
"Kalau kamu nggak mau gapapa ibu cari karyawan la..."
"Mau kok Bu.. mau" . Alya segera menjawab tanpa banyak pemikiran lagi, ini kesempatan emas tidak boleh di sia-siakan.
Bu Rika tersenyum "bagus kalau begitu ini jadwal makan siang dan makan malam tuan Indra, masalah sarapan kau tidak perlu khawatir tuan muda tidak pernah sarapan di kantor, di situ juga sudah ada menu-menu makanan sehat yang tuan muda suka". Bu Rika memberikan daftar menu makanan lengkap dengan hari dan jadwal makan Indra .
"Hmm... Apa makanya di ambil di kantin?".
"Yaps... Orang kantin yang akan menyediakan semuanya sesuai dengan menu makanan yang kamu pesan kemereka, ingat minimal 1 jam sebelum jam makan tuan Indra, karena jika terlalu cepat menunya tidak akan siap tepat waktu begitu juga jika terlalu lambat, Oyah tuan Indra juga tidak suka dengan makanan yang sudah dingin ". Jelas Bu Rika.
"Kelihatannya cukup muda" batin Alya.
"Baik Bu hanya begini bukan, saya tidak di minta untuk membuatnya? hanya mengatar menu makan siang tepat waktu jam 12:30, break Coffee jam 03:00 dan makan malam jika di perlukan jam 07:30 malam".
"Past seperti itu". Bu Rika tersenyum dengan tingkah lucunya, karena dia merupakan orang yang humoris.
"Oke Bu.. Oyah kapan saya memulai pekerjaan ini?".
"Besok dong". jawab Bu Rika
Alya mengangguk baiklah Bu, besok tepat waktu saya akan melakukan pekerjaan ini...
"Baik Alya sekarang kamu sudah bisa kembali ke meja mu".
"Baik Terimakasih Bu Rika". Alya segera keluar.
Ada perasaan senang dengan gaji fantastis yang sudah setara dengan gaji kepala karyawan yang akan Alya dapatkan, ada juga perasaan kesal serta malas untuk melayani tuan Indra.
Alya kembali ke meja kerjanya...
"Hey Alya, Bu Rika memanggil mu ada urusan apa?". Tanya Misel yang kebetulan duduk di samping Alya
"Oh ini, aku di tugaskan untuk menjadi ahli gizi tuan Indra".
"Serius?". Tanya Misel.
Dari raut wajahnya seperti kurang senang dengan hal itu.
Alya mengangguk, dia paham Misel mungkin kecewa karena beberapa hari yang lalu dia pernah bercerita jika dirinya menyukai tuan muda, dan salah satu tujuannya masuk di perusahaan itu adalah untuk mendekati Indra.
Bahkan Misel yang dulu bukanlah Misel yang sekarang, penampilannya sudah jauh sangat cantik, skillnya dalam bekerja pun patut di ancungkan jempol tapi kenapa bukan dia... Padahal Misel terkadang curi-curi pandang jika berpapasan dengan tuan Indra.
"Kamu nggak papa kan mis..?" Tanya Alya merasa tidak enak .
__ADS_1
"Hahaha, yah nggak papa lah Alya, masa aku jeles". Misel tertawa seperti orang gembira namun wajahnya tidak bisa bohong dia seperti berkecil hati karena bukan dia yang di pilih.
"Ehmmm... Kantin yuk udah waktunya makan siang nih". Alya mengalihkan pembicaraan.
"Kamu duluan saja, pekerjaan ku belum selesai, Nanti aku nyusul". Jawab Misel sembari tersenyum.
"Tar aja itu di selesaikan, kita juga butuh makan siang kan?".
"Iya sih tapi ini terlalu menumpuk Al, laporan sudah harus aku kirim sebelum jam 4 nanti". Jawab Misel kembali ke komputer di hadapannya.
"Hmm baiklah kalau begitu, aku ke kantin duluan ya, mau titip roti nggak". Alya tersenyum kemudian beranjak dari sana, ketika mendapat gelengan kepala dari Misel.
Kantin....
