
Setelah semua acara telah selesai dan satu satu keluarga besar telah pulang.. Kini hanya tertinggal Disthi, Junior dan kedua orang tua Disthi..
"Jaga anak, ku dengan baik. Sayangi dia, jangan membuat air mata nya jatuh membasahi pipi mulusnya.." Ucap Anzel sambil menepuk pundak Junior.. "Bimbing dia menjadi istri yang baik, yang selalu ada saat suka maupun duka.."
"Iya uncle.." Jawab Junior singkat..
"Bukan uncle, tapi dady. Sekarang, kau sudah menjadi anak ku, anak laki laki ku." Jawab Anzel sambil tersenyum..
"Jika sampe aku tahu, kau menyakiti Disthi jangan harap muka mu akan berbentuk." Ancam Mey, membuat Junior membulat kan mata nya menatap ke arah Mey..
"Hahahahahah." Mey tertawa melihat reaksi Junior.. "Santai saja nak, aku tidak mungkin membuat mu tak berbentuk, asal....... Kau tidak menyakiti anak ku." Ucap Mey, lalu berdiri dari duduk nya dan menuntun Disthi masuk ke dalam kamar..
...🍃🍃🍃🍃...
Di kamar....
"Disthi, sayang ku, putriku, kebanggaan ku, dengar kan momy sayang.. " Ucap Mey sambil menggengan kedua tangan Disthi dan menatap wajah Disthi.. "Jadilah istri yang selalu ada, setia di samping suami mu dalam keadaan apa pun, dan...."
"Dan apa mom?" Tanya Disthi karna mom nya menggantung ucapan nya..
"Dan jangan lupa semua atm suami mu kau yang harus pegang." Ucapnya sambil tertawa..
"Mom, ada ada saja.. Aku punya Dady yang selalu setia memberikan uangnya padaku."
__ADS_1
"No!! uang Dad itu uang nya mom. Dan uang mu ada pada suami mu Junior.."
"Iya terserah mom saja." Ucap Disthi.
"Dan satu lagi.."
"Apa itu mom?"
"Kau harus menyewa Rey menjadi mata mata mu, agar apa pun yang Junior lakukan kau bisa tau.. Seperti mom yang menyewa Roy menjadi mata mata mom."
"Mom, mom dan aku beda.. Mom bucin sedangkan aku tidak.. Jadi, aku tidak akan menyewah siapa pun." Ucap Disthi tegas.
"Hahahah, ogah yah mom bucin sama dad mu. Yang ada dad mu lah yang bucin sama mom."
"Okey, kalau begitu mom keluar dulu.. Selama bermalam pertama, selamat buka segel." Ucap Mey sambil tersenyum menggoda anaknya yang akan melakukan buka segelnya..
"Buka segel? Astaga mom ada ada saja."Gumam Disthi sambil menggelengkan kepalanya..
Beberapa saat setelah mom Mey keluar dari kamar, Junior pun masuk.. Disthi cuek tidak memperdulikan kehadiran Junior sama sekali...
"Dimana bajuku?" Tanya Junior tanpa menoleh ke arah Disthi sedikit pun..
Disthi diam tidak menjawab pertanyaan Junior sama sekali, sehingga membuat Junior geram..
__ADS_1
"Dusta, apa kau tuli???" Tanya Junior sambil melihat ke arah Disthi.. Disthi tetap diam..
"Hey Dusta. Kenapa hanya diam saja, ayo di mana baju ganti ku?" Tanya nya kemudian.
"Disthi.. Namaku Disthi, bukan Dusta.." Ucap Disthi.
"Mulai sekarang nama mu Dusta bukan Disthi." Ucap Junior lalu berjalan mendekat ke arah Disthi sambil membuka satu persatu kancing bajunya, sehingga membuat Disthi kaget..
"Hey apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Disthi penuh dengan perasaan cemas nya..
Junior yang melihat Disthi ketakutan, langsung berniat menjahili Disthi..
"Apa yah??" Tanya nya kembali pada Disthi.. "Hhmm kira kira apa yang suami istri lakukan jika di malam pertama nya." Ucao Junior..
Disthi kalang kabut. Dan berpikir sejenak, lalu tersenyum..
"Ouh itu..." Ucap Disthi tenang, membuat Junior terdiam sesaat menatap heran.. "Ayoo kesini, aku sudah siap, kau ingin gaya apa?" Goda Disthi, tapi dalam hatinya ia sangat was was, jika Junior benar ingin melakukan nya..
"Kenapa diam saja.. Ayoo kemari, cepat aku sudah tidak tahan." Ucap Disthi kembali sambil mengayun kan jemarinya memanggil Junior..
Seketika Junior merasa geli dan melangkah mundur menjauh dari Disthi.. "Dasar wanita aneh." Gumam nya yang masih dapat di dengar oleh Disthi..
"Aneh-aneh begini tapi aku istri mu loh." Disthi tertawa pelan saat melihat Junior takut akan dirinya.. "Dasar pria aneh, mau aja aku kerjain." Batin Disthi merasa puas melihat Junior ketakutan..
__ADS_1