Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
pertunangan Celine


__ADS_3

" Tidak perlu tuan, saya bisa berdandan sendiri.." tolak Alya.


"Siapa yang menyuruh mu menolak?, Besok malam persiapkan diri mu Junsen akan mengurus orang untuk membantu mu berdandan ". Indra segera masuk ke dalam kamarnya tanpa basa-basi lagi.


Alya menggerutu " dasar manusia aneh tadi dia bertanya kan?".


Junsen hanya menggelengkan kepala sembari membawa kopernya masuk ke dalam kamar


Alya juga ikut masuk ke dalam kamarnya meskipun merasa jengkel...


keesokan harinya saat malam telah tiba...


Tepat Di gedung mewah Celine menggelar pesta pertunangan dengan seorang pria bule pilihannya..


Dia terlihat cantik dan elegan dengan balutan busana yang indah, tentu di rancang sedemikian rupa untuk memperoleh hasil yang maksimal.


Gaun biru langit dengan model belahan dada sedikit terbuka, panjang gaun selutut...


Sangat cantik ketika di padukan dengan kalung berlian yang terlihat simpel namun mewah keliatannya.


Indra dan Alya juga datang seperti pasangan yang sangat serasi..


Mereka berdua duduk di meja kedua dari depan dan tentu saja Celine dapat melihat mereka.


"Cantik sekali". Batin Indra, sungguh dia sedang cemburu tapi dia juga sadar diri sebesar apapun dia berusaha sekarang tetap Celine sudah menjadi milik orang lain, lantas apa lagi yang akan dia tunggu.


Celine berjalan ke arah mereka sesaat pertukaran cincin telah selesai dan acara lainnya, sekarang hanya tinggal acara makan-makan dan akan di rangkaian dengan party minuman...


"Hey ndra... Ku pikir kau tidak akan datang..." Celine menyapa sembari cipika-cipiki.


"Pekerjaan memang penting, tapi melihat mu berbahagia jauh lebih penting ". Jawab Indra.


Celine tersenyum manis sekali "thanks ndra.. Oyah dia..?" Celine penasaran dengan wanita yang Indra bawah.


"Yah.. seperti dugaan mu, dia pacar ku kami sudah 6 bulan bersama". Indra tersenyum, meskipun dia sebenarnya berbohong karena gengsi.


"Wah bagus dong". Celine tersenyum lagi.


"Hey aku Celine, sahabat masa kecil Indra ". Celine dengan ramah menyapa Alya, meskipun dalam hati Celine seperti tidak suka melihat kehadiran Alya disana.


Entahlah, Celine hanya merasa diri tersaingi padahal dia sendiri yang menolak Indra, tidak bisa di pungkiri Celine juga pernah memiliki rasa pada Indra hanya saja dia tidak ingin rasa itu menghancurkan persahabatannya sehingga dia memilih menghindar.

__ADS_1


"Aku Alya kekasih Indra". Alya tampak segan menjabat tangan Celine.


"Senang berkenalan dengan mu, kau cantik". Puji Celine, ada unsur kepura-puraan di dalamnya.


"Ah tidak.. tidak nona, anda jauh lebih cantik lagi". Alya menjawab tampak malu-malu.


"Terlihat kampung!". Batin Celine, namun di wajahnya terlihat ramah.


"Oyah aku penasaran dimana saat pertama kali kalian bertemu dan berkenalan?". Tanya Celine pada Indra.


"Oh itu... Itu terjadi tiba-tiba saja, dan pada pandangan pertama aku langsung menyukainya ". Tidak mungkin bukan Indra menjawab kejadian di malam itu, lagi pula Indra juga tidak benar berpacaran dengan Alya, hey dia hanya mengarang.


Celine mengangguk-angguk "kalian berdua sangat cocok". Bisiknya.


Sebenarnya hati Indra sakit mendengar ucapan itu dari mulut orang yang ia sukai tapi mau bagaimana pun, dari dulu Celine selalu meremehkan hatinya, dan sekarang Indra harus membuktikan bahwa dia sudah move on dari nya.


"Benarkah... Hmm aku jadi terpikir untuk segera menikahinya". Jawab Indra kemudian sedikit tangan bergetar mengambil wine yang di bawah maid lalu meneguknya sekali.


