
Pagi hari, Disti terbangun dan masih dengan posisi yang sama. Tertidur dalam pelukan Junior. Disthi mendongakkan kepalanya menatap wajah Junior yang menurutnya sangat indah di pandang.
"Tampan." Gumam Disthi, lalu Disthi membelai lembut pipi Junior yang masih setia memejamkan matanya.
"Aku harap ini bukan mimpi, dan aku harap ini awal dari kebahagian kita berdua." Gumam Disthi.
Junior yang memang sedari tadi sudah bangun, dan hanya berpura - pura menutup mata, hanya bisa tersenyum dalam hati mendengar ucapan Disthi. "Amin" Junior mengaminkan ucapan Disthi dalam hatinya.
"Apa kau sudah puas, memandang wajah ku yang tampan ini?" tanya Junior sehingga sontak membuat Disthi kaget..
"Sejak kapan kau bangun?" tanya Disthi, dan sungguh wajah Disthi memerah menahan malu karna kedapatan mengagumi wajah Junior.
"Sejak kau bilang jika aku tampan." Seyum terukir di wajah Junior.
"Tidak! aku tidak pernah bilang kau tampan" bohong Disthi.
'cup' satu kecupan mendarat di bibir Disthi dan lagi - lagi membuat Disthi terdiam. "Pagi istriku." Ucap Junior lalu bangun dari tidurnya.
"Mulai hari ini, kau akan tidur di kamar ku, kamar kita. Biarkan bibi yang memindahkan semua barang - barang mu nanti." Ucapnya sambil melangkah keluar dari kamar Disthi.
__ADS_1
"Tunggu, apa aku tidak salah dengar? kamar kita?" gumam Disthi. Lalu Disthi mencubit pipinya. "Auuhh, sakit." Ringis nya, "berarti ini bukan mimpi, dan semalam aku tidur bersama dengan Junior itu juga bukan mimpi."
...ππππ...
'Dag dig dug' inilah yang saat ini Rey rasakan. Jantungnya berdetak tak tentu arahπ ,
"Aku yakin Junoir akan memotong gajiku." Gumam nya sambil berjalan kesana kemari bagai sebuah setrika.
Hari ini Rey tidak menjemput Junior, ia memutuskan untuk menunggu Junior di kantor, karna semalam Junior sudah mengiriminya pesan untuk menunggu di kantor.
"Kira - kira berapa persen gajiku akan di potong." Gelisah Rey yang memikirkan gaji nya akan berkurang. "Ahhh, kamu sih Rey ada ada saja" Rutuknya pada dirinya sendiri.
Lalu beberpa menit kemudian Rey melihat jelas jika Junior sudah berjalan masuk ke dalam ruangan kerja nya. Rey yang masih berdiri di ruangan nya langsung mengambil langkah seribu untuk segerah keruangan Junior.
Junior menautkan kedua alisnya saat mendengar ucapan Rey. Tapi Junior tetap diam tak menyahut sekali pun.
"Ayolah tuan Junior ku, kemarin aku cuman bercanda. Jangan dibawa sampai ke hati, apalagi sampai memotong gaji."
Junior tetap tak menjawab ucapan Rey.
__ADS_1
"Baiklah, aku pasrah." Lirih Rey. "Rekening, kau harus sabar bulan depan uang yang masuk hanya sedikit." Gumam nya, dan Junior tertawa dalam hati mendengar ucapan sang sabahat.
"Aku tidak akan memotong gajimu, asal kau mau menuruti semua ucapan ku."
"Wahh benar kah? apa itu?" tanya Rey penuh dengan semangat.
"Aku ingin hari ini kau harus menyiapkan makan malam romantis untuk ku dan juga Disthi. Pokoknya harus romantis."
"Itu gampang, apa ada lagi?"
"Dan jika itu gagal, maka bukan hanya gaji mu yang akan aku potong tapi kau akan aku pecat."
"Siap, aku yakin misi ini tidak akan gagal, serahkan semuanya padaku." Ucap Rey percaya diri.
"Baiklah, kerjakan tugas mu."
"Siap." Lalu Rey melangkah keluar dari ruangan Junior.
Rey benar - benar pusing, makan malam romantis seperti apa itu? padahal semasa hidupnya ia belum pernah merasakan makan malam romantis dan justru ia di mendapat perintah untuk menyiapkan makan malam romantis. Rey benar - benar buntu jika menyangkut tentang kekasih.
__ADS_1
Dan setelah cukup lama berpikir sambil membuka -buka internet, akhirnya Rey mendapat ide. Dengan segerah Rey menghubungi Mey, momy nya Disthi. Dan bagai angin segar Mey justru menyuruh Rey beristirahat, karna Mey dan Aurel yang akan bertindak kali ini untuk makan malam romantis.
Ayoo tebak, ide apa yang akan di buat oleh mom Mey dan mom Aurel???