Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
melamar tiba-tiba?


__ADS_3

"Oke cukup begitu saja..." Jawab Indra.


"Tuan.. ". Junsen datang berbisik ke telinga Indra.


Indra menoleh kemudian bertanya "dimana?".


"Taman tuan". Jawab junsen yang di balas anggukan dari Indra .


Ia kemudian bangkit berdiri lalu pergi,


"Nona silahkan nikmati makannya". Ucap junsen kemudian pergi dan memantau agak jauh dari tempat Alya duduk.


"Baik pak". Jawab Alya


"Kemana dia akan pergi". Alya bertanya-tanya dalam hati, tapi masa bodoh lah itu juga bukan urusannya.


Alya menikmati hidangan tersebut sendirian..


Sementara itu Indra sudah berada di taman bersama Celine.


"Ada apa kau memanggil ku kemari?". Tanya Indra mereka sedang berada di taman yang terdapat kolam ikan kecil di sampingnya.


"Hanya ingin berbicara berdua". Jawab Celine dengan senyuman.


"Katakan!". Indra menjawab dengan dingin.


Celine mengangguk "apa dia sungguh kekasih mu, aku sangat penasaran, sepertinya dia bukan orang kalangan atas" .


"Ada apa? Kau ragu? ". Tanya Indra.


" Aku Hanya bertanya-tanya saja memastikan apa benar dia kekasih mu yang sudah menjalani hubungan 6 bulan dengan mu.. hmm aku melihat dia canggung dan terlihat dia bukan kekasih sungguhan mu!". Jawab Celine menerka


Sepertinya dia tau kalau Indra datang karena ingin menunjukkan kalau ternyata dia berhasil move on meskipun dengan menipu.


"Ha-ha-ha jadi maksud mu aku hanya membohongi mu?". Jawab Indra yang di balas anggukan dari Celine.


"Maybe..."


"Oh tentu tidak... Aku menjalani hubungan dengannya cukup private, kami bahkan sudah merencanakan pernikahan.. hmm aku berencana akan mengenalkan dia pada publik saat resmi menjadi istri ku nanti". Jawab Indra.


Terlihat jelas dia pria sombong yang tidak ingin kalah meskipun sudah ketahuan.


"Oh ya, aku ragu.. aku akan percaya jika kau membuktikannya... " Celine menantang.


Celine bukan orang yang baru kemarin mengenai Indra, Celine tau dengan jelas saat Indra melakukan kebohongan, dia banyak kali berkedip dan terlihat gelisa meskipun berusaha terlihat tenang, namun hal itu hanya di ketahui Celine...


"Tentu... Kau akan segera mendapatkan undangan.. bersiap-siap lah". Jawab Indra. .

__ADS_1


Dari yang Celine lihat Indra semakin terlihat gelisah dengan ucapannya bahkan tangannya sudah ia kepal, matanya juga berkedip beberapa kali.


Celine tersenyum kemudian mendekati Indra "aku tunggu!". Bisiknya di telinga Indra kemudian pergi...


Indra semakin mengepalkan tangannya, tampak sadar dia menggali lubang dan dia sendiri yang akan menguburkan diri disana.


"F**k..." Gerutunya frustasi.


Karena dia harus segera memikirkan cara untuk menikah dengan Alya...


Indra tidak mungkin menjilat ludahnya di depan Celine, oh tidak Indra pria gengsi, pantang baginya untuk menolak tantangan lagi pula dia sendiri yang sok-soan di hadapan Celine.


Indra masuk ke dalam gedung, dia melihat Celine sedang berdansa dengan mesranya bersama tunangannya itu...


Orang-orang juga sedang berdansa, sementara Alya setelah menyelesaikan makan dia hanya duduk sembari melongo kesana-kemari mencari sosok Indra.


"Kira pulang sekarang!". Ucapnya dengan ekspresi lembut namun menekan perkataan.


Maksudnya adalah agar ia terlihat baik-baik saja di hadapan banyak orang.


"Baik.." jawab Alya.


"Pesta belum berakhir nak.. mengapa kalian buru-buru untuk kembali". Ucap Bu vanessa yang datang dengan segelas jus di tangannya.


"Kekasih ku sedang tidak enak badan mom, aku sangat menghawatirkan nya". Dusta Indra.


