
"Iya.. tadi aku banyak pekerjaan, tuan muda mengerjai ku abis-abisan". Jawab Alya.
"Maksud mu?". Misel.
"Yah.. tuan muda sepertinya membenci ku setengah mati, jadi dia menyuruh ku mengerjakan hal tanpa alasan, ck... menyebalkan sekali ". Alya terlihat kesal.
Misel ngangguk-ngangguk, sepertinya Alya hanya menjadi bahan candaan untuk Indra, pikir Misel, dan itu membuatnya sangat lega.
"Kamu yang sabar ya". Ucap Misel namun dalam hati merasa bersyukur, karena ternyata Alya di perlakukan tidak baik oleh Indra, yah sudah sangat lama Misel menyukai bosnya itu meskipun 0,01% dia akan mendapatkan perhatiannya.
Alya menarik nafasnya "mau bagaimana lagi".
"Oyah aku pamit duluan ya, ehmm laporan nya aku bawah pulang, nanti aku kerjakan di apartemen saja". Alya
"Oke hati-hati ya". Ucap Misel melambaikan tangan.
Sepertinya Misel tidak jadi lagi irih kepada Alya karena hidupnya masih lebih beruntung, ketimbang harus di permainkan seperti itu.
...****************...
Tiba Di Apartemen Alya segera merebahkan diri di kamar, dunia benar-benar hampa entah kapan dia akan menemukan kebahagiaan, di rumah dan di tempat kerja sama saja.
"Ting.." notif
Alya meraih ponselnya, ternyata itu notifikasi pembelian motornya yang sudah berhasil di proses dan tidak lama lagi motor akan segera di antarkan.
Alya kembali bersemangat, akhirnya dia memiliki motor sekarang...
"Bodoh amat, aku tidak akan menyerah sekarang... Lihat saja akan ku buktikan kalau aku kuat, yang sudah terbiasa dengan hujan badai.. " Alya menyemangati diri.
Setelah beberapa saat yang lalu Alya menerima motornya kini ia memarkirnya di depan Apartemen.. terlihat sangat cantik, Alya pun tersenyum.
"Temani aku berjuang ya...". Bisikan Alya pada motor barunya..
hihihi punya motor baru juga sekarang
Meskipun hanya motor tapi entah mengapa Alya sangat gembira..
Waktu pun berlalu, kini hari telah berganti malam...
Pukul 10:20 malam Alya masih standby di depan Laptop, setelah usai mengemasi perlengkapan yang akan ia bawah besok...
"Ting..." Bunyi notifikasi.
Alya meraih ponselnya, di sana tertera nama "Raja Firaun". Itu adalah Indra
Alya membuka dengan sedikit malas.
"Bagaimana kondisi mu! Pastikan kita berangkat besok.. Oyah apakah vitamin yang ku kirimkan sudah kau terima!!". Notif Indra.
__ADS_1
Alya mengerutkan keningnya "vitamin... Vitamin apa?".
Alya baru saja akan mengetik namun seseorang di balik pintu apartemennya mengetuk..
Alya bergegas kesana, ia berfikir mungkin itu kak Owin..
"Ceklek..."
Orang itu tersenyum "apa benar ini tempat tinggal nona Alya?". Tanya orang tersebut penampilannya mirip seorang kurir.
"Iya benar, saya sendiri.. ada apa ya pak?". Alya
"Indra Herlambang mengirimkan paket kepada nona". Jawab kurir.
Alya mengingat notifikasi dari Indra barusan "oh jadi ini yang dia maksud vitamin ". Batin Alya.
"Oh iya terimakasih pak". Alya menerima paket tersebut.
"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi ". Kurir segera pergi.
"iya pak"...
Alya kembali ke kamarnya untuk membuka paket tersebut, dan isinya benar berbagai jenis vitamin...
Alya mengambil ponselnya kemudian menjawab " sudah tuan". Send
"Pastikan kita jadi berangkat besok, kau akan di pecat jika memiliki banyak alasan ". Indra mengirim notifikasi lagi
Alya menerima notifikasi, kemudian memutar bola matanya malas " iya tuan". Jawabnya singkat
Indra menerima notifikasi itu dengan kesal "apa harus sesingkat itu dia menjawab hah!". Gerutunya.
