Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
19


__ADS_3

Keesokan harinya, di dalam mobil. Rey terus saja memperhatikan Junior dari kaca mobil tengah.. Junior yang duduk di belakang sedari tadi hanya diam saja, tanpa berbicara satu katapun. Dan jika Rey mencoba mengajaknya berbicara, perkataan Junior pun tidak nyambung sama sekali.. Sehingga ini membuat jiwa kepo Rey kumat, ingin mencari tahu apa yang terjadi pada Junior..


"Tuan." Panggil Rey, namun Junior masih tetap diam.. "Junior...." Teriak Rey memanggil membuat Junior tersadar dari lamunan nya..


"hhmm iya, ada apa?" Tanya nya sambil menggelengkan kepalanya membuang pikiran nya yang sedang traveling pagi pagi membayang kan tubub polos Disthi semalam..


"Justru aku yang ingin bertanya padamu, ada apa?"


"Aku?" Tunjuk Junior pada dirinya sendiri,. "Ngak ada apa apa kok."


"Jangan bohong, aku mengenal mu sedari kecil. Jadi aku tahu jika kau bohong atau tidak."


"Hahahaha, kau sudah seperti dukun saja.." Junior menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.. Junior tahu jika saat ini pasti Rey sedang berusaha mengorek dirinya..


"Apa semalam afa kejadian yang luar biasa? yang terjadi antara kamu dan Disthi?" Selidik Rey, sambil terus mengendarai mobil.


"Tidak ada." Jawab Juniot dengan cepat.


"Aku semakin penasaran. Pasti ada hal yang terjadi." Ucap Rey semakin yakin jika sesuatu terjadi antara Junior dan disthi.. "Apa jangan jangan, kalian sudah membuat anak?" Tanya Rey.


"Khuukk, khuuukk." Junior terbatuk mendengar ucapan Rey.


"Heyy, bagaimana rasanya? Apa kah enak?" Tanya Rey sambil tersenyum senang..


"Bagaimana mau membuat anak, menyentuhnya saja aku ngak lakuin. Kamu yah Rey, sepertinya kamu sudah bosan bekerja dengan ku."


"Hahah, aku kira sudah berhasil buka gawang.. Padahal aku udah semangat menunggu keponakan ku.."

__ADS_1


"Sekali lagi kamu ngomong, gaji kamu aku potong." ancam Junior.


"Kebiasaan, gaji jadi ancaman." Gumam Rey yang masih dapat di dengar oleh Junior..


"Sekalli lagi kamu ngomong, kamu aku pecat."


"Pecat saja, nanti aku aka bekerja dengan Putra, dan aku yakin kau akan menangis darah." Batin Rey yang bangga akan dirinya yang selalu jadi rebutan antara Junior dan Putra.


...🍃🍃🍃🍃...


"Disthi." Panggil Putra yang terus saja berjalan di belakang Disthi, namun Disthi tak menoleh dan tetap terus berjalan..


"Disthi." Panggil nya lagi sambil menarik lengan Disthi sehingga membuat Disthi menghentikan langkahnya..


"Disthi jangan menghindar, please!!" Pinta Putra


"Aku tidak menghindar, hanya saja aku sedang terburu buru.." Ucap Disthi,. "Ouh iya kenapa kau kesini? Ke perusahan dady ku?" Tanya Disthi.


"Putra." Ucapnya dengan kesal, namun terselip kata manja..


"Nanti siang kita makan di resto favoritmu. Kamu bebas pilih menu semau mu. Aku ngak akan tegur kamu mau makan apa pun.."


"Serius? Tanya Disthi..


"Iya.. Kalau begitu aku pamit masuk dulu. Nanti jam makan siang aku hubungi kamu."


"Ehh, kamu mau keruangan dady?" Tanya Disthi dan Putra menganggukkan kepalanya.. "Yah sudah, ayo kita sama sama ke ruangan dady." Ajak Disthi ..

__ADS_1


...🍃🍃🍃🍃...


Di resto, Disthi menikmati makan siang nya bersama dengan Putra.. Selang beberapa saat Junior masuk ke dalam bersama dengan Jasmin.. Mata Junior langsung tertuju pada Disthi dan Putra yang terlihat sangat romantis makan berdua..


"Bukan kah itu Putra dan juga Disthi?" Ucap Jasmin sambil menunjuk ke arah meja dimana Putra dan Disthi berada..


"Ouh iya.." Jawab Junior.


"Kebetulan sekali. Ayo kita gabung bersama dengan mereka." Ajak Jasmin sambil menarik lengan Junior.


"Hay, apa kami boleh ikut gabung." Tanya Jasmin saat sudah berada di depan Putra dan Disthi.


"Jasmin, Junior.." Ucap Putra. "Ayo, silahkan gabung."


"Kak Jasmin." Sapa Disthi sambil bercipika cipiki dengan Jasmin.. Namun Disthi sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Junior..


Junior duduk tepat di sampin Disthi, entah kenapa tiba tiba Junior menjadi salah tingkah dan kelihatan lebih gugup..


"Kamu kenapa?" Tanya Jasmin memperhatikan Junior.


"Tidak kenapa-napa kok."


"Disthi, setelah ini kita kemana lagi?"Tanya Putra sambil melihat disthi dengan tatapan penuh cinta..


Junior yang mendengar dan melihat Putra yang menatap Disthi seperti itu, entah kenapa perasaan sesak merasuki dadanya.. Tangan Junior mengepal menahan emosi yang mulai menguasai dirinya melihat Putra yang terus saja memandang Disthi penuh dengan cinta..


"Putra, kenapa kau mengajak Disthi. Harusnya Junior lah yang mengajak nya. Junior kan suamj nya, bukan kamu." Jelas Jasmin.. "Atau jangan-jangan aku ketinggalan sesuatu?" Selidik Jasmin.

__ADS_1


"Kak Jasmin, aku dan Putra berteman sejak dulu. Jadi tidak ada salahnya bukan jika Putra mengajak ku. Dan lagian juga Junior mengizinkan ku, karna Putra adalah adiknya. Bagaimana? kamu setujukan Junior?" Tanya Disthi


Dengan berat hati Junior berkata. "Iya, aku menyuruh Putra untuk menjaga Disthi jika aku sedang bekerja."


__ADS_2