Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
31


__ADS_3

"Di mana dia??" Tanya Disthi pada dirinya sendiri saat tidak melihat Junior di meja makan, untuk melakukan sarapan pagi.


"Nyonya, tuan sudah pergi."


"Pergi bekerja?" Tanya Disthi.


"Iya nyonya, pagi - pagi sekali tuan berangkat tadi di jemput oleh tuan Rey.."


"Oohh." Ucap Disthi, lalu diam sejenak berpikir. "Bi," Panggil Disthi. "Apa tadi Junior sarapan?" Tanya nya lagi.


"Tidak nyonya. Jangan kan sarapan, kopi nya tuan saja tidan di sentuh sama sekali.."


"Kalau begitu, tolong bibi siapakan sarapan pagi ini di dalam kotak bekal, aku akan membawakan Junior sarapan pagi di perusahaan." Ucap Disthi lalu bergegas menuju kamarnya mengganti pakaian dan bersiap - siap ke perusahaan Junior..


Saat semuanya telah siap. Dengan segerah Disthi berangkat menuju perusahaan.


...🍃🍃🍃🍃...


"Masih pagi, tapi kau sudah galau." Ledek Rey pada Junior.


"Siapa yang galau?" Tanya Junior.

__ADS_1


"Kamu lah, siapa lagi coba? Di ruangan ini cuman ada aku dan kamu, tidak mungkin kan aku galau." Ucap Rey sambil tersenyum.. "Aku tidak menyangka Disthi bisa membuat mu galau tingkat Dewa."


"Stop!!" bentak Junior. "Asal kamu tahu, aku ngak galau, aku cuman sedang memikirkan pekerjaan."


"Oyah??" Selidik Rey.


"Ya." Jawab nya singkat.


"Lalu kenapa kau terus saja menatap ponsel mu, menatap isi chat mu dengan Disthi?" Ejek Rey


Junior yang menyadari jika ternyata Rey memperhatikan dirinya, langsung dengan segerah mengunci layar ponsel nya. "Kepo!!" Ucap nya lagi sambil menahan malu, karna ketahuan sedang galau tingkat dewa.


Junior hanya diam tak menanggapi ucapan Rey, yang benar adanya. Jika cinta yah katakan, jangan cuman mampu memendam, yang ada nanti bakalan sakit sendiri.


"Sepertinya gajikh bulan depan doubel, karna sedang menemani orang yang lagi galau di pagi hari"


"Uang terus yang ada di otak mu."


"Bagus dong, dari pada kamh, di ota mu cuman ada Disthi yang sulit kamu gapai."


'Bukkkkhhh' satu pulpen berhasil mendarat di dada Rey..

__ADS_1


"Keluar sekarang! Lama - lama aku bisa stres mendengar ocehan mu."


"Baiklah - baiklah." Ucap Rey lalu berdiri dari duduknya, "Jangan kebanyakan melamun, nanti kamu kesambet." Ledek Rey kembali, lalu keluar dari ruangan Junior.


"Apa lagi???" Teriak Junior tanpa menoleh sedikitpun ke arah pintu yang terbuka.. "Pergi tidak??" Ucap nya dengan nada tinggi..


Disthi terdiam mendengar bentakan Junior. "Apa salahku? sampai Junior semarah ini padaku?" batin Disthi.


"Keluar sekarang juga!!" Bentak Junior kembali, membuat Disthi keluar dari ruangan Junior dengan hati dan perasaan kecewa.


"Kau kenapa?" Tanya Rey menatap wajah Disthi yang matanya sudah berkaca - kaca. Sedikit lagi makan bendungan air mata Disthi sudah tak mampu tertahan kan.


"Ngak pa - pa.."Jawab Disthi,. " Ouh iya, aku titip ini yah, tolong berikan pada Junior." Ucapnya lalu menyerahkan kotak bekal pada Rey,


Setelah itu Disthi kembali berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Padahal Rey terus saja memanggilnya, namum Disthi tidak menoleh.


'Hikksss, hikkkkss, hikkksss." Tangis Disthi pecah saat berada di dalam lift. Untung saja lift ini khusus lift untuk ceo jadi tidak ada yang melihatnya menangis.. "Aku tidak tahu salah ku apa? Harusnya jika aku punya salah, kau bilang padaku. Jangan mendiamiku dan jangan membentak ku seperti tadi." Ucapnya sambil menyeka air matanya.


"Sesakit ini kah mencintai dalam diam.." Lirihnya.


"Diam - diam aku mencintai mu Junior. Selama ini aku pendam rasa cintaku padamu, aku pendam dengan sifatku yang selalu membuat mu marah,. Karna inilah aku, aku tidak ingin kau tahu rasa cinta ku padamu sebelum aku tahu perasaan mu padaku.. Setiap hari aku berharap, akan ada rasa cintamu padaku timbul walau hanya sedikit saja. Namun semakin hari, yang aku lihat kau semakin tidak menyukai ku, kau semakin membenci ku." Lirih Disthi, dan saat pintu lift terbuka Disthi langsung berlari menuju mobilnya agar karyawan di sana tidak melihat matanya nya yang sedang mengeluarkan air mata

__ADS_1


__ADS_2