Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
36


__ADS_3

"Hanya itu saja aunty?" Tanya Disthi


"Yah sayang hanya itu saja." Ucap nya sambil melirik jam yang melingkar di tangan nya. "Sayang, bukan nya aunty ingin mengusir mu, tapi ini sudah sore, lebih baik kau pulang dulu." Ucapnya dengan sopan.


"Yah aunty, aku mengerti maksud aunty. Kalau begitu Disthi pamit yah." Ucapnya lalu menyalimi tangan Mom Yoona.


"Ingat pesan aunty tadi. Dan lihat lah apa yang akan terjadi selanjutnya."


"Siap aunty."


Di perjalanan Disthi terus saja mengingat pesan dari aunty Yoona yang menyuruhnya untuk mendiami Junior. "Apakah aku sanggup?" Batin Disthi bertanya pada dirinya sendiri. Mengingat selama ini ia tidak bisa diam jika sudah berhadapan dengan Junior, ada - ada saja hal yang selalu mereka bahas, dan ujung - ujung nya akan menjadi perdebatan yang akan membuat mereka mengejek satu sama lain nya. Dan hal ini lah yang mungkin akan sulit Disthi lakukan nantinya. "Aku harus bisa, pokoknya harus bisa!!" Disthi menyemangati dirinya sendiri.


Tak terasa kini mobil yang Disthi kendarai telah tiba di halaman rumahnya. Dari dalam mobil dengan jelas Diathi melihat Junior tengah duduk di teras rumah. "Mungkin kah ia menungguku?" gumam Disthi. "Ahh PD sekali kamu Disthi, tidak mungkin seorang Junior menunggu mu yang tidan penting untuk dirinya." Gumam nya lagi


Dengan segerah Disthi membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobilnya. Secara perlahan Distbi melangkah, dan Junior yang melihat Disti, langsung berdiri dari duduknya dan menatap wajah Disthi. Tatapan yang sulit untuk di jabarkan dengan kata - kata.


"Dari mana saja kau?" Tanya Junior dengan nada yang tinggi, entah itu karna menahan kesal karna sekian jam menunggu atau menahan rasa malu karna ingin meminta maaf, entahlah.


Disthi tidak peduli pada pertanyaan Junior dan tetap terus melangkah sehingga membuat Junior menarik tangan Disthi. "Katakan!!" Tanya nya.


"Lepaskan!!" Ucap Disthi tak mau kalah dari Junior


"Katakan dari mana?"


"Apa itu penting?" Jawab Disthi dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Aku suami mu, aku berhak tahu kau dari mana dan sama siapa?"


"Haaa? Suami kau bilang?" Tanya Disthi sambil tersenyum sinis, tapi entah kenapa dada Disthi berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini Disthi mendengar ucapan dari seorang Junior yang mengatakan seorang istri.


Junior diam. Membuat Disthi kesal, sehingga Diathi menyentakkan tangan nya dan membuat Junior melepas tangan Disthi. Dengan cepat Disthi berlari masuk kedalam kamarnya.


"Apa yang aku lakukan? kenapa aku kasar padanya tadi?" Junior merasa bersalah mengingat tingkahnya barusan.


Di dalam kamar Disthi duduk di sofa sambil melempar asal tas nya. "Dasae cowok aneh, nyebelin dan ngak peka sama sekali. Bisa - bisa nya aku jatuh cinta sama cowok tipe kayan dia." Kesal Disthi. "Apa sih susahnya minta maaf."


Disthi terdiam sesaat, lalu mengingat pesan aunty Yoona tadi. "Yah, tidak ada salahnya untuk di coba, karna aku juga penasaran dengan hasilnya." Gumam Disthi lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan dirinya.


...🍃🍃🍃🍃...


"Bi, tolong panggil Junior untuk makan malam "


"Baik nyonya." Ucap bibi menunduk sesaat laku melangka menuju kamar Tuan nya.


Tok .. tok .. tok .. Bunyi suara pintu yang di ketuk dari luar. "Tuan makan malam sudah siap." Ucap bibi.


Junior yang memang sudah sangat lapar langsung membuka pintu kamarnya. "Makasih yah bi." Jawab nya sambil berjalan.


"Hari ini bibi masak apa?" Tanya Junior.


"Maaf tuan bukan saya yang masak, tapi nyonya yang masak malam ini."

__ADS_1


Langkah kaki Junior terhenti kala mendengar ucapan bibi. "Benarkah itu bi?" Tanya nya dengan raut wajah bahagia.


"Iya tuan, nyonya sepertinya terlihat sangat bahagiq kala memasak makan malam tadi "


Tanpa menunggu waktu lama, dengan cepat Junior melangkah agar bisa segerah tiba di meja makan, dan ingin dengan segerah mencicipi masakan sang istri tercinta yang entah kapan cinta itu datang padanya.


"Apa kau yang masak semua ini?" Tanya Junior saat sudah sampai, lalu Junior menarik kursi dan duduk.


"Hhmm." Jawab Disthi singkat.


"Wahhh, apa aku tidam salah lihat? Atau jangan - jangan di makanan ini ada racun nya sehingga kau dengan muda membunuhku dan menguasai hartaku " canda Junior tapi Disthi hanya diam, menyendokkan makanan ke piring Junior.


Dan tanpa membalas ucapan Junior, Disthi langsung menyantap makanan nya, membuktikan bahwa tidak ada racun sama sekai di sana.


Keheningan, hanya itu yang terjadi di meja makan saat ini, mereka berdua sibuk dengan pemikiran nya masing - masing.


"Enak juga." Batin Junior. "Ini masakan yang paling tidak enak menurutku " Bohong nya. Tapi lagi - lagi Disthi malah terdiam tidak menyahut sama sekali.


"Ouh iya, apa saja yang kau buat sehari tadi?" tanya Junior dan Disthi masih diam tanpa kata. "Apa yang terjadi padanya?"Gumam Junior.


"Ahh selesai juga." Ucap Disthi lalu berdiri. "Bi, tolong yah, nanti ini di bereskan semua. Aku mau tidur karna sudah kenyang " Pamit Disthi.


"Ehh tunggu," Panggil Junior dan mengikuti langkah Disthi. Tapi dengan cepat Disthi berlari masuk kedalam kamarnya.


"Disthi." Panggil Junior saat pintu kamar sudah si tutup dari dalam. "Ada apa dengan mu?"gumam Junior sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2