Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
42


__ADS_3

"Bagaimana Rey, apa semua nya sudah siap?" tanya Junior.


"Siap dong." jawab nya penuh dengan semangat, karna gaji nya tidak akan dipotong lagi.


"Kalau gagal, ingat bukan cuman gajimu yang akan aku potong, tapi kau akan ku pecat."


"Percayalah, kali ini pasti berhasil." ucap Rey dengan bangga nya. "Pasti lah berhasil, yang turun tangan kan mom kalian." Batin Rey.


"Okey kalau begitu."


...🍃🍃🍃🍃...


Mom Aurel dan Mom Mey yang sudah bertemu di suatu tempat sibuk menyiapkan semua nya. Menyiapkan makam malam romantis untuk anak mereka. "Pokoknya kita tidak boleh gagal." Ucap Mom Aurel.


"Tenanglah, kau tau aku bukan? tak ada yang gagal jika aku sudah turun tangan." Jawab Mom Mey dengan bangga nya.


"Yah kau memang yang terhebat. Anzel saja tunduk dengan mu."


"Ouh itu beda lagi ceritanya."


"Ahh sudah jangan di teruskan lagi, lebih baik lanjutkan tugas mu, demi seorang cucu." ucap Mom Aurel


"Yah demi seorang cucu."

__ADS_1


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukka pukul 5 sore, semua selesai tepat waktu. Mom Mey dan Mom Aurel menatap bangga pada lokasi yang ia hias, untuk makan malam romantis anak anak mereka.


"Semoga berhasil, dan kita bisa dengan secepatnya mendapatkan cucu." Ucap Mom Aurel.


"Amin." Ucap Mom Mey, lalu meraih ponsel di tas nya dan menghubungi Rey.


"Halo nyonya, apa semua sudah selesai."


"Ya, kita bertemu di titik lokasi yang aku kirim."


"Baik nyonya." ucap Rey lalu mom Aurel memutuskan sambungan nya.


.....


"Baiklah, kalau begitu jemput Disthi dan bawa dia ke sana."


"Baiklah."


Lalu Rey pamit dan bergegas ke rumah Junior untuk menjemput Disthi, membawa Disthi ke tempat makan malam romantis yang telah di siapkan. Dan setelah beberapa saat, kini Rey telah tiba di rumah Junior, dan beruntung karna Disthi sedang berada di rumah.


"Ada apa Rey? dimana Junior?" Tanya Disthi saat melihat Rey datang tanpa Junior.


"Aku datang ke sini untuk menjemputmu."

__ADS_1


"Menjemputku?" ulang Disthi.


"Yah. Junior ingin bertemu dengan mu."


"Aneh! bertemu saja pakai di jemput, harus nya pulang kan aku ada di rumah"


Rey menepuk jidatnya mendengar ucapan Disthi. "Tidak suami, tidak istri, sama - sama ...?" Gumam Rey yang terpotong karna di sela oleh Disthi.


"Sama - sama apa, haa?" Tanya Disthi.


"Sama - sama baik." Jawab Rey cepat, karna takut mendapat amukan dari Disthi. "Ayo cepat bersiaplah, Junior menunggu ku ia ingin makan malam romantis dengan mu."


"Betulkah itu Rey." Disthi tersenyum bahagia mendengar ucapan Rey.


"Ya ..."


Dan dengan semangat 45 Disthi berlari menuju kamar nya bersiap - siap ingin bertemu dengan Junior untuk makan malam romantis seperti yang Rey katakan barusan.


Di dalam kamar tak henti hentinya Disthi tersenyum, karna baru pertama kali ia mendapat ajakan makan malam dari seorang pria yang tak lain adalah sang suami. Terlebih lagi pria yamg telah mengajak nya makan malam adalah pria yang ia cintai sejak dulu, mungkin sejak usia mereka masih anak - anak. Karna mengingat sejak kecil mereka selalu bersama.


"Semoga ini jawaban atas kesabaran ku menunggu cintanya Junior." Gumam Mey sambil memperhatikan dirinya di dalam cermin. "Sempurnah." Ucapnya kembali.


"Jika Junior mencintai ku, maka akan aku jaga selalu hatinya. Aku akan setia menjadi istri yang selalu ada untuk nya dalam keadaan apa pun."

__ADS_1


__ADS_2