Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
28


__ADS_3

"Menemui Disthi?" Ulang Junior saat Putra sudah tidak ada di dalam ruangan nya.


Dengan segera Junior berjalan mendekat ke meja kerja nya, meraih ponsel lalu menghubungi Dustha.


"Kau dimana?" Tanya Junior saat panggilan terhubung.


"Dirumah, ada apa?" Tanya Disthi.


"Jangan keluar rumah hari ini.."


"Kenapa?"


"Pokoknya aku bilang jangan, yah jangan." Pinta Junior.


"Alasanya?"


Junior diam sesaat memikirkan alasan nya..


"Alasan nya apa?" Disthi mengulang pertanyaan nya..


"Nanti akan ada angin ****** beliung, kalau kau keluar bisa - bisa kau terbawa angin."


Disthi mengerutkan kening nya mendengar alasan yang tak masuk akal sama sekali..


"Kenapa diam? ingat pesan ku, jangan keluar rumah, Mengerti!!"


"Aku tidak mengerti." Ucap Disthi lalu memutuskan sambungan nya..


"Dusthaaaaaaaaaaaa." Teriak Junior saat tahu kalau Disthi memutuskan sambungan nya..


"Aneh, benar - benar aneh. " Rutuk Disthi.. "Angin ****** beliung dari mana coba, cuaca sebagus ini kok."


Berkali kali Junior menghubungi ponsel Disthi, tapi Disthi tak menjawab sama sekali, membuat Junior kesal, panik, gelisah, cemburu secara bersamaan..


"Ayo, jawab panggilan ku." Gumam Junior yang terus berjalan mondar mandi layaknya sebuah setrika..


Semua pesan yang Junior kirim pun tak ada satupun yang Disthi baca.. Membuat nya semakin panik..

__ADS_1


"Kau kenapa?" Tanya Rey, namun Junior tak menjawab.. "Kau memikirkan Disthi?" Tanya nya kembali.


"Ya."


"Yah sudah telpon saja jika kau memikirkan nya."


"Tidak di jawab."


"Telpon rumah mu, tanya sama bibi Dustha mu sedang apa."


"Good job Rey. Kau memang asisten dan sahabat terbaik ku." Ucap Junior senang.. Dan lalu memutuskan menelpon telepon rumah..


"Begini nih jika orang sudah jatuh cinta. Ta*i kucing rasa coklat dan coklat rasa ta*i kucing. Mereka akan sulit untuk membedakan." Gumam Rey sambil menggelangkan kepalanya melihat Junior yang terlihat bod*oh karna telah jatuh cinta..


"Bagaimana?" Tanya Rey saat Junior telah memutus panggilan nya..


"Tidak ada, Disthi sudah pergi dari tadi..


"Emang kenapa kalau Dishti pergi? Kan nanti balik lagi. Disthi juga sudah besar, tidak perlu kau khawatirkan untuk hilang, dia kan tahu jalan pulang."


"Aku mengerti, kau jatuh cinta bukan???"


Junior menoleh ke arah Rey saat rey berucap cinta. "Aku tidak tahu."


"Kau tahu, tapi ego mu lebih besar."


"Diamlah Rey. Jangan menambah pikiran ku."


"Ayolah Junior, sampai kapan kau akan bersembunyi di balik dinding egomu ini? yang ada Disthi malah pergi nanti, dan meninggalkan mu."


"Tidam mungkin."


"Tak ada yang tak mungkin di dunia ini."


"Disthi milik ku, dan akan tetap menjadi milik ku, titik!!"


"Dan kau lupa akan taruhan mu?"

__ADS_1


Seketika Junior terdiam.


...🍃🍃🍃🍃...


"Sayang." Ucap mom Aurel sambil memeluk tubuh Disthi.. "Apa kabarmu?"


"Baik mom."


"Junior memperlakukan mu dengan baik kan?" Tanya nya sambil berjalan je arah sofa..


"Iya mom." Jawab Disthi berbohong, karna selama sebulan ini selalu saja ada pertengkaran yang terjadi antara mereka..


"Syukurlah." Ucap mom Aurel sambil tersenyum. "Ayo duduk sayang."


"Makasih mom." Ucap Disthi lalu ikut duduk di sebelah mom Aurel.


"Apa ini sudah ada isinya?" Tanya mom sambil mengusap lembut perut Disthi."


"Iya mom sudah ada."


"Alhamdulillah, terima kasih yah A.....


"Nasi, ikan, sayur dan apalagi yah? Disthi lupa makana apa tadi."


Mom Aurel membulatkan matanya menatap wajah menantunya yang dengan polosnya berucap jika perutnya sudah berisi makanan. Padahal tadi nya mom Aurel sudah sangat bahagia, mendengar jika sudah berisi. Mom Aurel tadi nya berpikir jika isinya adalah bayi.. Namun kenyataan isinya adalah makanan..


"Mom kenapa melamun? Apa ada yang salah?" Tanya Disthi.


"Hhmm, itu sayang. Apa mom boleh bertanya sesuatu padamu?"


"Apa itu mom?"


"Apa kalian sudah pernah bersama?"


"Jelas bersama lah mom, kan aku sama Junior tinggalnya bersama." Jawab Disthi dengan polosnya..


Membuat Mom Aurel menepuk jidatnya.. "Cucu ku tidak akan ada jika terus seperti ini. Sepertinya aku harus bertindak."

__ADS_1


__ADS_2