Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
50


__ADS_3

"Ingat kak, kau jangan pura-pura lupa tentang taruhan ini." Ucap Putra saat berada di dalam ruangan Junior.


Junior terdiam sesaat mendengar ucapan sang adik tentang taruhan yang ia buat sendiri. Entah apa yang harus ia katakan, di satu sisi ia sudah mulai merasa bahwa hidupnya saat ini telah sepenuhnya bergantung pada Disthi. Namun di satu sisi, Junior pun masih menjunjung tinggi ego nya. Ia sama sekali tidak ingin di kalahkan. Bukan soal harta, atau apalah itu, hanya saja dia yang telah memulai dan membuat taruhan ini, dan dengan yakin nya dulu bahwa ia akan menang. Dan dengan begitu sang adik bisa kembali tinggal di ruamh momy nya. Namun ternyata tanpa Junior tahu, ia justru terjebak dengan permainan yang ia buat sendiri.


"Kenapa diam saja? Ohh, atau jangan-jangan kakak ku ini sudah mengakui kekalahan nya "


"Diam!!" bentak Junior kepada sang adik.


Dilema, malu, yah itulah yang saat ini Junior rasakan, ia tidak ingin jika sang adik tahu bahwa ia telah larut dengan permainan nya sendiri.


"Kenapa aku harus diam, saat kakak belum menjawab pertanyaan ku, Apa kakak sudah jatuh cinta pada Disthi?"


"Hahahahaha." Junior tertawa "Cinta kau bilang?" Junior bertanya balik ke sang adik.

__ADS_1


"Yah cinta. Kakak akui saja jika kakak sudah mencintai Disthi. Iya kan?"


"Tak ada cinta sama sekali." Jawab nya dengan tegas.


"Ingat akulah yang akan memenangkan taruhan ini, dan kau siap-siaplah memberikan semua milik mu."


"Tidak masalah. Harta bisa di cari tapi cinta bagiku sulit, dan aku sangat mencintai Disthi.


"Tenang saja, setelah setahun aku menikah maka aku akan menceraikan Disthi." Jawabnya penuh dengan keyakinan.


...🍃🍃🍃🍃...


'Hikkssss, hikkkkkss,hikkkkksss' Disthi terus saja menangis di kamar mengingat ucapan yang Junior katakan tadi. Bahwa tak ada cinta untuknya dan tepat setahun menikah Junior akan menceraikan dirinya..

__ADS_1


"Kau jahat .." Ucap Disthi berteriak sekeras mungkin.


"Apa aku salah jika aku mencintai mu? Apa aku salah jika aku berharap bisa memiliki mu sutuhnya? Apa aku salah jika aku berharap akulah wanita yang akan mendampingimu hingga menua nanti?" Disthi terus saja bertanya dengan dirinya sendiri dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Sesakit inikah mencintai seseorang yang tak pernah menganggap kita ada, dan tak pernah membalas cinta kita?


Hancur, seketika hati dan perasaan Disthi hancur di buat oleh Junior. Hati yang ia jaga semenjak Disthi masih kecil, hati yang selalu ia tutup untuk orang lain karna di hatinya sudah terdapat satu nama yaitu Junior. Namun seketika pula hati itu hancur berkeping-keping.


"Junior ., hiksss, hiksss, hiksss. Kau sudah mematahkan hati yang aku jaga selama ini. Kau jahat Junior, kau jahat ..." Ucapnya dan terus saja menangis hingga mendengar suara ketukan pintu dari luar, Disthi mendengar jelas suara Junior.


"Aku tidak tahu, apakah aku masih sanggup untuk melihat mu? aku tidak tahu apakah hati ini masih sanggup untuk menerima mu?"


"Kau orang pertama yang membuat aku jatuh cinta, namun kau orang pertama yang membuat aku merasakan sakit yang teramat mendalam."

__ADS_1


"Kau sungguh jahat, sangat-sangat jahat padaku? apa kurang nya aku, sehingga kau dengan gampang nya menjadikan diriku barang taruhan."


__ADS_2