
Saat ini Disthi sedang berada di taman dengan Jasmin. Disthi sengaja menghubungi Jasmin karna mereka memang teman sedari kecil.
"Ada apa?" tanya Jasmin saat memerhatikan raut wajah yang tak biasa ada pada Disthi. "Kamu kesulitan menghadapi Junior?" Tanya nya lagi, namun Disthi masih tak bergeming sama sekali. Ia hanya sibuk memandang lurus kedepan entah apa yang ada dalam pikiran nya.
"Aku tahu kau sedang ada masalah, buktinya kamu menghubungiku dan minta bertemu." Ucap Jasmin lalu menarik nafas dalam - dalam dan menghempaskan nya secara perlaha. "Sabar lah sedikit lagi, suatu saat Junior pasti akan membalas perasaanmu." Ucap nya.
Lagi - lagi Disthi hanya diam dengan wajah yang di tekuk dan bibir yang di buat manyun.. "Hey jangan seperti itu wajah mu, jelek tahu."
"Biarin." Ucap nya singkat.
Jasmin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Disthi yang menurutnya sangat lucu.
"Ayolah, dimana Disthi yang dulu. Disthi yang selalu ceria dan tak mau dikalah kan oleh siapa pun."
__ADS_1
"Jasmin." Ucap Disthi sambil menoleh kan wajah nya kehadapan Jasmin.
"Hhmm, kenapa?"
"Kenapa kau bisa tahan hidup bersama dengan kak Al?" Tanya Disthi membuat Jasmin tersenyum sesaat.
"Karna ini." Ucap Jasmin sambil memegang dadanya..
"Tapi bukan kah sakit Jasmin, jika kamu terus saja bertahan?"
"Aku tidak tahu, apakah aku mampu seperti mu Jasmin. Sudah sejak dulu aku menyukai Junior, jatuh cinta padanya. Tapi apa yang aku dapat? hingga kini Junior tidak melirik ku sama sekali. Di mata Junior aku ini hanya musuh baginya tidaj lebih dari itu."
"Siapa bilang seperti itu? Semua itu bohong Disthi." Ucap Jasmin yang sudah melihat jika ada cinta di mata Junior. Apalagi saat Disthi makan bareng dengan Putra terlihat jelas api cemburu di mata Junior saat itu.
__ADS_1
"Aku." Jawab nya. " Andai aku bisa semperti mu Jasmin. Aku tahu, jika Junior sangat mencintai mu, dia sangat peduli padamu, perhatian dan selalu ada untukmu. Andai!!" Disthi membayangkan dirinya menjadi Jasmin yang mendapat perhatian full dan Junior. Disthi tahu jika Junior mencintai Jasmin, tapi Disthi tidak ingin menyerah akan cinta yang ingin dia perjuangkan. Tapi semakin kesini, Disthi semakin sadar, mungkin nama Jasmin di hati Junior tak bisa terhapuskan. Itu lah pikiran Disthi saat ini.
"Tidak usah berandai, dan tidak usah membayangkan menjadi diriku. Tetap lah jadi dirimu sendiri, tetap lah jadi Disthi yang apa ada nya. Aku yakin Junior akan membalas cinta mu, sampai kau lupa melihat pria lain di mana pun."
"Semoga." Ucapnya sambil menghelah napas.
"Kalau begitu jangan bersedih lagi, ayo kita pulang. Hari sudah semakin sore, aku takut jika Junior saat ini sedang mencari mu "
"Hahaahahah." Disthi tertawa mendengar ucapan Disthi tentang Junior yang mencari dirinya.. "Jika Junior mencariku, itu sama halnya dengan mimpi di siang bolong." Ucapnya sambil berdiri dari duduknya.
"Yah, mungkin saja Junior sedang bermimpi saat ini." Jawab Jasmin sambil tersenyum."
"Aku ikut kerumah mu, aku ingin bertemu aunty Yoona."
__ADS_1
"Hhmm, baiklah."