Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
65


__ADS_3

Keesokan harinya. Putra datang kerumah orang tua nya, karna ia tahu jika saat ini Disthi tengah menginap di rumah orang tuanya. Saat Putra hendak masuk melangkah naik ke atas tangga, Mom Aurel memanggil nama Putra sehingga membuat Putra berhenti malangkah.


"Kenapa kau kesini? setelah apa yang kau buat kau masih berani datang ke rumah ini?" Kesal Mom Aurel, ia tidak ingin membeda-bedakan kedua anak nya, Junior atau pun Putra berhak mendapatkan hukuman.


"Mom, maaf." Ucap Putra seraya menatap wajah Mom nya dan berjalan mendekat, ingin sekali Putra memeluk tubuh Mom nya hanya saja Mom Aurel langsung menepis. "Mom, kau tidak rindu padaku?" tanya Putra.


"Rindu?" ulang Mom Aurel. "Untuk apa aku rindu pada anak yang membuat malu orang tua nya? untuk apa Mom rindu pada anak yang tidak bisa menghargai wanita?"


Putra tak menggubris sama sekali ucapan Mom nya, ia langsung memeluk tubuh yang sangat ia rindukan. "Mulai hari ini dan seterusnya aku akan tinggal di sini bersama Mom dan Dad." Ucap Putra.


Bahagia tentu saja Mom Aurel rasakan namun kekesalan nya pada sang anak membuat nya masih enggang menanggapi ucapan sang anak.


"Ouh yah Mom di mana Disthi?" tanya Putra saat melepas pelukan nya.


"Kenapa? kau ingin menyakitinya lagi?"


"No Mom. Aku ke sini karna ingin membawa Disthi bersama ku."


"Dia ada di taman."


"Baiklah Mom." Ucap Putra lalu mengecup pipi Mom nya. "Muka jangan di tekuk Mom, nanti wajah Mom cepat keriput." Ejek Putra saat melangkah meninggalkan Mom nya.


.....


"Hey kau sudah tiba?" tanya Disthi yang melihat Putra berjalan menghampirinya.


"Ya, seperti yang kau lihat." Lalu Putra duduk tepat di samping Disthi. "Bagaimana keadaan keponakan ku hari ini?" tanya nya sambil melirik sesaat ke perut Disthi yang jelas masih terlihat datar.


"Baik."


"Mau bertemu dengan daddy nya?"


"Tidak." Jawab Disthi dengan singkat


"Baiklah, jadi hari ini kita jadi kan pergi?" tanya Putra.


"Yah jelas jadilah."


...🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


Rey menjemput paksa Junior yang masih setia berada di depan rumah Disthi. Ia merasa geram kepada Junior karna sudah berapa hari ini tidak bekerja sama sekali. "Ayolah, sampai kapan kau mau berada di sini?" tanya nya.


"Sampai Disthi dan kedua orang tua nya mau membuka pintu dan mau memaafkan ku." Jelasnya.


"Tunggulah sampai kau mampu, yang ada semua yang kau miliki akan hilang, baik itu perusahaan mu ataupun Disthi."


"Maksud mu?"


"Kalau kau tetap di sini, siapa yang akan menjalankan perusahaan mu? lalu apakah dengan berdiri disini menunggu akan menjamin Disthi akan memaafkan mu? belum tentu Junior. Lebih baik kau pulang, bersihkan dirimu, dan kembali bekerja. Lalu setelah itu kau coba lagi datang ke sini meminta maaf. Jangan hanya benging terus di sini, tanpa mandi tanpa makan. Yang ada kamu itu sudah seperti orang gila nantinya." Jelas Rey lalu menarik tangan Junior masuk kedalam mobilnya. "Mobil mu biarkan di sini dulu. Lebih baik kau ikut dengan ku."


Setelah beberapa jam kemudian, kini Rey dan Junior tiba di perusahaan. Mata Junior langsung tertuju pada perempuan yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini. "Disthi" panggilnya. Namun Disthi tetal cuek, berdiri tepat di samping Putra.


Rey yang melihat keadaan tersebut langsung berusaha mencairkan suasana. "Putra, Disthi kalian sudah lama menunggu?" tanya Rey.


"Ya" jawab Putra, Disthi hanya diam.


Junior yang sudah sangat merindukan Disthi langsung mendekat dan memeluk tubuh Disthi, namun tidak bisa, karna Putra mencegah nya. "Jangan dekati calon istriku."


"Calon istri?" ulang Junior.


