Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Bermesraan


__ADS_3

Indra terkekeh melihat tingkah istrinya....


Beberapa menit telah berlalu, Alya sudah menyelesaikan mandinya kini dia sudah berada di meja bersama Indra untuk makan malam bersama.


"Suami ku Apa sendoknya hanya ada satu?". Tanya Alya, karena hanya ada satu piring yang berisi makanan juga satu sendok disana.


sebelumnya pada saat Alya membersihkan diri Indra sudah merencanakan untuk melakukan makan malam romantis dengan istrinya di dalam kamar.


"Hmm.. aku akan menyuapi mu honey". Indra mengangguk sembari tersenyum.


"Apa kita juga harus satu sendok sekarang.. cih lebay sekali ". Batin Alya...


"A.. buka mulut mu honey". Indra menyuapi.


Alya mengikuti Indra, setiap kali alya selesai membuka mulut dengan sendok yang Indra pakai, Indra akan langsung mengambil makanan dengan semangat lalu memakannya.


Drama-drama Suap menyuapi telah selesai, Alya ingin mengambil segelas air di atas meja namun dengan segera Indra mengambilnya, membuat Alya kesal karena dia sedang kehausan.


"Apa hanya ada segelas air juga!". Batin Alya jengkel.


Indra menuangkan air itu ke dalam mulutnya, meneguknya sekali kemudian menuangkannya lagi, kali ini Indra tidak meneguknya tapi dengan satu gerakan Indra meraih Alya ke dalam pelukannya kemudian mencium Alya dan...


Yah Indra berhasil memberikan air minum itu dengan cara berciuman meskipun Alya sangat sulit menelanya.


"Sial.. dari mana dia mendapatkan ilmu ini, aaarrrggghhh aku sedikit baper". Batin Alya menahan gejolak dalam dada.


"Lakukan hal yang sama dengan ku". Ucap Indra sembari memberikan sisa air yang masih ada di dalam gelas.


Alya melotot, bagaimana caranya... Bukan-bukan lebih tepatnya Alya malu dan apa iya harus seperti itu.


"Tunggu apa lagi honey... Kau tau kan aku tidak suka mengulangi perkataan ku". Ucap Indra masih dengan posisi memeluk pinggang Alya dengan mesra


"Ba..baik suami ku". Alha meraih gelas tersebut, meminumnya perlahan kemudian mengarahkan wajahnya pada Indra sembari menutup mata


"Bagaimana aku harus melakukannya... Ah.. menyebalkan sekali!". Gerutu Alya dalam hati


Indra tersenyum penuh kemenangan mendapati istrinya mulai patuh pada setiap ucapannya.


Indra menyambut bibir istrinya yang masih kaku dalam berciuman, dan menerima air yang Alya berikan, meskipun hanya sedikit yang Indra dapatkan karena air itu banyak yang tumpah membasahi bibir mereka.


Cukup lama mereka di adegan tersebut, Indra melepaskan ciumannya saat menyadari Alya kesulitan bernafas.

__ADS_1


"Aku senang kau mulai patuh.. pertahankan hal itu". Ucap Indra tepat di bibir Alya yang sedang mengatur nafas


Alya mengangguk "bahkan kau sangat puas dengan hal seperti ini.. cih aku yakin anda sudah melakukan hal seperti ini ribuan kali bersama wanita lain". Batin Alya sedikit negatif thinking.


"Mengapa? Wajah mu sepertinya kesal? Kau tidak suka dengan ucapan ku hmm.." tanya Indra memperhatikan wajah istrinya yang nampak kesal.


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan urutan ke berapa aku mendapatkan ciuman itu!!". Gumam Alya dengan nada jengkel dan wajah cemberut.


Sepertinya Indra tau dengan reaksi itu "cemburu!". Indra sangat paham itu.


Indra mengeratkan pelukannya semakin mendekatkan diri pada istrinya hingga Alya kesulitan bergerak..


"Kau cemburu?". Goda Indra berbisik mesra di telinga Alya.


"Cih.. untuk apa?". Alya membuang muka dan ingin melepaskan pelukan Indra namun Indra semakin mengencangkan pelukannya.


"Lalu ada apa dengan reaksi seperti ini ". Indra tersenyum.


"Tidak apa-apa... " Gumam Alya, entahlah Alya juga tidak mengerti mengapa dia malah memikirkan hal yang membuat hatinya kesal...


Bayangan ciuman tadi membuat Nya senang sekalian kesal...


