
"Apa bangunan ini layak di sebut tempat tinggal?". Gumamnya. Indra tidak percaya jika bangunan tua itu bahkan di sebut apartemen..
"CK... Yang benar saja apa bangunan ini layak di sebut Apartemen, mirip kandang sapi lebih tepatnya". Gumamnya lagi.
Tempat tinggal Alya memang sebenarnya jauh dari kata Apartemen karena kondisinya yang kurang bagus namun pemiliknya tidak ingin tempat itu di sebut kos-kosan dia mau tempatnya di sebut apartemen karena memang itulah tujuan awalnya di bangun.
Lama junsen mencari-cari dan mengacak-acak tablet besar di tangannya hingga akhirnya dia menemukan lokasi Alya saat ini...
"Nona berada di rumahnya tuan". Ucap Junsen sembari menyalakan mobil .
"Hmm baiklah kita kesana sekarang". Jawab Indra.
Sementara itu Alya sudah tiba di rumah Nya, ternyata disana sudah ada pak Burhan dan anaknya..
Alya melihat sekilas di pintu pagar rumahnya bertuliskan Disita oleh perusahaan, ada mobil truk juga yang sudah menaikkan beberapa barang-barang dari dalam rumah...
"Apa-apaan ini!". Kesal Alya, dia kemudian berlari ke dalam rumah.
"Ayah..." Panggilnya
Sontak semua terkejut lalu memandang ke arah Alya.
"Hey Alya, kamu datang?". Aldy berdiri menghampiri Alya, dia juga tersenyum bahagia.
"Tidak usah basa-basi, apa maksudnya semua ini!". Maki Alya, dia sudah panas melihat hal-hal yang tidak masuk akal di hadapannya.
Pak Burhan bangkit berdiri dengan senyuman seperti sedang mengejek "ayah mu korupsi, sebagai gantinya perusahaan menyita rumah dan aset lainnya.."
"Cukup!, Itu tidak mungkin, pasti ini hanya akal-akalan Om bukan?". Jawab Alya, telinganya menjadi panas mendengar kata korupsi.
"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa baca semua dokumen ini, berapa saja dana yang sudah ayah mu habiskan ". Pak Burhan memberikan map itu kepada Alya.
Alya meraih map itu, dia dengan teliti membaca dan melihat semua rincian uang tersebut, nominalnya cukup fantastis..
Alya menatap ayahnya yang sedang duduk, dia merasa terpukul atas kejadian ini, jelas dia tidak melakukan hal itu tapi pak Burhan tega memfitnah dirinya, bahkan yang pak Roy tidak sangka lagi, pak Burhan melakukan itu semua dan mencoreng nama baiknya hanya karena perjodohan.
Pak Roy sudah lama bekerja dengan pak Burhan, pak Roy baru tahu sisi buruk dari seorang Burhan yang selama ini ia bangga-banggakan sebagai bos yang baik.
__ADS_1
Alya tersenyum miring "apa Om pikir saya akan percaya, ini semua palsu.. Ayah tidak pernah melakukan hal sebodoh itu, lagi pula untuk apa ayah melakukannya, kami sudah hidup berkecukupan". Ucap Alya seraya memberikan Map itu secara kasar pada Aldy.
"Ha-ha-ha hidup berkecukupan?.. kamu pikir dimana ayah mu bisa mendapatkan uang selama ini jika hanya mengandalkan gaji, bahkan untuk biaya kuliah mu dulu, kamu pikir itu semua cukup!". Jawab pak Burhan.
"Tentu saja cukup, kak Owin juga bekerja! Jika pun kami kesulitan uang, ayah pasti meminjamnya bukan untuk mencurinya apa lagi sebanyak ini ".
"ck..ck..ck... Anak kecil tau apa soal itu, waktu itu kami datang kemari untuk menawarkan perdamaian dengan cara perjodohan tapi melihat tingkah mu yang kurang sopan itu sepertinya saya akan berpikir ulang..." Ucap pak Burhan, padahal dia ingin mengancam agar Alya mau memohon untuk menikah dengan anaknya.
