
Dengan penuh semangat Junior melajukan mibil nya ke toko bunga. Mampir sejenak untuk membeli bunga yang akan ia berikan nantinya kepada Disthi sebagai permintaan maaf nya.
Mobil berhenti tepat di depan toko bunga, senyum mengembang di wajah Junior menatap bunga - bunga yang indah. Dengan semangat lagi, Junior masuk ke dalam toko, dan tanpa menunggu lebih lama, Junior memesan bunga sesuai yang Rey bisikan tadi pada nya.
Penjaga toko bunga sampai menaikkan satu alis nya menatap heran pada Junior. "Aneh! baru kali ini aku melihat orang memesan bunga yang lain dari pada yang lain, untuk orang yang ia sukai." Batin penjaga toko bunga.
Berapa kali penjaga bunga menjelaskan, jika bunga yang bagus bukan lah bunga yang Junior pesan, tapi Junior tetap bersikeras memesan bunga tersebut. Junior tetap mengikuti saran teman nya, "tidak mungkin Rey membohongiku, dia kan takut padaku, apa lagi jika sampai gajinya aku potong." Gumam Junior sambil membayar bunga yang ia pesan tadi.
Lagi - lagi dengan senyum mengembang di wajah nya, Junior berjalan keluar dari toko dan masuk kedalam mobilnya. Di dalam perjalanan, Junior memutar musik sambil bernyanyi dan membayangkan bagaimana nanti Disthi akan tersenyum padanya saat ia memberikan sebuket bunga pada Disthi. "Tunggu aku Disthi, aku yakin kau akan langsung memeluk ku." Ucapnya setelah ia menyanyi.
...🍃🍃🍃🍃...
Sedangkan di balkon kamar, Disthi sedang sibuk telponan dengan aunty Yoona. Disthi menghela nafas lalu berkata, " belum ada perubahan aunty."
"Baru juga seminggu, sabar tunggu saja sebentar lagi." Ucap aunty Yoona.
"Iya aunty."
__ADS_1
Selang beberapa saat terlihat jelas mobil Junior memasuki halaman rumah. "Aunty sudah dulu yah, Junior sudah pulang." Pamit Disthi
"Baiklah sayang, ingat kamu harus sabar dan tetap cuek. Sampe Junior bertekuk lutut dan mengakui perasaan nya."
"Okey aunty." Lalu Disthi memutuskan sambungan nya, dan berjalan masuk kedalam kamar.
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Disthi.
'tok ... tok ... tok ...'
" Nyonya, tuan sudah pulang." Ucap bibi sambil mengetuk pintu.
"Tuan menunggu nyonya di bawah, ada yang penting yang tuan ingin katakan pada nyonya." Jelas bibi, lalu pamit kembali ke dapur.
"Apa yang ingin dia katakan padaku?" tanya nya pada diri sendiri, lalu melangkah menunu tempat di mana Junior sedang menunggunya.
Dengab perlahan Disthi melangkah kan kaki nya hingga terlihat Junior di sana sedang berdiri menatapnya dengan senyum di wajah Junior, sehingga Disthi terheran. "Ada apa dengan nya? apa dia sedang kesambet setan senyum?" Batin Disthi dan tetap terus melangka hingga berhenti tepat di depan Junior. "Ada apa?" tanya nya dengan cuek.
__ADS_1
"Maaf kan a-, ..." ucapan Junior terpotong kala Disthi tertawa terbahak - bahak saat Junior mengucapkan kata maaf dengan bunga kamboja yang di berika di hadapan Disthi.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Junior sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
'hahahahahahhah' Disthi terus saja tertawa sampai air mata menetes di sudut matanya, dan bahkan Disthi memengang perutnya yang keram akibat tawa nya.
"Apa ada yang lucu?" tanya Junior kembali.
"Kau ingin meminta maaf padaku?" tanya Disthi
"Iya"
"Kau bersungguh - sungguh ingin meminta maaf?" tanya Disthi lagi.
"Iya."
"Hahahaah benar benar laki - laki unik. Kau meminta maaf atau mau mengunjungi kuburan membawa bunga kamboja, aneh!!" ucap Disthi lalu membalikkan badan nya dan berjalan menjauh dari Junior .
__ADS_1
"Rey ... " Teriak Junior sambil melempar bunga kamboja yang ia pegang sedari tadi.