
Indra menatap Alya dalam-dalam kemudian meraih dagunya dengan jemarinya.
"Kau tidak suka melayani ku?". Tanya Indra dengan nada dingin.
"Tidak tuan..bukan begitu ". Alya panik
"Jika kau ingin membatalkan surat perjanjian kontrak kerja sama kita baiklah kau boleh menandatanganinya dan membayar dendanya.. ingat bahkan rumah mu sekarang adalah milik ku, hmm... aku menjadi penasaran bagaimana nasib keluarga mu jika aku menghancurkan mereka karena kebebalan mu".
Wajah Alya seketika menjadi pias dan merah, dia takut sekali menghadapi kemarahan dan keseriusan Indra dalam berucap..
"Maafkan saya tuan, saya janji akan melayani anda dengan baik dan tidak akan bebal lagi hiks... Maafkan saya tuan". Alya memohon dengan sangat.
"Cih... Aku sudah muak dengan permintaan maaf mu..". Indra ingin turun dari ranjang namun dengan segera Alya meraihnya dan memeluknya dari belakang ...
Hal itu spontan dan tanpa sengaja Alya lakukan karena panik
"Ampuni saya tuan .. hikss.. saya akan melakukan yang terbaik untuk anda". Alya menangis sesenggukan.
Jujur saja Indra merasa ibah dengan hal itu, Indra senang Alya memeluknya dan memohon untuk tetap mempertahankan hubungan meskipun dengan ancaman.
Senyuman mekar di wajah Indra mendapati istrinya sedang memeluknya sembari memohon padanya...
Ha-ha-ha Alya tidak tahu saja jika itulah yang Indra tunggu - tunggu dari dulu.
"Hmm... Baiklah jangan menangis, aku tidak akan menghancurkan keluarga mu". Indra berbalik sambil mengusap rambut Alya dengan sayang.
"Tuan berjanji". Ucap Alya sembari mengusap air matanya seperti anak kecil.
"Hmm". Indra mengangguk.
"Terimakasih tuan". Dengan senyuman Alya kembali memeluk Indra dengan erat, sepertinya Alya lupa jika yang dia lakukan itu sudah melebihi batas padahal dia sendiri sudah berjanji pada dirinya untuk tidak memperlihatkan bahwa dia sendiri menyukai Indra meskipun pria itu sedikit menyebalkan.
Waktu berlalu Alya terkejut dengan reaksinya yang sedang memeluk Indra erat "maaf tuan". Alya melepaskan pelukannya sembari tertunduk malu.
"No problem... Ayo tidur.." jawab Indra sembari membawa Alya masuk dalam pelukannya untuk terlelap.
Malam panjang belum berakhir bagi Alya sebelum memastikan jika pria yang sedang mendekapnya dengan erat itu sudah terlelap.
Setelah merasakan kantuk yang sangat berat akhirnya Alya terlelap...
Dan di saat saat seperti itu Indra memulai aksinya dengan yah.. memulai hubungan yang lebih dekat, beruntung tengah malam itu Alya tidak menolak karena takut, dia sudah berjanji untuk menjadi istri yang baik dan patuh
(malam pertama tidak di ceritakan, di persilahkan untuk berimajinasi sendiri seperti malam pertama teman-teman yang sudah merasakannya wkwk)
...****************...
__ADS_1
Pagi hari datang....
Indra terbang sembari memijat-mijat bahunya lalu berjalan ke arah kulkas di dapur bersih, suasana hatinya sangat bagus, bahkan Indra menyapa pak Yen yang sedang mengatur sarapan di meja pagi ini.
Tidak biasanya seperti itu...
"Good morning Pak Yen". Ucapnya dengan senyuman.
"Good morning tuan muda". Pak Yen menjawab sembari tertunduk...
"Ada apa? Kapan terakhir kali pak Yen mendapatkan sapaan itu, rasanya sudah sangat lama mungkin saat Indra masih kecil.." pak Yen bertanya-tanya.
"Ada yang tuan perlukan ". Tanya pak Yen.
Indra sudah meneguk air dingin yang dia ambil dari kulkas kemudian menggeleng"tidak ada". Jawabnya dengan senyuman.