Indra mengeratkan pelukannya seolah mengirim kode


Seketika Alya berubah jadi lemas "Iya Tante, Alya agak pusing". Alya ikut berdusta, sembari memasang muka memelas...


"Oh honey kau baik-baik saja". Indra mencoba bersikap romantis dengan menyentuh wajah Alya yang sedang berada di dalam pelukannya


Alya mengangguk dalam hati merasa heran..


"Sial permainan apa lagi ini". Batinnya.


"Ya sudah kalau begitu.. kalian hati-hati ya". Ucap Bu vanessa.


"Pasti mom, kami permisi ". Indra segera membawa Alya keluar.


Di dalam mobil Indra hanya diam duduk bersandar di kursi, suasana hatinya sedang tidak baik..


Perkataannya untuk menikahi Alya masih terus terngiang-ngiang di kepalanya...


"Sial bagaimana aku bisa mengatakan hal itu, menikah, cih... Kapan aku siap menikah". Batin Indra...


Tidak pernah dalam pikirannya terbesit untuk menikah apa lagi kepada gadis biasa yang bukan kalangan atas...

__ADS_1


Dia hanya seorang bawahan yang menjelma sebagai ahli gizi lalu... Apa mungkin gadis itu yang akan menemaninya sampai hari tua nanti...


Dan yang paling penting tidak ada cinta di antara mereka, bagaimana perasaan cinta mereka akan bertumbuh jika seperti ini...


Memikirkan akan hal itu membuat kepala Indra sakit... Dia tidak bisa memutuskan perkara ini...


"Berhenti disana!!". Ucapnya tiba-tiba.


Posisi mobil sedang berada di lingkungan sepi, dan ada lahan luas kosong di seberang jalan... Di sebelahnya hanya ada gedung tua tak berpenghuni.


"Baik tuan". Junsen segera menghentikan mobil.


Alya menoleh merasa heran, tapi dia juga enggan untuk bertanya ada apa ini? Kenapa dengan tuan muda.


Indra memijat-mijat keningnya, kepalanya masih berputar tidak karuan, lalu mengalihkan pandangan menatap Alya dengan serius.


"Apa kau mau menikah dengan ku?". Ucapnya yang membuat Alya terkejut, sama halnya dengan junsen yang melirik langsung ke arah spion.


"Hah?. Apa maksud tuan?". Tanya Alya terheran-heran


"Mungkin tuan banyak minum alkohol tadi sehingga asal bicara ". Junsen berfikir Indra sedang mabuk.


Junsen kembali ingin menyalakan mobil namun Indra mencegahnya.


"Aku serius!". Ucapnya.


"Menikah lah dengan ku!!". Ucapnya lagi pada Alya.


"Apa maksudnya ini tuan, anda.. anda tiba-tiba saja mengatakan hal ini... Tidak masuk akal, lagipula saya juga tidak mau". Papar Alya.


"Sudah ku duga". Gumam Indra lalu memijat-mijat lagi keningnya.


Alya membuang pandangannya ke luar, dia kesal dengan tingkah Indra yang seperti anak kecil, "memang dia pikir Menikah itu perkara yang mudah apa!". Batinnya.


"Aku beri waktu satu Minggu untuk mu berfikir, setelah itu menikahlah dengan ku!". Ucap Indra tanpa melihat Alya


"Saya tidak mau tuan!". Bentak Alya cukup berani.


Indra terkejut lalu menoleh menatap Alya "ingat kau masih memiliki kontrak kerja dengan ku! Setelah kontrak itu selesai kau boleh bebas, ini hanya untuk sementara ".


"Pernikahan bukanlah hal yang sepele tuan, menikah bukan sesuatu hal yang bisa di permainkan begitu saja!". Jelas Alya.


"Aku tidak punya pilihan lain selain menikahi mu, jadi seminggu lagi aku beri waktu, beritahu keluarga mu dan persiapkan diri mu matang-matang ". Indra menjawab tanpa ekspresi, pandangannya fokus ke depan.


"Jalan!!". Perintahnya pada Junsen.


"Baik tuan". Jawab junsen, dia sendiri merasa ngeri melihat perubahan sikap Indra yang sangat menyeramkan, hmm kapan ya terlahir kali Junsen melihat sikap itu...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2