Setelah mengambil makanan Alya duduk di pojok sembari memikirkan tentang besok, Alya berharap tuan Indra sudah melupakan hari dimana mereka pernah bertemu, Minggu lalu yang di barengi dengan drama-drama tidak Penting..
"Hey nona boleh saya duduk di sini?". Tanya seorang pria yang juga karyawan trening sama dengan Alya.
"Tentu". Alya tersenyum.
"Oyah kenalkan aku Ben.. karyawan training dari defisi keuangan". Ben mengulurkan tangan.
"Alya... karyawan training dari defisi manajemen administrasi ". Alya menjabat tangan Ben.
Ben pria tampan, playboy yang banyak memanfaatkan wanita untuk berkencan dengannya, bahkan dia bisa gonta-ganti pasangan dalam seminggu hanya untuk memuaskan diri .
"Oh benarkah". Jawab Alya.
Ben mengangguk "emm kau hanya makan sedikit, atau lagi diet?".
"Porsi makan ku memang sudah begini kalau lagi nggak mood".
"Oyah? Emm... Hati-hati nanti kamu sakit, aku bisa khawatir ". Goda Ben, dasar emang pria hidung belang.
"Nggak kok". Alya tersenyum,
dia bisa menebak buaya darat sedang bereaksi, namun Alya juga bukan wanita sembarang yang akan mudah luluh dengan rayuan murahan.
"Ah masa... Oyah tadi kamu bilang nggak mood, stress ya banyak kerjaan?". Tanya Ben
Alya mengangguk..
"Sudah ku duga, wanita cantik seperti mu seharusnya tidak perlu bekerja terlalu keras seperti ini.. " Ben berwajah ibah.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Ben? Pekerjaan seperti ini impian banyak wanita, duduk di kursi santai dengan ruangan sejuk ber AC".
"Tapi aku khawatir dengan kesehatan mu, jika terlalu banyak pikiran nanti kamu sakit, belum lagi porsi makan kamu sedikit.. sungguh aku jadi tidak tega, andai kamu milik ku akan ku ratukan diri mu, sayangnya kamu milik orang lain..."
"Uhuuukkkk.. uhuuukkkk..." Alya tersendat, kenapa rasanya dia ingin muntah mendengar rayuan kacang seperti itu.
"Hati-hati baby.. eh maksud ku Alya". Ben dengan sigap memberikan sebotol air mineral yang sudah ia buka pada Alya.
"Thanks Ben". Alya menerima air mineral itu dengan senyuman.
"Bagaimana..? sudah baikan?". Tanya Ben, dengan ber mode khawatir, tentu saja hahaha.
"Iya aku nggak papa". Alya lagi-lagi tersenyum, tapi dalam hati lain lagi, mungkin Alya ilfil .
"Pelan-pelan saja makannya, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa". Ucap Ben.
"Duh udah dong". Batin Alya, Rasanya ia ingin menertawakan momen ini..
Ben tersenyum... "Oyah pulang kerja nanti kamu sama siapa?".
"Sama Ojek..."
"Serius Kamu baik Ojek?.. debu dan panas sinar matahari bisa ngerusak kulit kamu, hmm nanti balik aku antar ya, tenang aku ada mobil kok". Ucap Ben sedikit menyombongkan diri sepertinya.
"Nggak us..."
Ben reflek mengangkat tangannya... "Eittsss aku nggak akan macam-macam kok, aku cuma akan ngantarin kamu, janji". Ben segera menyela..
Alya meneliti, sepertinya Ben memang tidak akan macam-macam.
"Masih ragu?.. aku janji jagain kamu, kalau nggak percaya nanti ajakin teman kamu juga, nanti aku antar sekalian, biar tidak ada dusta diantara kita".. ucap Ben.
"Tapi teman ku juga punya kendaraan sendiri ". Jawab Alya.
"Oyah? Tapi aku serius kok nggak akan macam-macam.. kalau aku macam-macam nanti laporin ke polisi dah.. atau.."
"Iya iya nanti pulang kerja bareng aku". Jawab Alya sembari menggelengkan kepalanya.
"Nah gitu dong .." Ben terlihat senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next .....
__ADS_1