Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
07


__ADS_3

Dan benar saja, Rey ikut serta bersama kedua manusia yang saling bertolak belakang ini,.. "Sepertinya situasi ini sangat menguntungkan bagiku." Batin Rey sambil membayangkan uang akan mengalor ke dalam tabungan nya..


Keheningan terjadi di antara keduanya dari kursi belakang mobil, tak ada dari satu pun yang memulai pembicaraan, mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing..


"Lihat saja, aku akan meninggalkan mu nanti sama seperti saat di taman." Batin Junior.


"Hari ini, pasti hari paling terseruh." Batin Disthi..


Sedangkan Rey tidak terbiasa dengan keheningan kini mulai angkat suara..


"Disthi, kau tumbuh jadi wanita cantik." Ucap Rey


"Makasih Rey.."


"Cihhhh, cantik apanya. Yang ada jelek, iya."


"Hanya orang yang memiliki mata yang jeli yang bisa melihat kecantikan ku ini.. Dan kamu Rey, sungguh matamu sangat jeli.."


"Benar Disthi mataku memang jeli, apalagi kalau melihat wanita canti dan uang.."


"Ouh yah Rey, kamu ngak risih apa kerja sama bos yang sok??"


"Sok?" Tanya Rey mengulang ucapan Disthi..


"Iya sok ke PDan.."

__ADS_1


"Hahahahahahah." Rey tertawa..


"Rey..., apa kau ingin jadi pengangguran besok?" Ancam Junior.


"Maaf tuan, maaf."


Dan tanpa terasa, kini mobil yang Rey kendarai telah tiba di salah satu mall terbesar.. Dengan segerah Rey turun dan membukaan pintu mobil untuk Junior.. Tapi Disthi, dia membuka pintunya sendiri..


"Ayo ikut dengan ku." Perintah Disthi dan mulai berjalan duluan..


"Rey, kira kirq apa yang gadis bar bar itu rencanakan??" Tanya Junior.


"Entahlah. Kenapa? Apa kamu takut?"


"Takut? Hahahaha, tidak ada dalam kamus ku kata takut Rey,."


"Jatuh cinta sama Disthi? Oh, no.. Tidak ada dalam kamus ku." Ucap Dewa lalu berjalan mengikuti Disthi..


"Kau salah Junior, aku mengenalmu dari kecil, dan aku lihat kini kau memiliki perasaan pada Disthi." Gumam Rey, dan ikut menyusul keduanya..


Dan disinilah Disthi memulai aksinya. Disthi berbelanja sepuasnya, dan semua barang belanha ia berikan kepada Junior, sehingga membuat Junior sangat murka, karna sudah lebih 2 jam berada di mall tapi Disthi tidak ingin pulang juga. Terlebih lagi dengan Rey, yang hilang entah kemana..


"Hey Dusta." teriak Junior. " Aku bukan pembantumu, yang seenak jidat kamu suruh membawa barang belanjaanmu."


"Yang bilang kau pembantu siapa?? Kamu kan tunangan ku." Ledek Disthi.. "Ouh iya ingat, namaku Disthi bukan Dusta."

__ADS_1


"Aku mau pulang.."Ucap Junior lalu meletakkan semua berang belanjaan Disthi yang sangat banyak.. Namun baru beberapa langkah ponsel Junior berdering..


"Mom." Ucap Junior lalu menggeser icon hijau... "Ada apa mom."


"Kembali ikuti Disthi jangan tinggalkan dia sendiri, dan bawa semua barang belanjaan nya."


"Mom."


"Mom tidak mau mendengar penolakan." Ucap nya lalu memutuskan sambungan..


Dengan berat hati akhrinya Junior kembali berjalan ke arah Disthi dan mulai mengambil semua barang belanjaan Disthi..


"Katanya mau pulang, kok ngak jadi?" Ejek Disthi.


"Lihat saja Dusta, aku akan membalas semua perbuatan mu ini padaku.." Ancam Junior..


Disthi tak menggubris sama sekali, justru sibuk berjalan dan langkahnya terhenti saat melihat salon .. "Tempat keberuntungan." Gumam Disthi dan masuk ke dalam salon.


"Ehh, mau ngapain?"


"Mau nyalon lah, masa mau makan. Aneh!!"


"Nyalon?" Ulang Junior.. "Hey Dusta, berapa jam lagi aku menemani mu, nyalon itu lama.. Kenapa kau menyiksaku?"


Disthi tak memerhatikan ucapan Junior dan sibuk memilih perawatan apa yang cocok untuknya..

__ADS_1


Sejam berlalu belum ada tanda tanda jika Disthi telah selesai melakukan perawatan, dan Junior yang kini merasa lelah akhirnya tertidur pulas di sofa.. Disthi yang melihat Junior tertidur, langsung menghentikan perawatan nya dan berjalan menghampiri Junior.. "Mamp*us.." Ucap Disthi sambil tertawa.. "Makanya jangan macam macam dengan ku."


Dan setelah mengerjai Junior, Disthi kembali pulang ke rumah nya, dan meninggalkan Junior yang masih tertidur pulas di sofa salon.


__ADS_2