Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
22


__ADS_3

"Tidak,. Hari ini kau telah berbuat kesalahan dan aku akan menghukum mu." Ucap Junior dan mendorong tubuh Disthi. Alhasil Disthi terjatuh tepat di atas tempat tidur..


Dengan segera Junior menindih tubuh Disthi..


"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Disthi sambil menata wajah Junior..


Junior memegang erat kedua pergelangan tangan Disthi sehingga sulit bagi Disthi untuk memukul tubuh Junior..


"Lepaskan!!" Teriak Disthi sambil terus memberontak di bawah kungkuhan Junior..


Junior tidak menggubris ucapan Disthi sekali.. Sambil tersenyum, Junior menatap wajah Disthi yang sedang beradah di bawahnya.. "Kenapa jantungku berdetak lebih cepat." Batin Junior..


"Lepaskan!!" Teriak Disthi lagi


"Tidak akan." Ucap Junior sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Disthi... "Aku akan menghukum mu."


"Lepaskan!!!" Ucap Disthi lagi sambil terus bergerak mencari celah agar bisa kabur..


"Sial, kenapa Junior milik ku bisa bangun sih?" Batin Junior..


"Jangan!!" Ucap Disthi lagi, namun Junior tidak menggubrisnya dan semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Disthi..


Disthi yang tidak pernah habis akal, langsung memajuhkan kepalanya membentur hidung Junor, alhasil kedua tangan Junior melepas pengangannya di kedua pergelangan Disthi.

__ADS_1


"Auhhh, sakit." Teriak Junior sambil memegang hidung nya yang sidah mengeluarkan darah segar..


"Bukkhhhh." Sekali lagi, Disthi memberi pelajaran pada Junior, tapi kali ini bukan di hidung, melainkan di aset berharga Junior..


"Dusthaaaaaaaaaa...." Teriaknya sambil memegang aset berharga nya.


Disthi berlarih keluar dari dalam kamar, namun sebelum keluar Disthi berbalik badan menghadap ke Junior.. "Itu hadiah untuk mu, karna sudah berani macam-macam dengan ku." Ucap nya sambil tertawa..


Junior benar benar tidak habis pikir Disthi akan melakukan hal tersebut.. "Dustaaaaaa....." Teriak Junior kembali.


"Kau sudah berani membuat asetku yang berharga ini merasakan sakit.. Lihat saja aku akan membalasmu suatu saat." Ucapnya sambil turun dari tepat tidur..


"Auhhh sakit." Gumam Junior sambil melangkah keluar dari kamar Disthi..


Keesokan harinya.


"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Rey yang terus memperhatikan Junior berjalan..


"Tidak usah banyak tanya." Jawab Junior lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


Rey juga ikut masuk ke dalam mobil, dengan posisi duduk di depan. Dan siap melajukan mobil, mengatar Junior ke perusahaan..


Rey terus memerhatikan wajah Junior lewat kaca spion tengah..

__ADS_1


"Ada apa dengan hidung mu?" Tanya Rey yang semakin penasaran..


Namun Junior tetap saja diam tak mau menjawab.. "Gawat kalau Rey tahu apa yang terjadi padaku, bisa bisa hilang harga diriku di hadapan Rey." Batin Junior..


"Ayolah Junior, aku ini sahabat mu. Jadi ceritakan apa yang terjadi padamu, kenapa hidung mu bisa seperti itu dan kenapa jalan mu bisa seperti itu?" Rey semakin penasaran.


"Semalam aku terpeleset dan hitung ku terbentur di kursi." Jawab Junior dengan tenang namun Rey tidak percaya..


"Apa jangan-jangan Junior dan Disthi???" Batin Rey,..


"Hahahahaahahah." Seketika Rey tertawa, membuat Junior menatap Rey dengan alis yang naik sebelah..


"Kamu kenapa?" Tanya Junior..


"Hahah, yang aku tahu tuh yah, dimana mana klaau suami istri sedang malam pertama, yang jalan dengan kaki melebar itu pasti istrinya, lah ini kok kamu yang jalan seperti itu?" Rey menggoda Junior.. "Wah, luar biasa sekali cara main Disthi hingga membuat mu seperti itu, belum lagi hidung mu luka, pasti karna keganasan Disthi di tempat tidur."


"Diam!!" Bentak Junior.


"Hahahahaha, aku tidak menyangka jika sahabat ku ini kalah permainan di atas tempat tidur."


"Bukkhhhh." Satu tinjuan berhasil mendarat di pundak Rey.. "Sudah aku katakan diam, yang diam." Ucapnya kembali..


"Hahahahah." Tapi Rey terus saja tertawa membuat Junior menupuk jidat nya..

__ADS_1


"Lama-lama aku bisa gila jika seperti ini terus. Di rumah Dustha selalu membuat ku marah, dan di kantor ada Rey yang selalu kepo dan membuat ku jengkel." Gumam Junior..


__ADS_2