Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
16


__ADS_3

Disthi merasa menang saat melihat Junior tidur di sofa yang berada di dalam kamarnya.. Setidaknya malam ini Disthi menang, bisa menguasai tempat tidurnya seorang diri, tànpa ada gangguan sedikit pun.. "Ahhh, nyaman nya.." Gumam Disthi sambil memejam kan matanya menuju alam mimpi..


Berbeda dengan Junior.. Yang sulit sekali untuk tertidur.. Bagaimana tidak, sofa yang berada di dalam kamar Disthi berukuran sedang, tidak muat untuk dirinya.. "Jika setiap malam aku tidur seperti ini, bisa bisa aku mati muda." Batin nya..


Junior terus berpikir bagaimana caranya agar terlepas dari siksaan Disthi.. "Baru saja beberapa jam menghadapi nya aku sudah di kalah oleh nya.. Tidak, tidak, aku tidak boleh kalah." Junior terus saja berbicara dengan dirinya sendiri..


Junior terus saja berpikir bagaimana cara agar bisa menghadapi Disthi dan bagaimana cara agar dia bisa tidur nyenyak.. Sesaat Junior tersenyum saat mendapat kan ide cemerlang nya..


"Baiklah, untuk malam ini aku mengalah, tapi besok.... Lihat saja, aku akan membuat mu menderita lebih dari yang aku rasa malam ini." Batin Junior sambil menatal horor ke Disthi yang sedang tertidur pulas...


...🍃🍃🍃...


Keesokan paginya..


"Apa ini, kenapa tubuh ku susah untuk aku gerakkan." Batin Disthi merasakan sesak..

__ADS_1


Secara perlahan Disthi membuka matanya.. Seketika Disthi menatap wajah yang ada di hadapan nya.. "Cakep." Batin nya, saat melihat wajah Junior yang sedang menutup matanya..


"Tidak, tidak Disthi. Kau tidak boleh terpesona oleh wajah teduhnya saat tidur."


Disthi terdiam sesaat sambil mengumpulkan tenaga nya..


"Bukkkhhh." Junior terjatuh dari tempat tidur saat Disthi menendang dan mendorong Junior dengan sekuat tenaga..


"Dustaaaaaaaaa. Apa yang kau lakukan?" Teriak Junior sambil mengusap wajahnya..


"Siapa bilang aku mencari kesempatan? Siapa bilang aku mengahalal kan segala cara agar bisa bersamamu? Jadi cewek jangan terlalu ke pede an deh." Junior berdiri dari posisinya.. Dan naik lgi ke tempat tidur membaringkan tubuhnya..


Disthi kembali memukul tubuh Junior dengan bantal tanpa hentinya sehingga membuat Junior menarik tangan Disthi agar bisa berhenti memukul.. Disthi langsung terjatuh tepat di atas tubuh Junior dan membuat mereka berdua menatap satu sama lain nya...


1, 2, 3, 4, 5 menit berlangsung.. Junior tersenyum sambil berkata.. "Kau pasti jatuh cinta melihat wajah tampan ku ini kan?"

__ADS_1


Disthi yang tersadar langsung refleks menggigit hidung Junior..


"Ahhhh, sakit.." Teriak Junior, dan Disthi langsung mengambil langkah seribu, lari ke kamar mandi..


"Dasar cewek bar bar.. Bisa bisa nya dia menggigit hidung ku., Awas saja, kau harus membayar mahal atas kelakuan mu hari ini." Ucap Junior sambil memegang hidung nya yang terasa nyeri..


Di kamar mandi, Disthi tersenyum puas bisa menggigit hidung Junior bisa mengerjai Junior pagi ini, membuat Disthi merasakan puas..


...🍃🍃🍃🍃...


Dimeja makan, Anzel dan Mey terus saja menatap wajah menantu nya.. Bagaimana tidak, hidug Junior kini ada bekas gigitan.. Yang membuat mertuanya terus tertawa dalam hati..


"Hebat kau nak, tidak di ragukan lagi jika kau putriku." Batin Mey menatap ke arah Disthi..


"Astaga, kenapa anak ku sangat persis dengan mom nya.. Bisa mati muda Junior kalau Disthi terus seperti ini." Batin Anzel menatap kasihan pada Junior, yang baru hari pertama menjadi suami sudah mendapatkan luka gigitan di hidung nya..

__ADS_1


__ADS_2