Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
HUKUMAN!


__ADS_3

"Prok.. prok.. prok.." Indra bertepuk tangan membuat Alya membalikkan badannya.


Alya menelan ludahnya, bernafas saja rasanya sulit apa lagi akan bergerak, Alya sudah seperti patung yang di kutuk sekarang tidak bisa bergerak...


Jangan lupakan dengan wajah pucat nya, keningnya di penuhi oleh keringat padahal AC sangat dingin.


"Kemari..". Panggil Indra dengan suara dinginnya..


"Apa.. apa kau menyuruh ku mendekati mu untuk kau lahap begitu... ". batin Alya ketakutan dia gemetaran luar biasa.


"Apa aku pura-pura pingsan saja sekarang". Alya terus bergumam dalam hati.


"Tidak dengar!!!". Suara Indra meninggi, dia juga melempar bantal sofa ke arah Alya hingga mengenai kakinya.


"Ba..baik tuan". Alya tunduk sembari mengambil bantal sofa tersebut lalu membawan untuk mendekati Indra.


Alya sedikit tidak sampai ke sofa lalu berhenti, dia juga memeluk bantal sofa tersebut dengan erat...


Alya membayangkan dirinya akan menjadi samsak tinju Indra, jadi untuk berjaga-jaga dan melindungi diri Alya memeluk bantal sofa itu dengan erat


"Kau tidak dengar ucapan ku! Kemari lebih dekat lagi!!". Ucap Indra dengan tatapan tajam seperti burung elang siap memangsa anak Ayam.


"Tuan.." belum menyelesaikan ucapannya Indra sudah menarik tangan Alya dengan kencang hingga Alya ambruk ke dalam pelukan Nya.


"Dari mana saja kau hah!! Apa aku sudah terlalu baik pada mu hingga kau mulai melunjak sekarang". Sekarang posisi Indra sedang memeluk Alya dengan sangat sembari berucap di telinganya.


"Maafkan saya tuan, tadi banyak pekerjaan sehingga saya harus lembur di kantor". Jelas Alya sungguh dia ingin menangis namun sebisa mungkin ia tahan agar tidak terlihat lemah


"Bohong!!". Indra melepaskan pelukan nya lalu dengan satu gerakan membaringkan Alya di atas sofa dan membuat Alya berada di bawah Kungkungan nya.


"Tuan apa yang anda lakukan". Alya ketakutan setengah mati.


"Kau takut Honey!!". Indra meraih dagu Alya sembari menatap nya dalam-dalam seperti sikopat.


Melihat akan hal itu reflek Alya menutup matanya, sangat seram melihat kemarahan Indra.


"Maaf tuan". Dengan mata terpejam Alya mengatakannya, air matanya juga keluar dari mata terpejam nya


Indra tersenyum miring melihat reaksi ketakutan Alya padahal dia sama sekali tidak bertindak keras..


Apa wanita ini sungguh ketakutan luar biasa menghadapi kemarahan Indra... Bukankah itu bagus jika membuat Alya patuh, pikir Indra tersenyum penuh kemenangan.


"Singkirkan air mata palsu mu itu, jangan harap karena air mata aku akan mengampuni mu!!". Ucap Indra semakin menindih tubuh Alya.

__ADS_1


"Tuan ampuni saya... Saya benar-benar minta maaf tuan". Alya menangis sejadi-jadinya.


"Minta maaf, minta maaf... Lagi dan lagi kau selalu meminta maaf tapi kau juga selalu berulah, apa sekarang aku masih harus mengampuni mu!!". Indra menggerakkan tangannya menyentuh leher Alya.


Alya semakin takut dan panik..


"Saya mohon tuan ampuni saya hikssss". Alya tidak mampu membuat pergerakan, tubuhnya tidak bisa bergerak di bawah Kungkungan Indra.


"Leher mu cukup kecil juga ternyata... Bagaimana jika serigala menggigit leher domba apa dia akan mati?". Indra semakin menakut-nakuti, dia juga mengatakan itu dengan berbisik di telinga Alya.


"Jangan lakukan itu tuan.. saya mohon saya.." Alya terlihat kesulitan bernafas akibat menangis.


"Lalu apa yang seharusnya serigala lakukan pada domba malang yang tidak patuh ini". Indra menghapus air mata Alya.


