
Disthi berdiri mematung menatap rumah yang saat ini ada di hadapan nya.. Rumah yang luasnya sama persis dengan rumah orang tua nya..
Junior dan berada tepat di damping Disthi, terus saja menatap wajah Disthi. Sambil tersenyum Junor bergumam, "lihat saja, penderitaan mu akan di mulai hari ini juga."
"Ayo masuk." Pinta Junior dan berjalan mendahului Disthi..
disthi ikut mengekor di belakang Junior, dan melirik ke sana kemari melihat situasi di rumah yang akan ia tempati tinggal nantinya.
"Sunyi." Gumam Disthi dan masih dapat di dengar oleh Junior.
Junior tetap saja melangkah dengan senyum mengembang di wajahnya. "Aku akan membuat mu tidak betah dengan ku, sehingga kau akan meminta cerai nantinya." Batin Junior.
Junior berhenti secara tiba tiba, sehingga memnuat Disthi yang berjalan di belakang nya langsung menabrak tubuh Juniot yang berada di depan.
"Auuhhh " Ucap Disthi..
"Dustaaaaaaa." Geram Junior.
"Disthi, bukan Dusta." Ucap Disthi.
__ADS_1
"Baru pertama kali kau masuk di rumah ku, kau sudah membuat ku marah.. Apalagi jika,...."
"Jika apa?" Tanya Disthi.. "Ouh iya betul, tiap hari aku akan membuat mu marah," Ucapnya lagi
"Terserah.." Jawab Junior cuek.. "Kau tidur di lantai dua kamar sebelah kiri, dan jangan coba coba masuk ke dalam kamar ku dan menyentuh barang barangku." Ancam Junior..
Tanpa menjawab, Disthi langsung berjalan cepat menaiki anak tangga, meninggalkan Junior yang menggeleng melihat tingkah Disthi..
"Masa bodo dengan mu, masa bodo dengan barang barang mu.. Yang ku inginkan saat ini cuman tempat tidur, aku ingin beristirahat dan tidur sampe puas." Disthi terus saja berucap sepanjang menaiki anak tangga..
...🍃🍃🍃🍃...
"Aku harus membangunkan nya." Ucap Junior sambil memutar hendel pintu kamar Disthi..
Dan ini lah kebiasaan Disthi, dia tidak pernah mengunci pintu kamarnya.. Dan dengan leluasa Junior masuk ke dalam kamar Disthi.. "Dimana sih Dusta itu?" Tanya nya pada diri sendiri karna tidak melihat keberadaan Disthi di tempat tidur..
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka, Junior melotot tanpa mengedipkan matanya sama sekali melihat Disthi yang berjalan keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuh mulusnya..
Dan ini lah kebiasaan Disthi yang lain nya, sering lupa membawa handuknya ke kamar mandi, alhasil tubuh polosnya jadi pemandangan indah untuk Junior.. Dengan santai Disthi berjalan sambil menyanyi, menuju lemari.. Seketika Disthi menghentika langkahnya kala melihat banyangan yang ada di cermin.. "Junior. " Gumam nya sambil memerhatikan dengan jelas, apakah benar Junior yang berada di dalam cermin, atau khayalan nya saja..
__ADS_1
"Junior........" Teriak Disthi sekencang kencang nya, sambil berlari ke arah kasur menarik selimut agar menutupi tubuhnya yang polos..
Junior kaget mendengar teriakan Disthi, dan seketika Junior membalik kan tubuhnya membelakangi Disthi..
"Breng*sek kau.. Kenapa kau masuk ke kamarku tanpa permisi."
"Siapa suruh tidak mengunci pintu kamar mu."
"Tapi jangan seenak jidat kau masuk seperti ini.. Kau sudah melihat tubuh ku yang polos ini dan indah ini."
"Dihhh, indah dari mana nya.. Yang ada aku hanya ingin muntah melihat tubuh mu." Bohong Junior.
"Bohong!!" Teriak Disthi.. "Terus kenapa tadi kau tidak berkedip saat melihat ku.."
"Mana ada?" Bohong nya lagi.. "Yang ada aku enek lihat tubuhmu." Ucap Junior sambil berjalan keluar ke dari kamar Disthi.
Di depan pintu kamar.. Junior berdiri sambil memengang dada nya, jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya..
"Apa ini?? Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Junior pada dirinya sendiri
__ADS_1