
Rey terus saja melamun memikirkan bahwa Junior tidak mencintai Dishti, padahal jelas sekali Rey melihat jika Junior sudah memiliki rasa pada Disthi, terbukti, karna Junior pasti akan tertawa lepas saat jika membicarakan tentang Disthi.. "Aku yakin Junior pasti sudah jatuh cinta pada Disthi, hanya saja dia gengsi untuk mengakuinya." Gumam Rey..
"Darrrr." Roy, ayah Rey datang mengagetkan Rey yang sedang melamun..
"Ayah......." Teriaj Rey kaget..
"Kau sedang apa? Kenapa melamun seperti ini? Apa ada perempuan yang kau sukai tapi tidak menyukaimu?" Tanya Roy panjang kali lebar kali meter, 😅...
"Tidak ada ayah, Rey anti menyukai cewek untuk saat ini.." Jawab nya dengan santai
"Lalu, apa yang kau khayalkan?"
"Itu, Junior. Dia bilang tidak mencintau Disthi tapi aku rasa dia mencintai Disthi.. Ayah tahu kan sejak kecil aku bersama dengan Junior jadu aku tahu Junior seperti apa."
"Waahhhh, berita bagus ini... Kita bisa kaya mendadak karna berita ini." Ucap Roy sambil tertawa memikirkan idenya yang gila untuk mendapat pundi pundi uang..
__ADS_1
"Maksud ayah???"
"Kau bilang jika Junior mencintai Disthi kan? Dan kau bilang jika Junior tidak mengakui perasaan nya kan?." Tanya Roy dan Rey terus saja menggeleng mendengar ucapan ayah nya.. "Nah ini kesempatan bagus untuk kita, kau tahu mereka akan melakukan apa pun untuk orang yangereka sayangi, dan aku yakin sebentar lagi kamu akan melakukan hal hal yang akan di perintahkan oleh Junior agar bisa merebut hati Disthi untuknya.."
"Terus apa hubungan nya dengan kaya ayah?" Tanya Rey yang sama sekali belum paham dengan pemikiran sang ayah..
"Bod*oh." Pukul Roy di bahu sang anak.. "Oemikiran kamu itu sangat lemot, harus nya kalau menyangkut uang kau harus bisa hebat, karna kesempatan tidak pernah datang dua atau tiga kali."
"Serius ayah, aku tidak mengerti maksud ayah."
"Huufff ayah aku kira apa? Kalau itu mah, ngak usah di tanya kali.. Aku dah pikirin semuanya.." Balas Rey..
"Hahahaahaah, kau memang anak ayah, fotocopy an ayah.. Ayah bangga punya anak yang kalkulatornya bagus." Ucap Roy lalu berjalan menjauh dari Rey, namun langkah nya terhenti dan menoleh ke arah Rey..
"Ingat Rey, jangan lupa hasilnya di bagi dua." Ucap Roy sambil tersenyum dan kembali berjalan..
__ADS_1
"Mimpi apa aku, kok bisa punya ayah yang asli mata duitan." Gumam Rey sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali..
...🍃🍃🍃🍃...
Di apartemen, Putra terus saja memikirkan tadi tentang taruhan nya dengan Junior sang kakak.. Putra merutuki kebodohan nya yang kenapa harus dengan gegabah menandatagani surat taruhan dengan Junior.. "Apa yang akan terjadi selanjutnya" Gumam Putra yang terus saja menyesal..
"Aku rela kehilangan harta ku, asal Disthi bisa menjadi milik ku." Batin Putra..
Sedangkan di tempat yang berbeda, kini Junior justru terus saja tersenyum membayangkan apartemen dan rumah milik Putra akan menjadi miliknya. "Hanya dengan cara ini, kau bisa kembali ke rumah lagi, dan kita bisa berkumpul bersama." Gumam Junior..
Lalu berjalan menuju balkon kamar nya.. Disana Junior berdiri sambil memandang ke arah taman belakang yang terdapat sebuah kolam.. Tiba tuba Junior tersenyum mengingat akan masa kecilnya saat mereka semua berkumpul bermain di taman belakang... "Disthi, kau memang sangat bar bar sejak kecil." Gumam nya sambil tersenyum.
Dan disinilah Junior, tanpa iya sadari iya barusan bergumam nama Disthi.. Dari sekian banyak teman kecil nya kenapa harus nama Disthi lah yang ia sebut? Entah hanya Junior yang tahu apa yang ada di pikiran nya saat ini..
"Aku tidak akan mungkin jatuh cinta pada mu Disthi.. Aku sudah mencintai satu wanita, meski wanita itu sudah ada yang punya. Namun aku akan tetap setia menunggu nya hingga iya bisa membuka hatinya untuk ku." Ucap Junior..
__ADS_1
"Dan kau Disthi tidak hanya lebih dari sekedar teman kecil ku, dan kini kau hanya sekedar taruhan ku saja, tidak akan bisa lebih dari itu. Dan aku berjanji sampai kapan pun tidak akan memiliki rasa suka atau pun sayang kepadamu."