"Ha-ha-ha apa kau pikir aku sering melakukan ciuman dengan wanita lain hmm..." Indra menatap Alya.


Entah mengapa kecemburuan Alya malah terlihat manis di hadapan Indra.


"Aku hanya melakukannya dengan mu" jawab Indra kemudian mengecup sekali di leher Alya.


"Penipu handal... " Gumam alya sangat pelan.


"Katakan lagi..." Indra menjadi sedikit kesal karena Alya tidak mempercayainya.


"Bagaimana mungkin orang seperti anda tidak pernah melakukan ciuman seperti ini, bahkan itu sangat mudah untuk anda dapatkan dari perempuan mana pun". Ketus Alya.


"Jadi kau menuduh ku begitu! Kau pikir aku pria sembarangan!".


Akhirnya karena ciuman mereka menjadi berdebat....


"Saya tidak tau..." Alya masih ketus, teringat ucapan ketrin dan bu Vannesa yang pernah menyinggung tentang Indra pernah tidur dengan Celine pun terlintas di kepalanya, membuat hatinya kembali panas


"Dengar... "Indra meraih wajah Alya sembari menatapnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku tidak tahu mengapa istri kecil ku menjadi cemburu seperti ini, tapi percayalah aku tidak pernah melakukan hal seperti ini pada perempuan mana pun kecuali diri mu... Meskipun aku bisa mendapatkan wanita mana pun yang aku mau tapi ciuman ku tidak untuk ke sembarang orang!". Jelas Indra


Alya menarik nafas kemudian menghembuskan Nya dengan kasar "yah baiklah percayakan saja" jawab Nya acuh.


"Apa kau masih ragu hmm". Tanya Indra


Alya menggeleng "tidak juga". Jawabnya singkat.


"Cih ada apa dengan ku, apa aku benar-benar cemburu.. sial aku sudah berusaha mengendalikan perasaan ku tapi mengapa dengan reaksi berlebihan ini, lagi pula itukan haknya.. Alya sadarlah... Sadar kalian tidak saling mencintai tolong jangan berlebihan, kendalikan perasaan mu kau hanya pelampiasan baginya, jangan berharap lebih ". Alya bergumam dalam hati sembari memejamkan matanya berusaha mengingat kembali bahwa pernikahan ini hanya sementara.


"Benarkah? Aku mengatakannya dengan sungguh! Jadi singkirkan pikiran-pikiran konyol yang ada di kepala mu ini". Indra menunjuk kening Alya.


"Hmm..." Jawab Alya mengangguk.


"Aku mencintaimu... Aku harap kau juga melakukan hal yang sama dengan ku". Batin Indra.. sungguh itu adalah isi hatinya yang ingin sekali ia ungkapkan...


"Aku senang kau cemburu". Indra terkekeh..


"Siapa juga yang cemburu.. anda terlalu kepedean " alya melepaskan pelukannya kemudian berjalan ke arah ranjang untuk berbaring.


"Ha-ha-ha kau bahkan masih malu mengakuinya..." Indra mengikuti Alya lalu berbaring sembari memeluk dengan posesif.


"Huaaa... Saya mengantuk... Sebaiknya kita tidur sekarang..." Jawab Alya mengalihkan pembicaraan membuat Indra terkekeh.


"Baiklah honey... Have a nice dream" bisik Indra...


Tangannya selalu tidak bisa di ajak kompromi, yah dia sibuk menjelajahi tubuh Alya, meskipun ada reaksi penolakan dari alya tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi Semangat Indra untuk mencumbui istrinya sebelum tidur..


"Aku harus segera tidur, jika tidak serigala licik ini mungkin akan meminta macam-macam lagi". Batin Alya kemudian segera mengambil posisi untuk terlelap, sungguh malas sekali jika harus melayani suami untuk yang kedua kalinya.


Keesokan harinya...


Alya terbangun namun tidak mendapati Indra di sampingnya...


"Apa dia sudah bangun? Tumben pagi-pagi sekali". Gumam Alya sembari melirik ke arah jam kecil di meja samping tempat tidurnya, waktu baru menunjukkan pukul enam pagi.


Alya turun dari ranjang kemudian mencari Indra ke kamar mandi "kosong...".


"Dimana serigala licik ini". Batin Alya, kemudian segera membasu wajahnya dan kembali ke dalam kamar...


Alya melihat sekeliling sudah rapi, bekas piring mereka Semalam juga sudah di rapikan "gercep sekali pelayan disini". Batin Alya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2