Alya sangat malas meladeni Indra yang menurutnya sangat rese, semena-mena di tambah arogan.
"Jangan datang terlambat ke bandara!!". Send Indra kembali mengirim notifikasi, jangan lupakan emot merah bertanda marah.
"Baik tuan". Jawab Alya.
"Kurang ajar!!! Berani sekali dia menjawab ku dengan singkat!!". Entah mengapa Indra menjadi kesal dan panas karena Alya seperti tidak memiliki ketertarikan untuk menjawab pesannya.
Indra beranjak ke dapur, mengambil minuman dingin dari sana lalu meneguknya dengan cepat, kesal.. yah itu yang sedang ia rasakan.
"Lihat saja.. kau akan ku hukum lagi parasit menyebalkan". Geram Indra kemudian meremas kaleng minuman soda yang baru ia minum Lalu membuangnya ke sembarang arah...
"Tunggu saja besok kau akan segera mendapatkan hukuman lagi ha-ha-ha!". Indra merencanakan sesuatu lagi untuk mengerjai Alya.
...****************...
Waktu pun berlalu, dan kini pagi hari telah datang...
__ADS_1
Alya pagi-pagi sudah berada di apartemen Indra, seperti biasa menyiapkan sarapan untuk pria arogan itu sembari membersihkan kamar dan ruangan lain yang berantakan...
Tak lupa Alya juga menyiapkan kopi pahit untuknya, dan menaruh kopi itu di dekat meja yang terdapat jendela besar, tempat Indra biasanya memandangi kota .
"Good... Semuanya sudah selesai". Ucap Alya dengan bangga, dia menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Indra keluar dari kamarnya saat selesai mandi, karena saat Alya merapikan tempat tidur Indra berada di kamar mandi...
"Hey parasit..!!" Ucap Indra.
"Iya tuan". Alya yang berencana untuk pulang, kembali berbalik badan melihat Indra yang sudah rapih dengan setelan jasnya.
"Tumben pagi-pagi sudah rapi" . Batin Alya ..
"Bersihkan kamar ku!!". Perintah Indra.
"Sudah tuan". Jawab Alya.
"Sudah apanya... Berantakan seperti itu kau bilang sudah!". Indra mengomel.
Alya mengerutkan keningnya, perasaan tadi sudah ia bersihkan.. Alya kemudian melangkah untuk mengecek kembali kondisi kamar dan...
"What!!". Teriaknya...
Jelas itu perbuatan Indra, dia sengaja membuat kamarnya seperti kapal pecah dengan selimut di lantai, bantal guling berserakan di lantai.. bahkan beberapa barang-barang di kamar di buat berantakan tidak karuan.
Alya membalikkan badannya menatap kesal pada Indra yang kini tersenyum manis ke arahnya sembari mengangkat kopi pahit buatan Alya.
"Hmm kopi buatan mu enak..." Ejek Indra lalu terkekeh, puas sekali mengerjai dan membuat mood Alya berantakan.
"Manusia terkutuk... Raja Firaun sialan". Maki Alya kesal.
"Wajah mu kenapa? Oh apa kau sedang mengumpat dalam hati hah! Kau berani diam-diam mengutuki ku, begitu..?". Ucap Indra pada Alya.
Alya tersenyum yang jelas senyuman jengkel "he-he-he tidak tuan, saya akan membersihkan kamar tuan, sampai bersih!!". Ada penekanan di kata Bersih menandakan Alya sedang kesal tak terkira.
"Kalau begitu bersihkan dong, tunggu apa lagi". Jawab Indra, masih dengan raut wajah tersenyum penuh kemenangan.
"Baik tuan, silakan nikmati kopi anda!". Jawab Alya lalu menurunkan senyuman dan berbalik badan dengan kesal.
Sementara itu Indra tertawa puas, mainannya sangat menggemaskan.
Untung saja hari ini Alya tidak ke kantor lagi karena dia di tugaskan untuk mempersiapkan diri untuk keberangkatannya ke Amerika.
Sementara bersih-bersih Alya melihat sebuah foto masa kecil Indra di atas meja...
Alya memandangi foto itu dengan tersenyum, ternyata Indra saat kecil sangat gemuk hampir matanya tak terlihat karena pipinya sangat tembem.....
Bersambung....
__ADS_1