"Gila.. heh! Ini hanya sandiwara kenapa juga sampai berbicara ngelantur!!". Teriak Alya dalam hati sembari melotot pada Indra.


Indra mengirim kode lewat sorot matanya, seolah berkata, turunkan pandangan mu aku tidak suka di tatap tajam!".


Segera Alya menundukkan kepala...


"Tentu..." Jawab Indra.


"Celine... Congrast on your engagement honey". Bu Vannesa datang memeluk juga cipika-cipiki pada Celine, tak lupa dia membawa hadiah untuknya.


"Hello aunty, how are you?... Hmm sudah lama ya kita tidak bertemu padahal tinggal di negara yang sama" jawab Celine dengan senyuman, gembira.


"Yah begitulah, kau sangat sibuk dengan bisnis mu.." terlihat Bu vanessa seperti memperdengarkan hal itu kepada Alya.


"Ah Tante bisa aja.. Oyah dimana Katrin, dia juga datang kan?"


"Dia disana... ". Bu Vannesa menunjuk dan bertepatan Katrin juga menoleh sehingga Celine melambaikan tangan lalu Katrin juga ikut melambaikan tangan.


"Katrin semakin cantik aja sekarang". Puji Celine.


"Ah kamu bisa aja, Oyah bagaimana dengan bisnis kamu di Paris, Tante dengar makin maju ya". Tanya Bu vanessa, volume suaranya agak baik sedikit.


Bisnis yang di maksud adalah bisnis kosmetik yang bahkan sekarang terancam bangkrut tapi Celine menyembunyikan itu semua, dan itulah alasan dia buru-buru meminta kekasihnya untuk melamarnya karena tidak ingin jatuh miskin, dan tunangannya lumayan kaya.

__ADS_1


"Berkembang pesat Tante..." Celine membanggakan diri...


Di samping itu Alya sudah seperti vigura saja, berdiri mematung tidak jelas..


"Oyah?, bagus dong, kamu memang hebat.." puji Bu vanessa sembari melirik agak sinis ke arah Alya.


seolah dia mengatakan lihatlah Celine tidak sebanding dengan mu


"ah biasa aja kok Tante". Celine merendah sembari tersenyum...


"itu memang kenyataan sayang, Oyah Mungkin kalian berdua butuh mengobrol lagi, Tante tidak enak mengganggu kalian yang sudah lama tidak bertemu... Hmm Alya ayo kita kesana". Ucap Bu vanessa.


"Tidak...!" Ucap Indra dengan tegas.


"Kami sudah selesai berbicara... Dan masih ingin duduk berdua dengan kekasih ku disini, bukan begitu honey?". Tanya Indra pada Alya


"Ah yah benar honey ". Alya terdengar asing mengucapkan kata Honey.


Tangannya bergetar di bawah sana, bahkan sudah basa akibat gugup tapi sebisa mungkin berakting dengan wajah ceria dan berusaha menampakkan wajah seperti orang kaya...


"Please Alya keluarkan aura orang kaya jangan tampilkan aura kemiskinan di saat genting seperti ini!". Batin Alya.


"Mereka berdua sangat romantis..." Ucap Celine pura-pura tentunya ..


Bu vanessa mendengar dan hanya tersenyum kecut.


"Tante aku ingin berbicara dengan Katrin, boleh antar aku kesana". Ucap Celine.


"Tentu sayang". Dan akhirnya mereka berdua pergi.


Alya mengambil jus di meja kemudian meminumnya, untuk orang biasa seperti dirinya, berada di antara orang-orang kaya seperti mencekik lehernya, hingga sempit rasanya hanya untuk bernapas saja.


Alya memandangi sekeliling nya, meskipun ini di acara pertunangan namun semua orang hanya fokus membicarakan bisnis, perusahaan dan semua hal yang menyangkut dengan uang...


"Tenangkan diri mu dan bersikap biasa saja, kau tidak perlu menundukkan kepala pada orang lain, lakukan itu hanya pada ku!". Bisik Indra pelan.


Alya mengangguk " iya tu.."


"Ssttt... Panggil sayang.." sela Indra sembari mengambil wine lalu meneguknya.


"Iya sayang". Alya berpura-pura tersenyum manis.

__ADS_1


next....


__ADS_2