Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
63


__ADS_3

Setelah selesai bersiap-siap, kini semuanya telah naik di atas mobil dan bersiap untuk pergi ke resto yang Disthi pilih. Saat gerbang pagar terbuka, Junior yang berada di luar langsung menghadang mobil yang Disthi tumpangi.


"Disthi, buka pintu nya. Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Ini tidak seperti yang kamu kira." Ucap Junior sambil mengetuk pintu mobil Disthi, namun tiba-tiba satu mobil keluar lagi dari dalam rumah Disthi. Junior yang memperhatikan merasa tertipu, dan langsung bergegas naik kemobilnya dan mengejar mobil yang baru daja keluar dari rumah Disthi. "Aku harus bertemu dengan mu, bagaimana pun caranya." Gumam nya sambil menyetir mobil.


Rey yang berada di atas mobilnya memperhatikan mobil Junior yang mengikuti mobil Disthi. Lalu sesaat Rey melihar mobil yang satu lagi keluar, dan Rey memutuskan untuk mengikuti mobil yang sqtu nya lagi. "Ayo Rey semangat, ini demi gaji doubel. Kalau kau dapat info yang luar biasa, maka gajimu akan semakin luar biasa." Rey menyemangati dirinya sendiri.


...🍃🍃🍃🍃...


"Kau sedang membuat apa sayang?" tanya Dad Dewa sambil mendekat ke arah istrinya.


"Aku sedang membuat kue kesukaan Mey, Anzel dan Disthi." Jawab Mom Aurel.


Dewa memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Sabarlah sayang."


"Aku harus meminta maaf pada mereka. Mey Dan Anzel, mereka berdua sahabat ku yang selalu ada saat aku sedang butuh." Lirihnya dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipi nya.

__ADS_1


"Ya aku tahu itu sayang."


"Aku tidak ingin semua yang aku jaga selama ini hancur. Aku ingin memperbaiki semuanya seperti semula. Walau aku tahu itu sangat sulit, tapi aku akan berusaha."


Dad Dewa membalikkan tubuh istrinya agar menghadap pada dirinya. Dad Dewa mengusap air mata yang membasahi pipi sang istri. "Sabar lah sayang. Aku yakin suatu saat nanti perjuangan mu akan membawakan hasil." Lalu Dad Dewa memeluk tubuh sang istri memberikan semangat.


"Aku takut, hikkksss, hikkksss, aku takut sayang. Aku takut jika usaha ku akan sia-sia. Aku takut jika Mey dan Anzel tidak mau memaafkan ku, dan aku takut jika Disthi tidak mau lagi menganggapku sebagai mom nya." Mom Aurel menagis di dalam pelukan suaminya.


"Bersabarlah. Aku yakin Mey dan Anzel akan memaafkan mu."


...🍃🍃🍃🍃...


"Ayo makan sayang." Pinta Mom Mey.


"Sudah kenyang mom." Jawab Disthi.

__ADS_1


Mom Mey hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak nya yang sangat menggemaskan, semenjak semalam.


"Kau yakin sudah kenyang sayang?" tanya Dad Anzel dan di jawab anggukan kepala oleh Disthi. "Bagaimana bisa kenyang, kamu belum makan sedikit pun loh?"


"Dad, aku sudah kenyang. Melihatnya saja sudah membuat ku kenyang."


Dad Anzel menautkan alisnya menatap sang istri meminta penjelasan.


"Iya sayang menang seperti itu." ucap Mom Mey kepada sang suamin.


"Oh." ucap Dad Anzel.


Rey yang duduk di pojokan terus saja menguping pembicaran keluarga Disthi. Senyum tersemat di wajah Rey saat mendengar ucapan mom Mey. "Aku harus pastikan dugaan ku benar."


....

__ADS_1


"Sial." Umpat Junior sambil memukul stir mobilnya. Kala mobil yang ia ikuti berhenti di pasar dan yang keluar dari mobil adalah bibi. "Aku terkecoh."


"Tapi aku tidak akan menyerah Disthi. Aku akan terus berusaha agar kau bisa memaafkan diriku dan mau menerimaku kembali."


__ADS_2