Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
48


__ADS_3

Setelah mendapat ide dari mom nya Disthi pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah nya. Dengan perasaan yang lega Disthi berjalan masuk ke dalam rumah sambil sesekali senyum dengan ide yang Mom nya berikan. Entah ini ide cemerlang atau ide gila? entahlah karna jika Mom Mey yang bertindak maka sesuatu yang mustahil akan menjadi nyata. Itulah mom Mey.


Saat Disthi membuka pintu kamar, tubuh nya langsung di peluk oleh Junior yang tak lain adalah sang suami. Suami yang tak pernah menyatakan cinta dan perasaan nya kepada sang istri dan membuat sang istri bertanya-tanya, apa kah sang suami mencintainya, atau hanya ingin berolahraga dengan nya.


"Kenapa baru pulang?" tanya Junior.


"Banyak yang aku lakukan di rumah mom tadi " ycal Disthi dan merasa sesuatu berbeda, karna Junior telah mengecup leher jenjang milik Dishti.


"Geli." ucapnya sambil mencoba mendorong tubuh Junior.


"Aku ingin." Ucap tanpa mendengar ucapan Disthi.


"Aku gerah, belum mandi. Jadi tolong berhentilah dulu." Ucapnya lalu mencoba mendorong tubuh Junior angar menjauh, tapi lagi-lagi Junior malah mempererat pelukan nya sehingga membuat Disthi sulit untuk menjauh.


Tak hilang akal, akhrinya Disthi memutuskna untuk menginjak kaki Junior dengan sangat keras, sehingga membuat Junior merasakan sakit, dan melepas pelukan nya pada tubuh Disthi


"Auuhh, sakit " Ucapnya

__ADS_1


"Siapa suruh."


"Tapi Disthi, aku mau .." Ucap nya dengan suara berat.


"Aku gerah, mau mandi dulu." Lalu Disthi berjalan menuju kamar mandi, ingin membersihkan dirinya


"Kalau begitu, aku tunggu.." Teriak Junior saat Diathi sudah masuk kedalam kamar mandi.


Dan setelah beberapa menit ponsel Junior berdering, dengan segerah Junior meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Junior terdiam sesaat menatap layar ponselnya. Lalu menggeser icon hijau untuk menjawab panggilan.


"Tidak" Jawab nya singkat dan sedikit terdengar tegas.


"Hahahaha, baguslah jika kakak tidak lupa. Karna sunggu aku sangat ingin hidup berdua dengan Disthi."


Entah kenapa Junior yang mendengar ucapan sang adik, langsung tiba tiba mengepalkan tangan nya. Jujur ia sangat tidak suka jika miliknya di rebut oleh orang lain, meski itu adik kandungan sendiri


"Kenapa diam saja? kau masih di sana kan?" tanya Putra

__ADS_1


"Ya aku disini, dan aku mendengar ucapan mu. Dan tentang taruhan itu, aku harap lebih baik kita ...


Ucapan Junior terputus kala Putra menyelah. "Aku harap kau tidak lupa, dan aku harap kau jangan pura-pura lupa. Karna aku punya bukti hitam di atas putih dan itu semua atas psrsetujuan dan mau mu kak." Jelas Putra lalu menutup panggilan nya, sehingga membuat Junior geram dan mengacak rambutnya secara asal.


Dan tanpa Junior sadari ternyata Dishti mendengar semua ucapan junior saat berbicara dengan seserorang di telepon. "Taruhan?" Batin Disthi.


"Apa yang Junior taruhkan? kenapa dia sepertinya terlihat akan kalah?" Disthi terus membatin melihat Junior yang terlihat stres setelah menjawab panggilan tadi


"Sepertinya aku harus mencari tahu, tentang taruhan itu." Lagi-lagi Disthi membatin, dan setelah itu kembali menutup pintu kamar mandi dan meneruskan untuk membersihkan dirinya.


"Mampukah aku melepaskan Disthi?"Gumam Junior menatap pintu kamar mandi.


"Tidak .. Tidak .. Aku tidak mampu." Lagi-lagi Junior membati.


"Tapi bagaimana ini, jika aku kalah maka semua aset milik ku akan menjadi milik Putra dan aku akan ..."


"Ahhhhhkkkk." teriak nya.

__ADS_1


__ADS_2