Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
26


__ADS_3

Disthi yang sudah sampai, dengan segera melangkah masuk ke dalam rumah.. Di lihat nya Junior yang juga sedang melangkah menuju kamarnya.. "Kenapa dia berjalang seperti itu? Seperti sedang tidak makan saja." Batin Disthi yang terus memerhatikan junior berjalan dengan lesu, tanpa semangat sama sekali..


Disthi yang mulai penasaran, akhirnyaengikuti langkah Junior tepat di belakang Junior.. Junior sama sekali tidak menyadari kehadiran Disthi di belakang nya. Ia justru sibuk dengan pikiran nya sendiri..


"Lapar?" Tanya Disthi dari arah belakang, namun Junior tidak merespon dan tetap terus saja berjalan..


"Dia kenapa sih? tadi menelpon katanya lapar, ehh sekarang malah berjalan sambil melamun." Gumam Disthi. Lalu menghentikan langkahnya sambil terus memerhatikan Junior masuk ke dalam kamar..


Saat setelah Junior masuk ke kamar. Disthi memutar tubuhnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju dapur.. "Bi, apa Juniot sudah makan tadi?" Tanya Disthi saat berhadapan dengan bibi di dapur..


"Tadi sudah nyonya.."


"Okee bi." Jawab Disthi.. "Kalau dia sudah makan, terus kenapa menelpon ku dan bilang jika dia lapar, aneh!!" Gumam Disthi..


"Ouh iya bibi, tolong bantu aku untuk menyiapkan makan malam untuk Junior." Pinta nya

__ADS_1


"Baik nyonya."


Setelah semuanya selesai. Disthi kembali berjalan menuju kamarnya. Dan perlu di ketahui selama sebulan ini, kamar tidur Disthi dan Junior masih terpisah, bersebelahan kamar..


Sejam berlalu, akhirnya Disthi telah selesai memnersihkan tubuhnya..


"Sudah waktunya makan malam, tapi kenapa sampai sekarang Junior tidak teriak memanggilku?" Ucap Disthi sambil berjalan mondar mandir bak sebuah strika yang sedang bekerja..


"Apa yang terjadi padanya? Tumben sekali dia seperti ini? Atau jangan-jangan Junior sakit." Ucap Disthi langsung bergegas keluar dari kamar dan menuju ke kamar Junior..


"Kau sakit?" Tanya Disthi sambil meletakkan telapaknya di jidat Junior..


Junior tidak menjawab, "Tidak panas, tapi kenapa dia tidur jam segini? Apa dia lelah?" Gumam nya.. Lalu saat Disthi hendak menarik tangan nya dnegan cepat Junior menarik tangan Disthi dan menggenggam nya dengan erat..


"Jangan pergi, kumohon!!" Pinta Junior sambil menutup matanya..

__ADS_1


"Tunggu, tadi dia bilang apa? jangan pergi? ahh pasti aku salah dengar." Batin Disthi dan kembali berusaha melepas tangan nya..


"Kumohon tetaplah disini!!" Ucap Junior lagi dan menarik paksa Disthi sehingga membuat Disthi terjatuh di atas tempat tidur. Dengan segera Junior memeluk tubuh Disthi dengan erat..


"Kumohon tetap lah di sini." Ucap Junior kembali membuat Disthi terdiam di dalam pelukan Junior..


Beberapa saat terdengar suara nafas halus dari Junior yang menandakan ia mungkin sudah tertidur.. Disthi lalu memperbaiki posisinya dan menoleh ke arah Junior, saling berhadapan satu sama lain nya.. Disthi menatap wajah Junior lalu dengan refleks tangan Disthi menyentuh pipi mulus Junior..


"Apa yang terjadi padamu? Tumben sekali kau baik berbicara baik padaku?" Ucap Disthi pelan, lalu beberapa saat ikut tertidur di dalam pelukan Junior..


Dan kini saat nya Junior lah yang membuka matanya, menatap wajah cantik di hadapan nya.. Tangan Junior terkulur mengelus lembut pipi, alis dan hidung Disthi secara bergantian..


"Aku tidak tahu, apa kah aku sanggup kehilangan dirimu? Tapi perlu kau tahu Disthi saat ini, aku terlalu menikmati hari hari ku saat bersama mu. Aku juga tidak tahu, apa yang saat ini hatiku rasakan, yang jelas yang aku tahu aku nyaman berada di dekat mu. Aku tertawa, marah, secara bersamaan saat bersamamu. Dan itu membuat aku takut kehilang dirimu.. Andai waktu bisa di ulang, aku tidak ingin taruhan itu terjadi."


Tak terasa air mata Junior menetes membasahi pipinya, membayangkan jika Disthi nantinya akan meninggalkan dirinya. Meninggalkan kisah yang menurutnya baru saja terukir indah, dan harus lepas karna kesalahan yang ia buat sendiri..

__ADS_1


"Disthi, mungkin inilah yang di bilang cinta dan kasih sayang.. Aku jatuh cinta pada semua yang ada dalam dirimu, baik itu kekurangan atau kelebihan mu. Dan aku sayang dengan mu, dengan kebiasaan mu yang membuat jantungku terus berdetak lebih cepat dari biasanya."


__ADS_2