Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
37


__ADS_3

Seminggu berlalu, tak ada sama sekali perubahan dari Disthi, ia tetap cuek tapi tetap mengurus segqla kebutuhan Junior. Dan Junior yang sudah mulai terbiasa dulu dengan sikap Disthi yang bar - bar, kini merasa kehilangan sosok Disthi. "Apa yang terjadi padanya? aku benar - benar rindu dengan dirinya yang dulu." Gumam Junior sambil menopak dagu nya di kedua tangan nya.


"Menghayal lagi, menghayal lagi." Ucap Rey saat masuk ke dalam ruangan Junior. Rey sudah bosan melihat tingkah Junior yang sudah satu minggu belakang ini kerja nya hanya menghayal. "Disthi?" Tanya Rey yang masih setia berdiri di depan meja kerja Junior.


"Duduklah!" Pinta nya dengan tidak penuh semangat.


"Jika cinta katakan, jangan cuman diam saja." Ucap Rey sambil memposisikan dirinya duduk di kursi." Dan jika rindu yah katakan juga, jangan hanya menahan nya sendiri, berat tau!!" ucap Rey kembali sambil senyum melihat atasan sekaligus sahabat nya.


"Entahlah!!" jawab Junior.


"Jangan seperti ini. Jangan bergerak lambat jika itu tentang cinta atau perasaan, yang ada kalau kau bergerak lambat, maka Disthi akan di rebut oleh orang lain."


"Tidak mungkin, disthi istriku. Tidak ada yang mungkin bisa merebut nya."


"Kau yakin?"


"Sangat yakin!"

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan Putra yang selalu ada di samping Disthi. Bahkan Putra juga sudah seperti banyangan Disthi yang selalu setia setiap Disthi membutuhkan sesuatu."


Junior diam sesaat mendengar ucapan Rey.


"Ayolah, jangan sampai kau kalah karna ego mu sendiri. Cepat kejar cinta mu sebelum semua nya lambat."


"Haruskah itu?"


Rey menepuk jidat nya mendengar jawaban dari Junior.


"Bagaimana jika Disthi tidak mencintaiku?"


"Yah kau benar, sudah seminggu ini hubungan ku dengan Disthi semakin menjauh dan ... "


"Nah itu dia, mau sampai kapan kalian menjauh? mau tunggu sampai bercerai? haa?" potong Rey saat Junior berbicara.


"Aku tidak ingin hubungan aku seperti itu Rey." Jawab junior.

__ADS_1


"Nah kalau begitu utarakan perasaan mu pada Disthi. Biar Disthi tahu kalau kau mencintainya."


"Aku harus memulia dari mana?"


Lagi - lagi Rey menepuk jidat nya. Sunggu sahabat nya ini sangat pintar dengan urusan pekerjaan, tapi kenapa urusan percintaan sahabatnya ini mendapat nilai nol besar.


"Begini saja, sepulang bekerja, kau singgah di toko bunga. Belikan Disthi sebuket bungan dan coba lah minta maaf dulu, atas sikamu yang kasar selama ini." Ide Rey


"Aku tidak tahu Disthi suka bunga apa."


Lagi - lagi Rey menepuk jidat nya. Tapi terbesit ide untuk menjahili sang sahabat. Dengan senyum mengembang di wajah nya Rey memberikan ide bunga yang harus di berikan kepada Disthi.


"Kau yakin Disthi menyukai bunga itu?" Tanya Junior dengan polosnya saat setelah mendengar bisikan dari Rey tentang nama bunga yang ingin ia beli nanti setelah pulang kerja.


"Yah aku yakin Disthi pasti sangat menyukai bunga itu." Ucap nya, tapi dalam hati Rey tertawa "gaji di potong bulang depan tidak apa - apa yang penting kali ini aku berhasil mengerjaimu Junior." Batin Rey.


"Baiklah akan aku coba nanti."

__ADS_1


coba deh tebak bunga apa yang Rey bisikkan pada Junior??


__ADS_2