
Semalam berlalu, Junior masih tetap setia berada di dalam mobil menunggu dan berharap agar pintu pagar terbuka. Namun hasil nya sia-sia, tetap saja hingga jam 8 pagi, pagar pun tak juga di buka. Tapi tatap tak mengurungkan niat Junior untuk tetap menunggu.
"Sayang, ayo sarapan dulu." Tanya Mey, sambil menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Disthi.
"Mom." Jawab nya dengan lirih,
"Kau tidak tidur semalam?" tanya Mom nya, Disthi menggelengkan kepalanya, lalu Mom Mey duduk di tepi ranjang, menyibakkan rambut Disthi yang menutupi wajah cantinya, "Kenapa, hmm? memikirkan Junior?" Tanya Mom Mey lagi, dan Disthi kembali menganggukkan kepalanya.
"Sayang, apa kau yakin ini keputusan yang tepat menurut mu?" Lagi-lagi Mom bertanya
"Iya mom," jawab nya.
"Maafkan mom sayang. Maafkan mom yang telah menjodohkan mu, mom pikir ini yang terbaik untuk mu, karna mom jelas tahu kalau kau mencintai Junior, makanya mom memilih menyatukan kalian, tapi ternyata apa yang mom lakukan adalah satu kesalahan yang besar "
Disthi bangun dan memperbaiki posisinya, duduk berhadapan dengan Mom nya lalu memeluk tubh Mom nya. "Mom sudah melakukan yang terbaik, ini bukan kesalahan mom. Ini sudah menjadi takdirku."
"Maafkan Momy sayang."
Keduanya saling berpelukan sambil meneteskan air matanya dan terhanyut dalam pikiran masing-masing. Mom Mey jelas saat ini berpikir apa yang harus ia lakukan, putri kesayangan nya di lukai oleh anak sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri, sedari Junior kecil. Dan Disthi masih sangat kecewa dengan apa yang Junior lakukan dengan dirinya.
__ADS_1
Hingga siang hari Junior yang masih tetap setia berada di mobil sambil menatap ke arah dalam rumah mertuanya, di kagetkan dengan suara bunyi ponselnya. Dengan segerah Junior menggeser icon hijau di layar ponselnya
"Halo dad." Sapa Junior,
"Pulang sekarang juga." Titah Dad Dewa yang terdengar jelas di seberang sana sangat marah.
"Tapi Dad ..."
"Sekarang!!" Pintah nya yang tak ingin di bantah sama sekali. Lalu memutuskan panggilan secara sepihak..
Junior menarik nafasnya secara mendalam, lalu menghembuskan nya secara kasar. "Baiklah, aku pulang dulu. Nanti aku kembali lagi, dan aku akan menunggumu hingga kamu mau menemuiku." Ucapnya lalu mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya.
Mom Aurel yang melihat Junior sudah berada di hadapan nya, langsung berjalan mendekat ke arah Junior. 'Plakkkk' Mom Aurel berhasil mendaratkan tangan nya di pipi mulus sang anak untuk pertama kalinya. Jelas ada kesedihan di hati Mom Aurel, hanya saja ia tidak terima terhadap kelakuan sang anak yang sama sekali tidak masuk di akal.
"Mom." Ucap Junior sambil menatap wajah Mom nya tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
'Plakkk' Mom Aurel kembali menampar pipi sebelah Junior. "Mom tidak menyangka bisa punya anak seperti dirimu." Teriak nya dengan penuh kecewa yang teramat mendalam kepada sang anak.
"Mom .." Panggil Junior karna Mom nya sudah melangkah meninggalkan Junior dengan air mata yang berlinang.
__ADS_1
Dad Dewa menahan langkah Junior dengan mencengkram kera kemaja Junior. "Kenapa kau begitu tolol, haaa?"
"Dad, apa ini? kenapa Mom dan Dad marah padaku? apa yang terjadi?" tanya Junior bingung, karna hingga saat ini ia belum tahu apa yang terjadi.
"Aku tidak menyangka anak yang begitu aku banggakan tega berbuat hal yang tidak masuk akal."
"Dad .., apa maksud mu?"
"Ceraikan Disthi, lepaskan dia. Jangan terus menambah air matanya."
"Maksud Dady?"
'Bukkkhhhh' amarah yang tertanam kini Dad Dewa keluarkan, ia meninju wajah dan perut sang anak. Terus terang, dari lubuk hati Dad Dewa yang teramat dalam, ia tidak tegah melakukan ini pada anak nya, tapi ia mengingat kembali kejadian berapa tahun silam, saat ia melakukan hal yang sama terhadap istrinya dahulu, dan ia tahu betul apa yang Disthi rasakan saat ini. Kecewa, sudah pasti itu.
"Dad .." Lirih Junior
"Lepaskan Disthi, dan jangan menginjakkan kaki di rumah Dad lagi, dan itu juga berlaku pada adik mu. Karna kalian berdua, sudah sama-sama melakukan kesalahan yang besar pada Disthi." Ucap Dad Dewa dan meninggalkan Junior yang terdiam mematung.
Junior mencerna ucapan Dad nya, lalu berjalan keluar rumah dengan tergesah-gesah menuju mobil. Ia teringat akan amplop yang Disthi berikan kemarin pagi. Saat Junior sampai di mobil, ia segerah membuka amplop tersebut, dan apa ini? mata Junior melotot membaca isi surat tersebut. Hati Junior?? jangan di tanya lagi, entah kenapa saat membaca isi surat tersebut, tiba-tiba hati Junior remuk seketiak, hancur berkeping-keping. Sesak teramat mendalam, seketika air mata Junior jatuh membasahi pipinya. "Tidak akan ku biarkan kau pergi dariku " Gumam nya, lalu kembali melanjukan mobilnya menuju rumah mertua nya,
__ADS_1