab dengan nada malas ..


"Bahkan maaf yang kau ucapkan hanya setengah hati! Tak ku sangka kau menyakiti hati ku!, Padahal aku sangat baik pada mu". Indra memainkan drama seolah tersakiti.


"Dih.. ada apa lagi dengan Nya.. apa aku juga harus ikut drama-drama seperti ini cih". Alya membuang muka malas


Alya bangkit dari tempatnya kemudian menggenggam tangan Indra "aku tidak bermaksud seperti itu suami ku". Ucap Alya merayu.


"yah ini yang aku tunggu, Manis sekali ". Batin Indra.


"Ha-ha-ha jadi seperti apa yang kau maksud hmm.." Indra melirik tangan Alya yang menyentuh bahunya


Segera Alya menarik tangannya dan bertingkah aneh... "Sial pintar sekali dia mempermainkan ku". Batin Alya.


"Apa seperti ini yang kau maksud honey ". Indra mendorong tubuh Alya hingga dia berbaring dan dengan cepat pula Indra naik keatas Nya.


Alya melotot karena terkejut luar biasa... s


"Ada apa honey wajah mu memerah.. bukankah kita sudah pernah melakukannya, rileks saja". Wajah Indra entah mengapa berubah menjadi mesum di hadapan Alya.


"Su..suami ku, aku harus ke toilet.. perut ku sungguh sangat sakit". Dusta Alya.


"Hmm bagaimana kalau kita melakukannya di kamar mandi saja... Sepertinya itu cukup seru!". Indra menyeringai.


Alya kembali melotot tidak percaya "apa-apaan itu... Niat untuk menghindar pun tidak bisa".


Alya menjadi diam membisu, hingga akhirnya sore itu Indra melakukannya hingga malam hingga saat Alya benar-benar telah kewalahan...


Indra membiarkan istrinya terkapar di atas ranjang lalu pergi membersihkan diri, setelahnya Indra keluar dari kamar dan masuk ke dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


Indra duduk di kursi kerjanya kemudian teringat kembali peristiwa kedatangan Celine tadi siang...


Celine mengatakan mendapat ancaman dari mantan tunangan Nya, dan datang meminta belas kasian Indra, bahkan Celine sampai menangis sesenggukan di hadapan Indra...


Flashback saat Indra dan Celine berada di dalam ruangan kerja...


"Katakan apa tujuan mu kemari?". Ucap Indra sembari berdiri bersandar di depan meja dengan tangan melipat di dada sementara Celine duduk di sofa


"Hmm begini..." Celine mulai memasang muka memelasnya sembari bercerita jika kemarin mantan tunangannya menghubunginya dan mengancam dirinya...


Ancaman mantan tunangannya yang ingin menjadikan Celine sebagai wanita simpanan, dan harus bersedia tinggal selamanya di Amerika ..


Jika Celine menolak maka mantan tunangannya mengancam akan membagikan video mesum Celine dan dirinya ke situs internet dan hal itu membuat Celine takut hingga menangis di hadapan Indra .


"Apa dia serius dengan ancamannya". Gumam Indra .


Celine mengangguk "dia tidak pernah main-main dengan perkaranya Ndra.. aku takut dia juga pria tempramen hiks..." Celine semakin terisak membuat Indra ibah ...


Indra tidak suka jika melihat air mata Celine, itu adalah satu dari sekian banyaknya kelemahan Indra... Saat masih kecil dulu Indra pernah berjanji untuk menjaga Celine dan tidak akan membiarkan wanita itu menangis.


"Kau tidak patut menangis karena masalah seperti itu, percayalah itu hanya ancaman belaka, jika mantan tunangan mu berani menyebarkan video tersebut maka reputasinya juga akan hancur sebagai konglomerat, selain itu rumah tangganya juga akan hancur bukan!". Jawab Indra.


"Tapi Ndra..." Celine masih menangis berusaha meyakinkan Indra bahwa dia benar-benar ketakutan karena ancaman tersebut


Padahal nyatanya tidak ada hal seperti itu yang terjadi, Celine hanya ingin menarik simpati Indra dengan menjadi wanita malang yang perlu di kasihi ..


"persetan dengan harga diri". batin Celine


"Makasih ndra... Kalau bukan karena kamu pasti hidup ku sudah hancur hiks..."