Sungguh pak Yen merasakan keanehan dan aura positif tapi juga aura ketakutan "tidak ada yang salah bukan, tapi senyuman dan sikap baik Indra seperti itu membuat pertanyaan besar di kepala".
Indra kembali ke dalam kamar mendapati istrinya mulai terbangun dengan pergerakan kecil di atas ranjang.
"Morning my wife". Ucapnya sembari mendekati Alya.
"Good morning tuan .. hmm Maksud saya suami ku". Jawab Alya, yah semalam saat melakukan hubungan Indra meminta Alya untuk memanggilnya dengan panggilan suami ku agar terkesan romantis.
Alya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya bahkan sampe kepala.
Indra tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang menurutnya imut...
"Honey ayo bangun jangan bermalas-malasan begitu.. hari ini bukannya ada kunjungan ke sekolah dan Panti ya". Indra mendekati sembari menarik dengan pelan selimut yang menutupi wajah Alya
"Yah benar, aku hampir saja melupakannya". Alya membuka selimut yang menutupi kepalanya.
"Oh sekarang mulai pikun ya". Indra terkekeh melihat istrinya yang masih malu-malu.
"Emm..." Alya berdehem sembari bangkit dan duduk, tentu saja menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga dada.
"Tuan bolehkah saya meminta handuk?". Tanya Alya yang membuat Indra mengerutkan keningnya.
"Tidak!". Ketusnya.
"Sudah ku duga". Batin Alya padahal dia sangat malu.
Melihat pakainya berserakan di lantai membuat dirinya semakin malu, namun Indra nampak menyukai hal itu.
"Hmm maaf tuan". Alya meminta maaf
__ADS_1
"Sana ambil". Suru Indra
Alya mengertukan keningnya "hey aku sedang bertelanjang karena ulah mu serigala licik, semalam kau memperdaya ku bukan!". Alya mengomel dalam hati.
"Tunggu apa lagi? Masih malu.. ? Aku sudah melihat semuanya untuk apa lagi merasa malu". Jawab Indra.
Alya menundukkan kepalanya..
"Baiklah akan ku bantu". Indra dengan satu gerakan telah sukses menyibak selimut yang di kenakan Alya kemudian menggendongnya.
"Tuan?". Alya terkejut, dia merona merah dalam gendongan Indra.
"Kenapa?". Indra malah terkekeh sembari membawa istrinya ke buth up.
Indra mengisi buth up tersebut lalu ikutan mandi bersama sang istri.
"Kau akan mengalami kejadian ini setiap hari, harap biasakan diri mu". Ucap Indra.
Dia tidak tahu apa jika Alya merasa sedih, pertahannya sudah di rebut, dan apa itu yang Indra katakan tadi...
Setiap hari?
"Cih.. aku akan segera gila menghadapinya". Batin Alya.
Alya mulai menggosok tubuhnya, dia melihat banyak sekali berkas-berkas merah disana...
Sekilas Alya melihat berkas merah yang sama persis waktu itu "ternyata itu bukan alergi melainkan.." Alya melotot ke arah Indra setelah menyadarinya.
"Hey mengapa melotot seperti itu hah!". Indra bingung mengapa Alya menatapnya dengan garang.
"Tidak suami ku, tapi bekas-bekas seperti ini rasanya tidak asing.... Apakah.."
"Uhhuuukk uhhhuukkkk..." Dengan sengaja Indra memotong ucapan Alya.
"Apa yang kau pikirkan? Cepat gosok juga badan ku!". Indra berbalik badan, dia sudah bisa menebak kemana arah ucapan Alya selanjutnya.
"Dasar serigala licik!!! Pantas saja anda tidak pernah malu terang-terangan bertelanjang di hadapan saya ternyata anda sudah menjama tubuh saya!". Alya sangat kesal tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur.
Mandi memandikan akhirnya selesai, dan sekarang mereka sedang bersiap-siap satu sama lain..
"Apa yang kau lakukan?". Indra bertanya-tanya pada Alya yang sedang memakai syal di lehernya.
"Hari ini tim kami turun lapangan tuan, saya takut kena matahari jahat jadi saya berinisiatif untuk memakai syal" . Dusta Alya padahal dia sangat malu dengan stempel di lehernya yang sengaja Indra buat besar-besar.
Bersambung...
__ADS_1