
"Mungkin inilah jalan terbaik untuk kita berdua" Batin Disthi lalu mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Rey yang tanpa sengaja melihat Disthi menangis langsung menegur. "Are you okey?" sambil menepuk pundak Disthi
"Rey, kau mengagetkan ku." Ucapny lalu mengusap kembali air matanya. Agar Rey tidak melihat
"Aku sudah melihat air matamu, tidak usah di hapus."
'Hahahahahha' Disthi tertawa. "Mata ku kemasukan debu, perih rasanya." Bohong Disthi.
"Junior belum datang, tunggu sebentar lagi."
"Iya, aku tahu. Aku baru selesai mengirimkan pesan padanya."
"Kau baik-baik saja dengan Junior kan?"
"Ya. Aku datang ke sini untuk sarapan bersama."
"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu."
__ADS_1
"Oke."
"Aneh, kok sarapan di kantor, bukan nya mereka tinggal bersama? lalu kenapa datang nya secara terpisah?" Batin Rey saat melangkah keluar dari ruangan Junior.
...🍃🍃🍃🍃...
"Maaf membuat mu menunggu" ucap Junior saat membuka pintu ruangan nya.
"Tidak apa-apa, santai saja." Jawab Disthi sambil tersenyum, lalu membuka kotak bekal. "Aku buat bekal ini pagi-pagi, semoga kamu suka." Disthi memberika sarapan pada Junior.
"Kamu kemana pagi-pagi sekali? kenpa pergi tidak izin, kau membuat ku khawatir."
"Hey kenapa melamun?"
"Maaf"
"Katakan dari mana?"
"Aku hanya jalan-jalan ke taman. Ayo di makan dulu, keburu dingin."
__ADS_1
"Baiklah."
Junior merasa sangat bahagia karna Disthi membawakan sarapan ke kantornya. Dengan semangat Junior memakan sarapan buatan Disthi. Dan Disthi terus saja memperhatikan wajah Junior. Wajah yang mungkin akan ia rindukan suatu saat nanti, jika ia sudah mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya.
"Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu, pada dirimu yang bahkan tidak pernah menganggap ku ada, jatuh cinta padamu membuat aku begitu bahagia, namun sayang kebahagian yang aku rasa hancur saat tahu kenyataan yang sebenarnya. Aku tidak peduli dulu kau cuek dan sering teriak padaku. Aku masih bisa sabar mengahadapi itu, dan berharap kau akan berubah, dan luluh akan perhatian ku. Tapi ternyata semua sabar ku perhatian ku, semuanya percuma, karna kau tidak pernah sama sekali melihat ku, dan paling parahnya kau hanya menganggapku sebagai barang tidak lebih dari itu. Sehina itukah aku di matamu. Sehingga kau rela melakukan taruhan itu padaku?" Batin Disthi, dan tanpa terasa air matanya kembali menetes.
Junior yang melihat pipi Disthi basah karena air mata, langsung menghampiri Disthi, duduk tepat di samping Disthi dan mengusap air mata yang berada di pipi mulus Disthi. "Ada apa? katakan?" Tanya nya.
Disthi langsung memeluk tubuh Junior. Mencium dalam-dalam wangi tubuh, yang pasti suatu saat akan ia rindukan.
"Ada apa? katakan?" Junior mengulang kembali pertanyaan nya.
"Bolehkah aku memelukmu lebih lama lagi." Lirih Disthi di dalam pelukan Junior.
"Tentu saja. Kapan pun kau mau, kau bisa memeluk ku." Junior mengusap lembut rambut Disthi, agar Disthi bisa merasa lebih tenang.
"Andai kata-kata mu ini adalah sebuah kenyataan, mungkin aku wanita yang paling beruntung di dunia. Tapi sayang, kau hanya berkata seperti itu padaku karna takut kehilangan hartamu saja." Batin Disthi
"Jangan menangis lagi, aku ada di sini untuk mu dan akan selalu ada."
__ADS_1
Ucapan Junior justru tambah membuat Disthi meneteskan air matanya. Karna menurut Disthi ucapan Junior sangat luar biasa. Bisa membuat nya merasa sesak yang teramat mendalam.