
Sebulan kemudian..
Hari ini tepat sebulan Disthi dan Junior menjadi pasangan suami istri. Hubungan mereka tidak sepertinya layak nya pasangan suami istri yang lain nya. Mereka pasangan suami istri yang seperti kartun tom and jerry.. Selalu saja ada pertengkaran yang terjadi di antara kedua nya.. Masalah sepeleh pun selalu menjadi besar jika mereka berdua sudah saling berhadapan.. Tapi jangan salah, jika mereka sering bertengkar, tapi mereka sering kali saling mencari satu sama lain nya. Entah apa yang Disthi dan Junior rasakan. Jika salah satu di antara mereka tidak ada di rumah, maka mereka akan sering membuat alasan bagaimana agar salah satunya bisa pulang dengan cepat..
Seperti sore ini.. Disthi yang lagi asyik berada di cafe bersama dengan teman nya mengadakan reuni dadakan.. Tiba tiba di kagetkan dengan suara handpone nya yang berdering.. "Siapa sih?" Batin nya sambil meraih handpone yang berada di dalam tas..
"Dia lagi, dia lagi." Ucap Disthi lalu meletakkan ponselnya di atas meja..
"Siapa?" Tanya salah satu teman Disthi..
"Bukan siapa-siapa." Jawab Disthi, sambil tersenyum.. Namun ponsel nya terus berdering.
"Jawab gih, sempat aja itu penting." Usul salah satu teman nya..
"Iya jawab aja dulu." Timpal yang lain..
"Ngak deh,.. Yukkk lanjut lagi, tadi cerita nya udah sampe di mana?" Tanya Disthi..
Di rumah...
"Si*al." Ucap Junior sambil melempar handpone nya ke atas sofa.. "Kamu di mana sih? dan sedang apa? bisa bisanya tak menjawab telpon dan pesan ku sama sekali." Ucapnya penuh dengan kekesalan, sambil mengacak rambutnya dengan prustasi.
"Awas saja kamu Dustha, kalau kamu pulang lihat apa yang akan aku lakukan padamu." Ucapnya lalu mengambil kembali handpone nya, dan mencoba lagi untuk menelpon Disthi. Namun hasilnya tetap sama, Disthi tak menjawab panggilan nya atau membalas pesan nya sama sekali..
__ADS_1
Disthi yang sedang asyik berbincang, karna penasaran ia meraih ponselnya dan tersenyum sambil membaca pesan yang Junior kirim padanya..
"Dimana? Kenapa tidak pulang?" Pesan pertama.
"Kenapa tidak di baca. Kamu dimana sih?" Kedua.
"Aku lapar, pengen makan.. Kamu di mana sih?" Ketiga.
"Dustaaaaaaaaaaaa........." Ke empat.
Disthi tertawa membaca pesan Junior.. "Mau makan aja, pake kirim pesan, tinggal suruh bibi ajak kok.. Susah amat.." Gumam Disthi.
"Kamu kenapa?" Tanya teman Disthi.
"Yah sudah kamu pulang aja duluan."
"Okey aku pamit dulu yah."
Disthi lalu berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari arah cafe.. Disthi terus saja tersenyum mengingat pesan-pesan yang Junior kirimkan tadi.. "Ada-ada saja kamu, bilang saja kalau kamu tidak bisa kalau aku ngak ada." Ucap Disthi, lalu masuk ke dalam mobilnya..
...🍃🍃🍃🍃...
Ponsel Junior berdering, dengan penuh semangat ia meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang menelpon, Junior langsung menjawab.. "Kenapa baru menelpon ku? Kamu dimana biar aku jemput." Ucap Junior..
__ADS_1
"Hey, jemput bagaimana? aku punya kendaraan sendiri kok." Jawab Putra yang tak lain adalah adiknya..
"Putra.."
"Iya. Emang siapa sih yang mau kakak jemput?" Tanya Putra masih dengan sopan..
"Tidak ada." Elak Junior.. "Ouh iya, tumben kau menelpon ku, ada apa?" Tanya Junior. Karna sudah lama sekali Putra tidak menghubungi dirinya, jangan kan menelpon, mengirim pesan pun tidak pernah Putra lakukan..
"Satu bulan.." Ucap Putra.
"Satu bulan? Apanya yang satu bulan?" Tanya Junior penasaran..
"Waktu mu sisa 11 bulan lagi. Karna hari ini sudah tepat satu bulan kau menjadi suami Disthi." Ucap Putra membuat Junior terdiam.. "Jangan pura-pura lupa kak, ingat aku sudah menyerahkan semua milik ku padamu, dan sebagai gantinya Disthi akan menjadi milik ku."
Entah kenapa, Junior tidak menerima apa yang Putra katakan pada nya.. Hatinya berkata lain, tapi Junior tidak ingin di bilang ingkar janji dengan janji yang sudah ia buat dengan sang adik..
"Kau masih ingat bukan? Tentang taruhan yang kakak buat sendiri?" Tanya Putra lagi.
"Ingat." Jawab Junior singkat.
"Baguslah,. Sebelas bulan lagi, aku tidak sabar menunggu akan hari itu. Hari dimana Disthi akan menjadi milik ku." Ucap Putra lalu beberapa saat memutuskan panggilan nya..
Junior duduk di kursi. Dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.. Entah, apa ia bisa melepaskan Disthi atau tidak. Karna selama sebulan ini, Disthi selalu menemani hari-hari nya. Membuat nya tertawa, marah secara bersamaan..
__ADS_1
"Apa aku bisa?" Tanya nya pada dirinya sendiri.