"Anda pikir saya mau menikah dan memiliki keluarga seperti anda ..." Alya menolak dengan tegas
"Papi..." Aldy memonyongkan bibirnya, dia sedang merajuk karena baru saja Alya menolak secara kasar.
Pak Burhan tersenyum manis ke arah anaknya, seolah mengatakan "tenang nak biar papi yang mengurus semuanya".
"Mari kita lihat sejauh mana kau dan keluarga mu akan bertahan..." Ucap pak Burhan.
"Bawah dia". Pak Burhan memerintahkan anak buahnya untuk membawa paksa pak Roy dengan maksud akan mengancam untuk menjebloskan pak Roy ke dalam penjara ...
Pak Roy memberontak, dia tidak ingin kemana-mana, Bu Nensy juga sedari tadi menangis memohon belas kasihan namun pak Burhan tetap bersikap keras hati.
"Cukup anda sudah sangat keterlaluan di rumah kami.... Lepaskan ayah saya, brengsek!". Alya berusaha menghalang-halangi anak buah pak Burhan untuk keluar dari dalam rumah.
"Rumah? Ha-ha-ha rumah ini sudah di sita perusahaan lalu apa lagi yang kau katakan... Jika kau menginginkan rumah serta ayah mu kembali maka terima saja anak Om". Pak Burhan tertawa puas di ikuti dengan senyum anaknya Si Aldy yang merasa sudah menang
"Berhenti!!!".
Degg.....
Indra dan junsen muncul dari balik pintu.
Sontak semua pandangan tertuju pada mereka berdua.
Bu Nensy menyeka air matanya, laki-laki yang dia lihat sekarang sepertinya tidak asing, Bu Nensy bertanya-tanya dimana ia pernah melihat pria itu sebelumnya, Bu Nensy lupa jika Indra sering muncul di TV dengan mempromosikan Brand-brand ternama.
Alya menoleh dan merasa heran, "tuan Indra?" Untuk apa dia disini?" Batinnya.
"Tuan Indra?". Ucap Pak Burhan, tentu saja pak Burhan kenal, siapa yang tidak kenal dengan miliarder muda yang selalu menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat tentang prestasi dan juga kekayaannya.
__ADS_1
"Yah benar... Untung saja anda kenal sehingga saya tidak perlu repot-repot memperkenalkan diri lagi". Jawab Indra dengan wajah tegas nan seriusnya.
"Tuan ada keperluan apa anda kesini". Tanya Alya.
"Tentu saja aku merindukan mu honey ". Indra maju lalu memeluk pinggang Alya..
Ha-ha-ha drama apa lagi itu, Alya bahkan tidak siap dengan dekapan yang tiba-tiba Indra lakukan.
Semua mata melotot terkejut melihat pemandangan luar biasa di hadapan mereka..
"Apa-apaan ini". Teriak Aldy .
Indra tersenyum miring "anda yang apa-apaan berani mengganggu calon istri saya".
Lagi dan lagi semua terkejut bukan main..
"Apa maksud anda tuan?". Tanya pak Roy.
Indra mengisyaratkan kepada anak buah pak Burhan untuk melepaskan pak Roy, kemudian Indra mengatakan akan menikahi putrinya dalam waktu dekat.
"Saya berencana akan menikahi anak Om". Ucapnya dengan senyuman.
"Sungguh?". Bu Nensy mendekat lalu bertanya dengan penuh harap.
"Tentu". Jawab Indra, tak lupa untuk yang pertama kalinya Indra mengecup kepala Alya..
Alya merona merah, apa-apaan si tuan muda ini, tanpa aba-aba dan dia melakukan hal itu di depan kedua orang tuanya.
"Iyakan honey". Ucap Indra, dekat sekali dengan wajah Alya.
Alya masih merinding dan gemetar namun saat melihat pak Burhan dan Aldy dia langsung memberanikan diri..
"Benar sayang". Nada bicaranya berubah jadi sayang wkwkwk.
"Apa-apaan ini semua.. papi, my baby Alya.." Aldy merengek, dia kesal melihat Indra memeluk Alya dengan mesra.
BERSAMBUNG
__ADS_1