"Maaf tuan.. maafkan saya.." jawab Alya..


"Katakan dengan cara apa aku harus memaafkan mu ". Tanya Indra, dia semakin menyeringai.


"Saya akan melakukan apapun yang tuan mau jika tuan mengampuni saya". Jawab Alya pasrah.


"Apapun?". Indra bertanya dengan penekanan.


Alya mengangguk "iya tuan apapun ". Alya menjawab dengan mantap.


Mendengar akan hal itu Alya menjadi kaku, tubuhnya seperti di bekukan oleh es.. bagaimana mungkin dia melakukan itu sementara Alya sangat menjaga dirinya...


"Kecuali permintaan yang intim tuan". Gumam Alya pelan.


"Tidak!! Berdiri sekarang dan buka baju mu!!". Perintah Indra.


"Ta..Tapi ". Alya bangkit dan duduk di samping Indra.


"Aku sudah cukup baik dengan mengampuni kesalahan mu bukan". Ucap Indra.


"Hmm... Bisakah lampunya di matikan.. saya..saya tidak pernah melakukan hal seperti ini di hadapan orang lain". Jawab Alya gugup.


"Orang lain? Aku suami mu kau tau!". Bentak Indra.


"Bukankah pernikahan ini hanya tertulis di atas kertas tuan". Dengan keberanian penuh Alya mengatakan Nya .


Indra diam sejenak mendengarkan perkataan Alya ..


"Baiklah aku akan mematikan lampunya". Indra segera mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur...

__ADS_1


Cih.. sama saja bohong meskipun lampu tidur itu masih ada cahaya remang-remang nya bukan..


Alya bangkit berdiri dan melakukan perintah sesuai dengan apa yang Indra arahkan, setelah itu Indra memerintahkan Alya untuk tidur dengan alasan sudah larut malam...


Hmm hmm tanpa busana wkwkwk... Dasar tuan muda modus bilang aja ada udang di balik batu..


Alya merebahkan diri di kasur sembari menarik selimut dengan erat hingga menutupi tubuhnya, sungguh memalukan berada di posisi itu. .


"Tidurlah". Indra menaruh guling di samping Alya .. hey bukan di tengahnya tapi di pinggir...


"Baik tuan". Jawab Alya kemudian menutup matanya, tapi dia tidak ingin tidur... Sama sekali dia ingin terjaga, Alya takut kalau-kalau Indra melakukan sesuatu di luar batas, dan Alya sudah mempersiapkan tenaga untuk berteriak jika Indra berani melampaui batas...


Alya terus memeluk selimut itu dengan erat sementara Indra tidur membelakanginya...


...****************...


Keesokan harinya...


Alya membuka matanya pelan, dia melirik ke samping dan DEG... tuan muda ternyata masih di sana..


Tapi... Tangannya sedang melingkar dan memeluk Alya sangat dekat.


"What... Apa semalam aku ketiduran". Alya mengedipkan matanya berulang kali...


Dia melihat dirinya masih dalam keadaan seperti semalam.. "matilah aku sudah pasti terjadi sesuatu tadi malam". Batin Alya mulai panik.


Alya kemudian menyingkirkan tangan Indra dengan pelan lalu turun dari ranjang kemudian berlari ke arah kamar mandi...


Alya buru-buru menutup dan mengunci kamar mandi itu...


"Hmm tunggu dulu.." Alya sadar dia baru saja berlari ke arah kamar mandi.. bukankah kata orang jika melakukan hubungan pertama kali akan merasakan sakit bahkan ada yang kesulitan berjalan...


Tapi saat ini Alya tidak merasakan apa-apa, apa mungkin itu berarti tuan muda tidak melakukan apa-apa padanya Semalam...


Alya akhirnya bisa bernafas dengan lega...


"Syukurlah serigala tidak jadi menerkam ku hidup-hidup". Gumamnya lalu beranjak ke wastafel...


Alya mencuci muka lalu melihat dirinya di cermin... "What.. apa ini". Alya mengamati dada dan lehernya,


Bekas merah?


"Apa ini gigitan nyamuk..." Gumam Alya lalu mulai melihat dengan cermat bekas-bekas merah tersebut lumayan banyak di sekitar dada.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2