Rey terdiam, mulutnya menganga, matanya melotot mendengar ucapan yang Putra katakan barusan.


"Aku datang ke sini, memperjelas jika hari ini aku akan menyerahkan semua milik ku untuk mu kak, dan hari ini akan kupastikan Disthi akan menjadi milik ku untuk selamanya, karna mulai hari ini aku yang akan menjaga nya." Jelas Putra sambil meneyrahkan amplop kehadapan Junior


"Tidak!!" Bantah Junior. "Kau tidak berhak mengambil Disthi dariku, Disthi istriku dan sampai kapan pun akan menjadi istriku. Kau tidak punya hak untuk menikahinya. Karna aku tidak akan menceraikan nya sampai kapan pun itu."


"Kau lupa Junior?" Disthi membuka suara dan menatap wajah yang benar-benar ia rindukan. "Kau lupa, jika di dalam taruhan itu kau akan menceraikan ku setelah setahun? jadi kau tidak berhak lagi padaku dan Putra lah yang lebih berhak atas diriku."


"Tidak, tidak Disthi." Junior menggelengkan kepalanya lalu memengang kedua tangan Disthi. "Maafkan aku, maafkan aku Disthi. Sungguh aku sangat menyesal, sangat-sangat menyesali perbuatan ku."


Rey yang melihat kedua nya, langsung menarik tangan Putra agar keluar dari ruangan dan membiarkan Junior dan Disthi berbicara dari hati ke hati.


"Maaf katamu?" tanya Disthi sambil tersenyum sinis melihat wajah Junior. "Gampang sekali kau bilang maaf setelah apa yang kau lakukab padaku? Enak yah? sudah berhasil membuat hatiku hancur,"


"Maafkan aku" Lirihnya sambil memohon maaf.


"Tidak ada kata maaf untuk pria seperti mu Junior."


"Maafkan aku." Hanya kata itu yang Junior terus katakan.

__ADS_1


"Kau tahu, dari dulu aku sangat mencintai mu, sangat-sangat tulus dan berharap suatu saat kau akan balas perasaan ku ini. Tapi apa yang aku dapat darimu? kau malah membuat ku hancur berkeping-keping."


"Maafkan aku." Lirih Junior dengan air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


"Muda sekali kau bilang maaf. Apa kau tidak tahu apa yang aku rasakan, saat ku tahu ternyata kau menikahi ku hanya untuk sebagai barang taruhan saja."


"Maafkan aku Disthi, sunggu aku menyesal, maafkan aku."


Disthi menyeka air matanya yang juga jatuh membasahi pipinya. "Aku tidak menyangka kau akan setegah itu padaku Junior."


"Maaf."


"Ikuti semuanya Junior, karna itu mau mu. Jadi aku pun akan mengikuti mau mu. Aku akan bersama dengan Putra."


"Tidak, tidak." Junior menggelengkan kepalanya. "Kumohon jangan lakukan itu Disthi, jangan lakukan itu padaku."


"Apa yang aku lakukan padamu itu, karna itu semua atas kemauan mu Junior. Ingat kau yang buat ini semua. Dan tugas ku hanya mengakhirinya."


"Disthi, kumohon jangan lakukan itu. Jangan tinggalkan aku."


"Untuk apa aku bertahan pada pria yang tidak mencintaiku?"


"Aku mencintaimu Disthi, sungguh aku mencintaimu."


Disthi tertawa mendengar ucapan yang barusan Junior katakan.


"Sungguh aku sangat mencintaimu Disthi, sangat-sangat mencintaimu."


"Simpan kata cinta mu itu, karna jelas aku tidak akan percaya dengan apa yang kau ucapkan. Sudah cukup kau melukai ku sekali, dan aku tidak akan membiarkan mu untuk melukai ku lagi dengan kata cintamu itu." Tegas Disthi lalu berjalan membelakangi Junior. Dengan sigap Junior memeluk tubuh Disthi dari belakang, membuat Disthi menghentikan langkah nya..


"Maafkan aku Disthi, maafkan aku. Aku tahu aku salah, tapi izin kan aku untuk memperjuangkan cintaku padamu."


"Semua sudah berakhir." Ucap Disthi.


"Tidak, ini belum berakhir. Aku tidak akan melepaskan mu, dan aku akan terus memperjuangkan cinta ku. Karna aku sungguh mencintai mu Disthi."


Disthi menyeka air matanya. "Lepaskan aku Junior" Ucap Disthi.


"Biarkan aku memeluk mu sebentar saja."

__ADS_1


__ADS_2