"Hmm..." Indra yang tidak tau harus menghindar karena posisinya yang tidak pas malah mengusap punggung Celine untuk menenangkannya.


Cukup lama adegan itu berlangsung hingga Celine berhenti menangis dan berpamitan pada Indra...


...****************...


setelah mengingat kejadian itu Indra meraih ponselnya dan mencari nomor di sana...


"Tolong awasi dia untuk ku! Laporkan setiap gerak gerik yang dia lakukan disana!". Indra menghubungi anak buahnya ke Amerika untuk mengawasi mantan tunangan Celine.


"Baik tuan, sesuai perintah!". Jawab bodyguard dari dalam sana kemudian sedetik kemudian telpon terputus.


Indra memijat-mijat keningnya sembari menggenggam telpon.


"Tok..tok.." pintu di ketuk.


"Masuk!".


"Selamat malam tuan, makan malam sudah siap". Pak Yen memberitahu.

__ADS_1


"Hmm" Indra mengangguk... "Aku ingin layanan kamar, istri ku masih tidur jadi bawah masuk ke dalam kamar saja". Jawabnya sebelum pak Yen berlalu


"Baik tuan ". Jawab pak Yen kemudian segera keluar dan pergi menyiapkan makan malam untuk Indra yang harus di bawah ke dalam kamar.


Di meja makan bu Vanessa melirik ke belakang pak Yen, tidak ada Indra ataupun Alya yang ikut, apakah mereka tidak ingin makan malam...


Bu Vanessa menatap pak Yen seolah bertanya padanya di mana Indra dan istrinya.


"Tuan muda memesan layanan kamar nyonya". Pak Yen yang peka segera menjawab.


"Oyah? Tumben ". Jawab katrin.


"Nona muda masih istirahat sehingga tuan ingin menikmati makan malam nanti bersama nona muda". Jelas pak Yen, kemudian mengintruksikan kepada beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan ke kamar Indra


"Cih... Wanita kampung itu semakin bertingkah". Batin bu Vanessa mulai geram


Pak Yen dan 4 orang pelayan mengantarkan makanan ke kamar Indra, Untung saja Alya yang masih terlelap menutup dirinya dengan selimut hingga kepala sehingga hanya memperlihatkan bagian rambut, jika tidak bisa-bisa dirinya yang sedang telanjang menjadi tontonan para pelayan.


"Silahkan tuan". Ucap Pak Yen saat Indra masuk ke dalam kamar.


"Hmm". Indra hanya mengangguk kemudian melihat istrinya ke arah ranjang yang masih terlelap.


Pak Yen dan pelayan keluar dari dalam kamar, sementara Indra memilih untuk duduk di sofa sembari memainkan ponselnya, tentu saja sambil bekerja memantau pekerjaan dari ponselnya.


Beberapa menit berlalu, Indra mengalihkan pandanganya ke arah Alya yang melakukan pergerakan, kemudian Indra pun bangkit dan mendekat.


"Honey sudah bangun hmm?". Tanyanya manja


Alya mengangguk sembari menggeliat "jam berapa ini?, Aku sangat lapar?". Gumamnya pelan


Indra tersenyum "jam sepuluh malam". Jawabnya .


Alya melotot "apa aku tidur terlalu lama? Oh aku lelah sekali" alya meregangkan otot-otot Nya yang kaku


Indra semakin tersenyum geli melihat aksi istrinya yang menurutnya imut saat bangun ..


"Jangan menatap wajah ku saat bangun seperti ini, aku sangat jelek". Batin Alya sembari menutupi mukanya.


"Kenapa?". Tanya Indra.


"Aku jelek, jangan menatap ku seperti itu". Jawab Alya.


"Memang siapa yang bilang kalau kau cantik... Kau jelek sedari dulu". Goda Indra sembari terkekeh.


"Cih.. sudah lah ". Alya kesal kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya..


Hmm sepertinya tidak tampak malu-malu lagi ya berjalan tanpa busana ke arah kamar mandi hihihi...


"Ingin di temani tuan putri?". Goda Indra sedikit berteriak ke arah Alya yang sudah berada di depan pintu kamar mandi dan siap menutupnya.

__ADS_1


"Tidak yang mulia, terimakasih". Segera pintu tertutup...


Bersambung


__ADS_2