
"Mom, Dad." Panggil Junior sambil menatap Mom Mey dan Adan Anzel bergantian..
"Iya, ada apa?" Tanya Mey dan Anzel serentak..
"Mom, Dad, semalam aku dan Dusta, ehh maksudku.... "Ucap Junior terpotong.
"Dusta?" Mey mengulang ucapan Junior..
"Bodoh, kenapa juga mulut inj keceplosan." Batin Junior..
Disthi hanya bisa tersenyum melihat Junior yang sudah mulai gugup.. "Syukurin." Batin Disthi.
Junior melirik ke arah Disthi.. "Senyum lah sepuasmu, lihat saja nanti pembalasan ku."Batin nya menatal horor ke Disthi..
"Ouh itu mom, maksud ku Disthi.. Yah, aku dan Disthi sudab berdikusi semalam, dan kami berdua telah sepakat memutuskan untuk tinggal bersama di rumah ku.."Jelas Junior dengan tenang supaya mom Mey tidak mencurigai maksud dan tujuan nya.. "Iyakan Disthi?" Tanya Junior sambil menggenggam jemari Disthi, agar bisa terihat mersah di depan mertuanya..
Disthi cuek dan terus saja mengunyah makanan yang ada di dalam mulut nya.. Mey menatap menantunya dan anak nya secara bergantian lalu menatap suaminya..
"Bagiamana menurutmu sayang?" Tanya Mey pada Anzel..
"Sebenarnya aku belum siap, tapi....." Ucap Anzel..
"Iya, kau boleh membawa Disthi.. Mulai sekarang Disthi istrimu, dia tanggung jawab mu.." Ucap Mey memotong ucapan suaminya..
"Yes......" Batin Junior teriak, saat mendapatkan izin dari mom Mey..
"Makasih Mom, makasih Dad." Ucap Junior bahagia, bahagia membayangkan nasib Disthi juka sudah tinggal bersamanya nanti..
"Kalau begitu, aku pamit kerja dulu.. Sepulang kerja, aku akan menjemput Disthi dan membawanya pulang ke rumahku, maksud ku rumah kami."
"Kerja yang rajin anak menantu, kumpulkan uang yang banyak, biar istrimu bisa membaginya dengan ku juga." Ucap Mey, dan seketika terdiam karena suaminya melihat nya dengan tatapan tajam..
...🍃🍃🍃🍃...
__ADS_1
"Hahahhahaahhaah." Rey tertawa terbahak bahak saat melihat hidung Junior yang merah sudah seperti hidung badut.
"Diam!!!" Bentak Junior tidak terima jika Rey menertawainya. Tapi Rey tetap saja terus tertawa..
"Kau bosan bekerja? Jika bosan teruslah saja tertawa." Ancam Junior, tapi tetap saja tidak mempan, Rey terus saja tertawa tidak memperdulikan ancaman Junior, tuan sekaligus sahabat nya itu..
Junior memijit kepalanya yang entah kenapa terasa pusing pagi ini, terlalu banyak drama pagi ini yang membuat Junior merasakan pusing di kepalanya. Disthi, mertuanya dan juga Rey.. Hidup Junior memang sangat beruntung di kelilingi oleh orang orang yang selalu membuatnya stres..
"Rekok baru.." Ucap Rey, saat setelah selesai tertawa.. "Rekor baru, baru kali ini ada orang yang berhasil menggigit mu, dan itu adalah Disthi, waoo waoo waoo, sepertinya Disthi akan mendapatkan penghargaan nantinya." Jelas Rey..
"Penghargaan cewek bar bar." Ucap Junior sambil menutup matanya..
"Disthi memang unik, dia wanita yang langkah.. Hanya dia wanita yang berhasil menyentuh wajah mu itu.."
"Iya dia memang langkah, dan gil*a."
"Dan sebentar lagi, kau juga akan ikut gil*a."
"Iya lah, aku yakin nanti kau akan ikut gil*a.. Bahkan tergil*a-gil*a karna telah jatuh cinta dengan Disthi."
"Hahahahahhahaah." Junior tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Rey yang menurutnya tidak akan mungkin terjadi..
"Nah kan, sekarang saja kau sudah tertawa seperti orang gil*a.. Aku yakin sebentar lagi kau benar benar......"
"Stop!!!" Bentak Junior.. "Aku ingat kan padamu Rey, tidak akan ada yang namanya cinta, atau tergil*a-gil*a karna wanita bar bar itu.. Aku menikah dengan nya hanya karna permintaan orang tua kami berdua, tidak lebih dari itu.. Jadi jangan harap aku bisa mencintai Disthi.."
"Aku berdoa kau jatuh cinta pada Disthi, dan saat kau jatuh cinta, Disthi justru tidak mencintai mu."
"Doa mu terbalik Rey,. Disthi lah yang akan mencintaiku, dan aku tidak akan mencintai nya sama sekali."
"Kita lihat saja nanti."
"Kau bisa pegang kata kataku.. Aku Junior tidak akan jatuh cinta pada Disthi wanita bar bar yang telah menghancurkan mood ku hari ini." Ucap Junior dengan lantang..
__ADS_1
"Iya jangan jatuh cinta padanya. Karna cukup aku saja yang mencintai nya. " Timpal Putra yang baru saja masuk ke dalam ruangan Junior..
Putra berjalan ke arah Junior yang duduk di kursi kerjanya.. "Ini." Ucap Putra sambil meletakkan amplop coklat di atas meja kerja Junior.
"Apa ini?" Tanya Junior menatap ke arah amplop.
Rey hanya terdiam mendengar kedua adik kakak yang ada di hadapan nya saat ini..
"Itu semua harta yang aku punya, dan semua sudah aku balik nama, atas namamu.. Dan tolong penuhi janji mu setelah setahun nanti." Jelas Putra..
Junior tersenyum mendengar ucapan adiknya sambil menarik amplop dan membuka nya.. Junior melihat dengan baik baik..
"Sebegitu besarnya cinta mu sama Disthi hingga kau rela melepas semuanya demi wanita itu?"
"Harta bisa aku cari lagi, tapi cinta? wanita baik, dan tulus, susah untuk di cari."
"Hahahaahh adik ku.. Kau benar benar di butakan oleh cinta.."Ucap Junior sambil menepuk pundak adiknya..
"Tanda tangan di sini." Pinta Putra. Sambil menyerahkan selembar kertas..
"Apalagi ini?"
"Ini perjanjian, yang menyatakan kau akan menceraikan Disthi jika setahun telah berlalu."
Rey kaget mendengar ucapan Putra.. "Tunggu, tunggu, kalian membuat taruhan??" Tanya Rey..
"Iya.." Ucap Junior
"Kenapa??? Ini salah," Tanya Rey kembali.
"Karna aku tidak mencintai Disthi dan Putra mencintai Disthi. Dan hanya ini cara agar Putra bisa kembali lagi tinggal di rumah mom.."
"Tapi tidak seperti ini juga Junior. Ini salah, jika Disthi tau apa yang kalian lakukan aku yakin tidak ada satupun dari kalian yang Disthi pilih."
__ADS_1