
"Apa kau sudah selesai?" Tanya Putra kepada Disthi. Dan Junior terus saja memerhatikan Putra yang terus saja memberikan perhatian pada Disthi..
"Caper sekali." Batin Junior.
"Tunggu, sedikit lagi kak." Jawab Disthi sambil tersenyum manis, dan refleks Putra membersihkan suduh bibir Disthi dengan jari telunjuk nya.. Junior yang melihat Putra seperti itu, tambah kepanasan kedua tangan nya di kepal, menahan amarah melihat Putra yang terus saja memcari perhatian pada Disthi..
"Kenapa diam saja Junior?" Tanya Jasmin yang memperhatikan Junior diam memandang ke arah Disthi dan Putra.. "Harusnya kamu yang membersihkan sudut bibir Disthi, bukan putra."
"Oh aku tidak tahu dan tidak lihat." Jawab Junior cuek, tapi jelas sekali dari nada nya jika ia sangat cemburu saat ini..
Jasmin hanya bisa tersenyum melihat Junior yang panas akan rasa cemburunya.. Jasmin juga sudah tahu jika Putra mencintai Disthi, dan Jasmin jg tahu jika Junior tidaj mencintai Disthi..
"Sepertinya kau cemburu Junior?" Bisik Jasmin pada Junior..
"Cemburu? Tidak mungkin. Tidak ada dalam kamus ku artinya cemburu." Balas Junior..
"Tapi sepertinya mulai hari ini ada deh.. Buktinya aku melihat kau cemburu terhadap Putra." Bisik nya lagi.
"Tidak." Elak Junior dengan cepat..
__ADS_1
"Aku permisi dulu.." Pamit Putra pada Jasmin dan Junior.. "Selamat menikmati makan siang kalian." Putra berdiri lalu mengulurkan tangan nya ke hadapan Disthi. "Ayo kita pergi." Ajak Putra pada Disthi..
Disthi menoleh ke arah Junior dan Jasmin secara bergantian.. Jasmin menganggukkan kepalanya menyetujui Disthi agar menerima uluran tangan Putra.. Tapi berbeda dengan Junior, dia justru menatap tajam ke arah Disthi, tatapan penuh ancaman. Agar Disthi tidak menerima uluran tangan Putra..
"Lihat saja, jika dia berani maka aku akan menghukum nya." Batin Junior..
"Ayo." Ucap Disthi sambil menerima uluran tangan Putra.. Hati Junior benar-benar panas melihat pemandangan yang ada di depan nya..
"Yang menjadi milik ku tidak boleh menjadi milik orang lain." Batin nya. Sambil mengepal kedua tangan nya.. "Lihat saja nanti, aku akan menghukum mu."
Jasmin tersenyum melihat Putra dan Disthi yanv telah berlalu dari hadapan nya.. Jasmin juga tersenyum melihat Juniot yang ada di hadapan nya menahan amaran dan cemburunya..
"Cemburi nih eee." Ledek Jasmin, Namun Junior tidaj menjawab karna matanya masih fokus menatap ke arah Disthi dan Putra yang berjalan keluar dari resto..
"Siapa yang cemburu?" Tanya nya pada Jasmin.
"Kamu lah? Masa iya aku sih?" Jawab Jasmin..
"Hmm, mana ada aku cemburu.. Bukan kah sudah aku bilang, tidak ada dalam kamus ku kata cemburu." Elak Junior.
__ADS_1
"Mana ada maling mau ngaku." Ucap Jasmin sambil menutup mulutnya dengan tangan menahan tawa..
"Jika sudah selesai, ayo kita pulang." Ajak Junior dan langsung berdiri..
"Aku sudah selesai makan. Kamu nya saja yang belum makan sama sekali." Ucap Jasmin yang melihat makanan Junior tak di sentuh se-sendok pun karna sibuk memerhatikan Disthi dan Putra tadi.
"Aku tidak lapar."
"Iya karna kamu sudah kenyang akan cemburu mu."
"Jangan banyak bicara, ayo kita pulang."
Dengan cepat Junior berjalan menuju mobil, iya tidak ingin kehilangan jejak kemana Disthi dan Putra pergi..
"Kita mau kemana?" Tanya Jasmin.
"Kemana saja, asal mobil ini jalan." Ucapnya dengan cuek..
"Bilang saja jika kau ingin mengejar mobil Putra.."
__ADS_1
"Ngak."
"Tidak usah bohong. Aku adik sepupu mu, aku kenal kamu. Saat ini kamu cemburu dengan Putra."